Ibu dan Anak
Penyebab Payudara Sakit saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Payudara sakit saat hamil merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Bahkan, sebagian besar ibu hamil pasti mengalaminya, terutama di trimester pertama kehamilan. Namun, sebagian ibu hamil mungkin belum mengetahui penyebab payudara bisa sakit saat hamil. Untuk itu, mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Penyebab Payudara Sakit saat Hamil
Payudara sakit saat hamil merupakan tanda-tanda kehamilan yang cukup umum terjadi. Selain sakit, ibu mungkin juga merasa payudara semakin sensitif, kencang, serta puting payudara lebih menonjol. Keluhan saat hamil ini biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya usia kehamilan.
Lantas, kenapa payudara sakit saat hamil? Penyebab utama nyeri payudara saat hamil adalah peningkatan hormon estrogen, prolaktin, dan progesteron. Lonjakan hormon ini dapat berimbas pada aliran darah ke payudara dan menyebabkan perubahan pada jaringan payudara.
Perubahan tersebut mencakup pertumbuhan ukuran payudara semakin besar. Namun, pertumbuhan payudara ini pun dapat menimbulkan rasa nyeri, bahkan memicu iritasi kulit dan gatal-gatal. Selain itu, lonjakan hormon juga merangsang pembentukan kelenjar penghasil susu dan perkembangan saluran keluarnya air susu untuk mempersiapkan ibu menyusui setelah melahirkan.
Kendati terasa menyakitkan, namun semua proses ini terjadi secara alamiah untuk mendukung ibu dalam memberikan ASI eksklusif dengan lancar kepada sang buah hati. Kondisi ini umumnya juga tidak berlangsung lama dan akan mereda dengan sendirinya saat ibu memasuki trimester kedua kehamilan.
Perubahan Lain pada Payudara saat Hamil
Ibu hamil biasanya mulai mengalami perubahan payudara pada dua minggu setelah pembuahan. Selain payudara sakit saat hamil, adapun perubahan payudara lain yang terjadi berdasarkan usia kehamilan adalah sebagai berikut.
A. Trimester Satu
Pada trimester pertama, tepatnya di usia kehamilan 4–6 minggu, ibu mungkin akan merasakan kesemutan, nyeri, dan peningkatan sensitivitas pada payudara, terutama di bagian puting payudara. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan aliran darah di payudara serta peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Pembentukan kelenjar susu dan perkembangan saluran susu sebagai jalan keluar ASI juga sudah dimulai, sehingga payudara akan tampak lebih besar. Kemudian, area sekitar puting payudara (areola) menjadi lebih gelap dan lebih besar.
Selain itu, ibu hamil biasanya juga mendapati pembuluh darah yang berada di bawah kulit payudara serta kelenjar montgomery (kelenjar yang memproduksi minyak di sekitar puting payudara) semakin terlihat.
B. Trimester Dua
Memasuki trimester kedua atau usia kehamilan berkisar 13–28 minggu, biasanya payudara sudah bisa memproduksi ASI. Hal ini menyebabkan ibu terkadang mengalami kebocoran air susu dalam jumlah sedikit yang ditandai dengan keluarnya cairan keruh dari puting payudara yang disebut dengan kolostrum.
Selain kolostrum, puting payudara mungkin juga mengeluarkan darah akibat pertumbuhan dan peningkatan pembuluh darah di payudara saat memproduksi kelenjar susu. Meski hal ini normal terjadi, sebaiknya ibu hamil segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalaminya.
C. Trimester Tiga
Pada trimester ketiga kehamilan, puting payudara dan payudara terus berkembang dan menjadi lebih besar karena sel-sel yang memproduksi air susu pun mengalami pertumbuhan. Hal ini menyebabkan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin merangsang kelenjar susu untuk menyiapkan proses menyusui.
Selain itu, hormon hCG dan hormon progesteron yang ada di dalam tubuh ibu hamil juga dapat menyebabkan peningkatan volume darah di seluruh tubuh. Hormon itulah yang juga memicu perubahan pada sel pigmen (melanosit) yang memberikan warna pada puting payudara saat ibu hamil.
Cara Mengatasi Payudara Sakit saat Hamil
Meski payudara sakit saat hamil merupakan hal yang normal terjadi, tetap saja kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil merasa tidak nyaman, terutama ketika sedang menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya, ada beberapa cara mengatasi payudara sakit saat hamil yang bisa diterapkan. Berikut adalah masing-masing penjelasan selengkapnya.
1. Mandi menggunakan Air Hangat
Mandi dengan air hangat diketahui dapat membantu merilekskan otot-otot di sekitar payudara, sehingga bisa meredakan rasa nyeri pada payudara saat hamil. Namun, langkah ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan secara perlahan agar rasa sakit tidak semakin parah.
2. Kompres dengan Air Es
Menggunakan kompres dingin juga bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi payudara sakit saat hamil. Pertama-tama, bungkus es batu dengan handuk atau kain bersih, kemudian tempelkan di bagian atas payudara yang terasa sakit atau nyeri.
3. Tidak Sering Menyentuh Payudara saat Hamil
Meski payudara sakit saat hamil kerap mengganggu aktivitas, usahakan untuk tidak menyentuh payudara terlalu sering. Selain sakit, payudara ibu hamil juga menjadi lebih sensitif, sehingga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat disentuh.
4. Mengganti Bra
Agar lebih nyaman selama kehamilan dan mengurangi rasa nyeri pada payudara, sebaiknya ibu mengganti tipe bra yang tidak berkawat. Saat akan memilih bra, ibu dapat mempertimbangkan tali bahu bra yang lebar, menggunakan bra dengan nomor ukuran yang lebih besar (persiapan saat ukuran payudara semakin membesar), serta cup bra yang lebar dan mampu menutupi payudara secara keseluruhan.
5. Mengenakan Bra saat Tidur
Jika biasanya wanita disarankan melepas bra saat tidur, khusus ibu hamil justru dianjurkan mengenakan bra ketika tidur. Hal ini diketahui dapat membantu meredakan nyeri payudara karena bra akan menopang payudara sehingga tekanan dan nyeri yang ditimbulkan akan berkurang.
6. Mengenakan Pakaian Longgar
Payudara sakit saat hamil juga bisa terjadi karena adanya gesekan antara payudara yang sensitif dengan baju yang ibu gunakan. Karenanya, pilihlah baju yang longgar dan berbahan lembut untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah iritasi pada payudara akibat gesekan.
Itulah informasi seputar penyebab payudara sakit saat hamil dan cara mengatasinya yang perlu ibu ketahui. Jika ingin mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang lebih pasti, ibu dapat langsung berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan.
Kini, ibu hamil bisa menggunakan NEST, sebuah layanan dan fasilitas kehamilan, melahirkan, dan pascamelahirkan lengkap yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, ahli gizi klinis, konsultan laktasi, serta bidan dan tenaga medis profesional lainnya. Layanan NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang.
Gunakan juga aplikasi MySiloam yang memberikan berbagai kemudahan bagi ibu hamil dalam mengakses layanan kesehatan dari Siloam Hospitals. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET A)
Lainnya
16 Service/Item
Rp4.642.000
NEST - Lab Screening Trimester 2 / Trimester 3
Lainnya
5 Service/Item
Rp1.226.000
NEST - Lab Screening Preops
Lainnya
10 Service/Item
Rp2.528.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET B)
Lainnya
9 Service/Item
Rp1.692.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000







