Pantangan Penderita Kanker Serviks yang Harus Diperhatikan
Kesehatan Tubuh

Pantangan Penderita Kanker Serviks yang Harus Diperhatikan

26 Mei 2025 3 menit waktu baca
pantangan penderita kanker serviks

Selain menjalani pengobatan medis, penderita kanker serviks juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, termasuk menghindari beberapa pantangan yang disampaikan oleh dokter. Mulai dari minuman beralkohol, daging merah, hingga merokok merupakan pantangan penderita kanker serviks yang perlu dihindari atau dibatasi. Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Pantangan Penderita Kanker Serviks

 

Agar perawatan kanker serviks berjalan lancar, penderita juga harus memperhatikan apa saja pantangan yang perlu dihindari. Penderita disarankan untuk menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat guna mencegah komplikasi lebih lanjut serta meringankan gejala yang dialami. Adapun beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari oleh penderita kanker serviks adalah sebagai berikut:

 

1. Minuman Beralkohol

 

Pasalnya, mengonsumsi makanan atau minuman beralkohol dapat memperburuk kondisi jenis kanker ini.Konsumsi alkohol juga menjadi salah satu faktor risiko kanker serviks karena bisa melepaskan asetaldehida yang merusak sel DNA yang memicu perubahan atau mutasi pada gen.

 

Mutasi itulah yang membuat sel tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali hingga menjadi kanker. Oleh sebab itu, penderita kanker serviks yang sedang masa perawatan sebaiknya menghindari makanan maupun minuman beralkohol.

 

2. Makanan Tinggi Gula

 

Sebenarnya, mengonsumsi gula tidak serta-merta menyebabkan kanker. Hal ini berlaku untuk semua jenis gula, termasuk gula rafinasi. Namun, terlalu banyak gula dalam makanan dapat membuat seseorang lebih sulit menjaga berat badan ideal dan memicu obesitas. Obesitas inilah yang bisa memperburuk kondisi kanker.

 

3. Makanan yang Digoreng

 

Salah satu makanan yang dilarang untuk penderita kanker serviks adalah gorengan. Penderita kanker serviks sebaiknya juga membatasi konsumsi gorengan atau makanan yang diolah dengan cara digoreng, terutama dengan minyak yang sudah digunakan berulang. Pasalnya, minyak goreng mengandung lemak trans yang merupakan lemak jahat dan bersifat karsinogenik.

 

4. Fast Food

 

Makanan cepat saji atau fast food juga menjadi salah satu pantangan penderita kanker serviks. Fast food cenderung tinggi akan lemak, terutama lemak jahat, sehingga bila dikonsumsi secara berlebihan tanpa disertai aktivitas fisik dapat memicu kenaikan berat badan, bahkan obesitas. Inilah yang meningkatkan risiko terjadi kanker.

 

Sebagai informasi, pengidap obesitas mengalami peradangan kronis (terjadi secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama) tingkat rendah di dalam tubuhnya. Jika peradangan tersebut terjadi dalam waktu yang lama, hal tersebut bisa memicu kerusakan atau mutasi DNA yang dapat menyebabkan kanker.

 

Pada penderita kanker yang sudah mencapai remisi, terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko munculnya kanker kembali.

 

5. Daging Merah dan Daging Olahan

 

Makanan pantangan penderita kanker serviks berikutnya adalah daging olahan atau daging yang diawetkan melalui pengasinan, pengasapan, dan pengawetan. Kandungan pengawet tersebut berpotensi meningkatkan risiko kanker dan memperburuk kondisi orang yang sudah menderita kanker. Contoh daging olahan, di antaranya kornet, sosis, smoked beef, dan daging kalengan.

 

6. Sayuran Mentah

 

Sayuran mentah diketahui berpotensi mengandung berbagai bakteri, seperti Salmonella, E. coli, atau Campylobacter. Penderita kanker yang menjalani kemoterapi berisiko mengalami penurunan kadar sel darah putih yang berfungsi penting dalam sistem imun tubuh. Ketika sel darah putih berkurang, tubuh akan lebih rentan terkena infeksi dari beberapa bakteri yang terkandung dalam sayuran mentah.

 

7. Merokok

 

Pantangan penderita kanker serviks berikutnya adalah merokok. Pada dasarnya, merokok membawa banyak dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, tidak hanya menjadi pantangan bagi penderita kanker tetapi juga untuk orang-orang yang tidak memiliki penyakit ini. Jika merasa kesulitan menghentikan kebiasaan merokok, penderita dapat berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan saran yang tepat.

 

8. Tidak Pernah Berolahraga

 

Meski tidak disarankan melakukan aktivitas yang berat sampai kelelahan, bukan berarti penderita kanker serviks tidak diperbolehkan untuk olahraga. Penderita justru dianjurkan berolahraga secara rutin untuk menjaga berat badan ideal dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, tubuh akan lebih kuat dalam melawan infeksi virus HPV penyebab kanker serviks.

 

Itulah beberapa pantangan penderita kanker serviks yang penting untuk diperhatikan. Namun, perlu diingat bahwa menghindari pantangan tersebut tidak dapat menyembuhkan kanker serviks, melainkan membantu meringankan gejala dan mengoptimalkan perawatan. Dengan kata lain, penderita tetap memerlukan perawatan medis yang tepat.

 

Untuk itu, bila Anda merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada kanker atau memiliki faktor risikonya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan atau melakukan pemeriksaan di Siloam Hospitals.

 

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kanker serviks di Siloam Hospitals dengan memesan paket Skrining Kanker Mulut Rahim (Serviks). Praktis, Anda bisa membuat pemesanan sekaligus mengecek hasil pemeriksaan melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail