5 Kebiasaan Pemicu Nyeri Ulu Hati yang Perlu Dihindari!
Kesehatan Tubuh

5 Kebiasaan Pemicu Nyeri Ulu Hati yang Perlu Dihindari!

11 Februari 2026 5 menit waktu baca
nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati adalah salah satu gejala yang umum menyertai penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease). Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi penderita GERD untuk mengenali kebiasaan yang dapat memicu keluhan dan menghindarinya agar kualitas hidup tetap terjaga. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Nyeri Ulu Hati (Heartburn)?

 

Nyeri ulu hati adalah rasa sakit di dada bagian tengah hingga atas perut akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran yang terhubung dengan lambung dan melewati bagian tengah dada.

 

Ketika nyeri ulu hati terjadi, penderita kerap merasakan sensasi terbakar yang menjalar ke dada, dan terkadang sampai ke kerongkongan. Kondisi ini merupakan salah satu gejala umum GERD yang kerap disertai gejala lain, seperti munculnya rasa pahit di pangkal lidah dan perut kembung.

 

Kebiasaan Pemicu Nyeri Ulu Hati

 

Terdapat beberapa kebiasaan yang dapat memicu gejala nyeri ulu hati, mulai dari makan secara berlebihan hingga stres. Berikut penjelasannya.

 

1. Makan secara Berlebihan

 

Makan dalam porsi terlalu besar dapat memicu nyeri ulu hati karena lambung menjadi penuh dan tekanan di dalamnya mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Risiko ini akan semakin tinggi jika makanan yang dikonsumsi tinggi lemak yang secara alami lebih sulit dicerna serta membuat katup antara lambung dan kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES) lebih mudah terbuka.

 

Fenomena ini juga didukung oleh penelitian yang diterbitkan dalam National Library of Medicine (2024), yang menunjukkan bahwa kebiasaan makan terlalu banyak maupun terlalu cepat dapat memperlambat kerja lambung serta menyebabkan iritasi dan peradangan lapisan kerongkongan. Alhasil, kondisi ini dapat memperburuk GERD dan meningkatkan risiko timbulnya nyeri ulu hati.

 

2. Jenis Makanan Tertentu

 

Selain jumlah makanan, jenis makanan yang dikonsumsi juga berperan dalam memicu nyeri ulu hati. Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu relaksasi katup kerongkongan bawah (LES) atau memperlambat pengosongan lambung, sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

 

Makanan yang sering dikaitkan dengan kekambuhan nyeri ulu hati antara lain:

 

  • Makanan tinggi lemak dan gorengan.

  • Makanan pedas.

  • Cokelat.

  • Kopi dan minuman berkafein.

  • Minuman berkarbonasi.

  • Makanan atau minuman asam.

 

Respons setiap orang dapat berbeda, sehingga penting bagi penderita GERD untuk mengenali makanan pemicu pribadi yang sering memperberat keluhan.

 

3. Pola Makan dan Gaya Hidup Tidak Teratur

 

Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh terhadap munculnya nyeri ulu hati. Kebiasaan seperti makan terlalu malam, langsung berbaring setelah makan, atau melewatkan waktu makan lalu makan dalam porsi besar dapat meningkatkan risiko refluks asam.

 

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dan posisi tubuh tertentu, seperti berbaring datar setelah makan, dapat mempermudah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Mengatur waktu makan dan memberi jeda sebelum berbaring merupakan bagian penting dalam membantu mengendalikan gejala.

 

4. Merokok

 

Penelitian dari jurnal Pharmacophore (2022) membuktikan bahwa kebiasaan merokok berhubungan kuat dengan meningkatnya kasus GERD dan gejala nyeri ulu hati. Data mengungkapkan bahwa dari total 573 partisipan, lebih dari sepertiganya adalah perokok aktif yang secara konsisten mengalami keluhan nyeri ulu hati yang lebih intens dibandingkan nonperokok.

 

Hal ini disebabkan penurunan tekanan pada katup kerongkongan bawah (lower esophageal sphincter). Penurunan tekanan ini membuat katup yang seharusnya tertutup rapat menjadi kendur sehingga asam lambung mudah bocor ke atas.

 

Selain itu, merokok dapat mengurangi produksi air liur yang mengandung bikarbonat, yakni zat alami penetral asam. Penurunan air liur ini membuat kerongkongan lebih rentan terhadap iritasi akibat paparan asam.

 

Dalam jangka panjang, asap rokok juga dapat mengganggu gerakan otot kerongkongan dan melemahkan lapisan pelindungnya, sehingga keluhan nyeri ulu hati dapat muncul lebih sering dan terasa lebih berat. Oleh karena itu, kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor yang dapat memperparah nyeri ulu hati, terutama pada penderita GERD, dan berperan dalam kekambuhan gejala bila terus berlanjut.

 

5. Stres

 

Kondisi psikologis juga merupakan faktor yang dapat memperburuk nyeri di area ulu hati. Stres tidak meningkatkan jumlah asam lambung. Namun, berdasarkan penelitian dari jurnal Human Nutrition & Metabolism (2023), stres dan kecemasan, dapat meningkatkan sensitivitas kerongkongan terhadap asam lambung sehingga rasa sakit dan sensasi terbakar lebih mudah terasa. Oleh karena itu, mengelola tekanan psikologis juga penting untuk mengendalikan kekambuhan nyeri ulu hati.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Segera konsultasikan dengan dokter apabila mengalami gejala berikut:

 

  • Nyeri ulu hati terjadi setiap minggu.

  • Kesulitan saat menelan atau sulit memenuhi asupan kalori harian.

  • Penderita nyeri ulu hati berusia di atas 60 tahun.

  • Sensasi dada terasa nyeri atau terbakar (menyerupai angina). 

  • Muntah darah atau cairan berwarna gelap menyerupai bubuk kopi.

  • Feses berwarna hitam, berdarah, atau merah tua.

  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas.

  • Demam.

  • Detak jantung tidak teratur.

  • Lemas dan kelelahan yang tidak biasa.

  • Tidak mengalami perbaikan dengan konsumsi obat-obatan.

 

Demikian penjelasan mengenai beberapa kebiasaan yang dapat memicu nyeri ulu hati. Perlu diingat bahwa nyeri ulu hati dapat dipicu oleh berbagai faktor dan informasi di atas tidak dapat mewakili kondisi seluruh penderita nyeri ulu hati. Guna mengetahui penyebab pasti dan penanganan yang tepat, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

 

Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat jika mengalami gejala yang mengarah pada nyeri ulu hati, seperti sensasi terbakar di dada dan kesulitan menelan. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab gejala, menilai tingkat keparahannya, dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, langkah pemeriksaan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung fasilitas yang tersedia. Meski begitu, tenaga medis akan memastikan pasien mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh, diagnosis yang akurat, serta penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.


Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan mudah, mulai dari mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, hingga melihat hasil pemeriksaan secara online. Unduh MySiloam sekarang untuk menikmati layanan kesehatan dengan lebih praktis.

Sumber

Cleveland Clinic. Heartburn. Diakses pada 2026 | WebMD. Heartburn: Causes, Symptoms, and Treatment. Diakses pada 2026 | WebMD. Beyond Food: Other Causes of Heartburn and GERD. 09National Library of Medicine. Associations between the Symptoms of Gastroesophageal Reflux Disease and Dietary and Lifestyle Behavior Among Young Korean Adults: A Preliminary Cross-Sectional Study. Diakses pada 2026 | MD Anderson Cancer Center. What Happens When You Overeat? Diakses pada 2026 | Pharmacophore. Prevalence of Smokers Among Gastroesophageal Reflux Disease Patients in Western Saudi Arabia Region. Diakses pada 2026 | Cary Gastro. The Impact of Smoking on Heartburn. Diakses pada 2026 | Ther Clin Risk Manag. Dietary and Lifestyle Factors Related to Gastroesophageal Reflux Disease: A Systematic Review. Diakses pada 2026 | Human Nutrition & Metabolism. The Relationship of Gastroesophageal Reflux With Nutritional Habits and Mental Disorders. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail