Pemeriksaan Hepatitis: Kapan Perlu Dilakukan?
Kesehatan Tubuh

Pemeriksaan Hepatitis: Kapan Perlu Dilakukan?

20 April 2026 5 menit waktu baca
Jenis-jenis Pemeriksaan laborat untuk hepatitis kegunaan, prosedur dan manfaatnya

 

Hepatitis adalah kondisi ketika organ hati mengalami peradangan akibat beberapa faktor, mulai dari infeksi virus, bakteri, parasit hati, kebiasaan mengonsumsi alkohol, penyakit autoimun, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Namun, hepatitis akibat virus perlu mendapat perhatian khusus karena beberapa jenisnya dapat menular dan menimbulkan kerusakan hati jangka panjang bila tidak terdeteksi sejak dini.

 

Karena itu, pemeriksaan hepatitis penting dilakukan, terutama bila seseorang memiliki gejala, faktor risiko, atau riwayat kontak dengan penderita. Mari simak artikel berikut untuk penjelasan selengkapnya.

 

“Skrining hepatitis penting dilakukan untuk mendeteksi infeksi sejak dini dan membantu mencegah berkembangnya penyakit menjadi hepatitis kronis.”

dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD-KGEH, FINASIM

 

Mengenal Penyakit Hepatitis Akibat Virus

 

Penularan hepatitis bisa terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, hubungan seksual tanpa pengaman, transfusi darah yang telah terkontaminasi virus, hingga penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan penderita.

 

Setidaknya, ada lima jenis virus hepatitis yang paling umum ditemui:

 

  • Hepatitis A: Disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Kondisi ini bisa menular dengan mudah melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus HAV. Infeksi ini umumnya terjadi di tempat-tempat dengan tingkat kebersihan lingkungan yang buruk.

  • Hepatitis B: Disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Kondisi ini dapat ditularkan melalui transfusi darah yang telah terkontaminasi virus atau hubungan seksual tanpa pengaman. Selain itu, hepatitis B juga bisa ditularkan dari ibu hamil yang terinfeksi kepada janinnya.

  • Hepatitis C: Terjadi karena infeksi virus hepatitis C (HCV). Kondisi ini dapat ditularkan melalui penggunaan bersama jarum suntik yang tidak steril atau hubungan seksual tanpa pengaman.

  • Hepatitis D: Kondisi ini terjadi karena infeksi virus hepatitis D (HDV) yang menginfeksi hati. Risiko penularan hepatitis D lebih tinggi pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit hepatitis B. Pasalnya, seseorang dapat terinfeksi hepatitis B dan D secara bersamaan (koinfeksi) atau mendapatkan hepatitis D setelah pertama kali terinfeksi hepatitis B (superinfeksi).

  • Hepatitis E: Disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Kondisi ini biasanya menular lewat makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus. Penyebaran hepatitis E kerap terjadi di lingkungan dengan sanitasi buruk.

 

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Hepatitis?

 

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat menyebabkan fungsi organ tersebut terganggu dan berbahaya bagi penderitanya. Karenanya, segera kunjungi dokter apabila mengalami sejumlah keluhan berikut:

 

  • Feses berwarna pucat.

  • Nyeri perut.

  • Kelelahan.

  • Penyakit kuning (kulit dan bagian putih mata menguning).

  • Urine berwarna gelap.

  • Demam ringan.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Nyeri sendi (biasanya pada penderita hepatitis A dan B).

 

Jenis Pemeriksaan Hepatitis yang Umum Dilakukan

 

Pemeriksaan hepatitis perlu dilakukan sesegera mungkin sebagai upaya deteksi dini apabila mencurigai adanya gejala-gejala hepatitis. Dalam hal ini, Siloam Hospitals telah menyediakan berbagai fasilitas medis dan laboratorium melalui layanan medical check up pemeriksaan hepatitis, yang meliputi:

 

1. Tes Fungsi Hati SGPT (ALT)

 

Pemeriksaan fungsi hati SGPT (ALT) dilakukan dengan mengambil sampel darah menggunakan jarum suntik dari pembuluh darah di lengan. Adapun manfaat dari pemeriksaan ini, di antaranya:

 

  • Mendeteksi penyakit liver seperti hepatitis dan sirosis hati.

  • Memenuhi persyaratan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani prosedur medis tertentu.

  • Menilai efektivitas dan efek samping pengobatan yang sedang dijalani.

 

2. Tes Fungsi Hati SGOT (AST)

 

Pemeriksaan fungsi hati SGOT (AST) dilakukan melalui pengambilan sampel darah dengan tujuan yang sama seperti tes SGPT (ALT), yaitu:

 

  • Mendeteksi penyakit liver seperti hepatitis dan sirosis hati.

  • Memenuhi persyaratan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani prosedur medis tertentu.

  • Menilai efektivitas dan efek samping pengobatan yang sedang dijalani.

 

3. Tes Fungsi Hati SGOT-SGPT

 

Manfaat dari dilakukannya pemeriksaan fungsi hati SGOT-SGPT adalah sebagai berikut:

 

  • Melakukan pemeriksaan terhadap penyakit liver seperti hepatitis dan sirosis hati.

  • Memenuhi persyaratan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani prosedur medis tertentu.

  • Mengukur efektivitas dan efek samping pengobatan yang sedang dijalani.

 

4. Tes Fungsi Hati Gamma GT

 

Pemeriksaan fungsi hati gamma GT (gamma glutamyl transferase/GGT) dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

 

  • Membantu mendiagnosis penyakit hati atau saluran empedu.

  • Menentukan penyebab di balik tingginya kadar enzim alkaline phosphatase (ALP).

  • Menilai efektivitas dan efek samping pengobatan yang sedang dijalani.

  • Memenuhi persyaratan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani prosedur medis tertentu.

 

5. Tes Antibodi Hepatitis A (IgM)

 

Pemeriksaan antibodi hepatitis A (IgM) dilakukan melalui pengambilan sampel darah dengan manfaat sebagai berikut:

 

  • Mendiagnosis penyebab jaundice atau penyakit kuning.

  • Menilai kekebalan tubuh (antibodi) yang dihasilkan sebagai respon terhadap virus hepatitis A.

  • Memenuhi persyaratan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani prosedur medis tertentu.

 

6. Antigen Hepatitis B (Kualitatif)

 

Pemeriksaan hepatitis B juga dilakukan dengan pengambilan sampel darah, akan tetapi tujuannya adalah:

 

  • Mendeteksi risiko penyebaran virus hepatitis B melalui pengecekan apakah terdapat antigen virus hepatitis B dalam tubuh seseorang.

  • Menilai kekebalan tubuh (antibodi) yang dihasilkan sebagai respon terhadap virus hepatitis B.

 

7. Tes Antibodi Hepatitis B

 

Manfaat dari pemeriksaan antibodi hepatitis B adalah sebagai berikut:

 

  • Menentukan status kekebalan tubuh (antibodi) seseorang terhadap virus.

  • Menilai kebutuhan seseorang untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B.

  • Menilai respon tubuh terhadap vaksinasi HBV.

  • Membantu mendiagnosis infeksi virus hepatitis B (HBV) bersama dengan data klinis dan laboratorium lain.

 

8. Tes Antibodi Hepatitis C

 

Sejumlah manfaat yang didapatkan dengan melakukan pemeriksaan antibodi hepatitis C, di antaranya:

 

  • Mendeteksi keberadaan virus hepatitis C.

  • Menilai kekebalan tubuh (antibodi) seseorang terhadap virus.

  • Mencegah penularan virus.

  • Mencegah perkembangan komplikasi penyakit seperti sirosis dan gagal hati.

 

Apakah Perlu Puasa Sebelum Tes?

 

Sebagian besar pemeriksaan hepatitis tidak memerlukan puasa, tetapi ikuti instruksi dokter atau laboratorium karena beberapa paket medical check-up mungkin memiliki ketentuan khusus.

 

Mengapa Pemeriksaan Hepatitis Penting?

 

Banyak kasus hepatitis kronis, terutama hepatitis B dan C, dapat berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun. Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat berkembang menjadi:

 

  • Sirosis hati.

  • Gagal hati.

  • Kanker hati.

 

Karena itulah, pemeriksaan hepatitis penting untuk mendeteksi infeksi sejak dini, terutama karena sebagian kasus tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Jika Anda mengalami keluhan atau memiliki faktor risiko, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan agar komplikasi serius dapat dicegah.

 

Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan hepatitis, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-hardianto-setiawan-ong-sppd-kgeh-finasim

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD-KGEH, FINASIM

Penyakit Dalam

Subspesialis Gastroenterohepatologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail