Perlukah Penggunaan Baby Walker untuk Belajar Berjalan?
Ibu dan Anak

Perlukah Penggunaan Baby Walker untuk Belajar Berjalan?

30 Oktober 2025 5 menit waktu baca
perlukah penggunaan baby walker?

Penggunaan baby walker pada bayi sudah populer dan menjadi salah satu cara orang tua untuk melatih si kecil berjalan. Namun sebenarnya, apakah penggunaan baby walker benar-benar diperlukan untuk membantu bayi belajar berjalan?

 

Dalam artikel ini akan dibahas apa itu baby walker, bahaya penggunaan baby walker, dan alasan penggunaan baby walker tidak disarankan. Mari simak artikel ini untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya.

 

Apa itu Baby Walker?

 

Baby walker adalah alat yang berbentuk seperti kursi dilengkapi dengan roda yang dapat berputar ke segala arah saat bayi mendorong dengan kakinya. Alat ini pun dirancang untuk membantu bayi belajar berjalan tanpa perlu dipegangi oleh orang tua.

 

Meski bertujuan untuk melatih bayi berjalan, penggunaan baby walker rupanya dianggap berbahaya dan memiliki dampak buruk bagi bayi. Banyaknya kasus kecelakaan bayi karena penggunaan baby walker membuat asosiasi profesi dokter spesialis anak terbesar di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics, telah melarang penggunaannya.

 

Bahaya Baby Walker

 

Larangan penggunaan baby walker bukan hanya suatu larangan semata, melainkan memang terdapat bahaya keselamatan yang bisa ditimbulkan. Adapun bahaya penggunaan baby walker adalah sebagai berikut:

 

1. Potensi Bayi Terjatuh

 

Salah satu bahaya utama yang disebabkan oleh penggunaan baby walker adalah potensi bayi terjatuh. Bayi yang menggunakan alat ini cenderung lebih berisiko terhadap kecelakaan seperti terjatuh dari tangga, menabrak benda atau permukaan yang tidak stabil, atau bahkan terjatuh dari tepi tangga yang tinggi. Hal in terjadi karena bayi masih belum memiliki keterampilan motorik dan keseimbangan tubuh yang cukup.

 

2. Bayi Dapat Menggapai Benda Berbahaya

 

Dengan baby walker, bayi dapat lebih mudah menggapai benda-benda di sekitarnya, termasuk benda-benda yang berbahaya seperti bahan kimia, obat-obatan, benda panas, atau benda tajam. Dengan baby walker pula mereka dapat melihat atau meraih benda yang sebelumnya diletakkan di tempat yang tidak dapat mereka raih.

 

Terlebih jika orang tua tidak mendampingi bayi mereka, bayi dapat berisiko mengambil dan memakan benda-benda yang mereka raih. Oleh karena itu, penggunaan baby walker tidak disarankan.

 

3. Bayi Dapat Bergerak Terlalu Cepat

 

Baby walker memungkinkan bayi untuk bergerak dengan cepat, bahkan saat diawasi oleh orang tua. Kecepatan dari baby walker ini dapat menyebabkan mereka kehilangan kendali, sehingga sulit baginya untuk menghindari bahaya di sepanjang jalan. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera pada bayi.

 

4. Bayi Dapat Mudah Terbentur Benda Sekitar

 

Bayi yang menggunakan baby walker cenderung kesulitan dalam mengendalikan arah pergerakan mereka. Hal inilah yang membuat mereka dapat dengan mudah terbentur atau menabrak benda-benda di sekitarnya seperti dinding, furnitur, atau pintu. Benturan ini dapat menyebabkan cedera kepala, luka, atau memar pada bayi.

 

5. Risiko Jari Kaki Terjepit

 

Roda yang dapat berputar ke segala arah dari baby walker ini membuat si kecil lebih leluasa menggerakkan kakinya. Namun perlu diketahui bahwa baby walker memiliki celah roda yang berisiko membuat jari-jari kaki bayi terjepit saat menggerakkannya. Tak jarang, mereka tidak sengaja memasukkan kakinya pada celah roda tersebut.

 

Efek Samping Pemakaian Baby Walker

 

Selain beberapa risiko bahaya di atas, terdapat pula efek samping pemakaian baby walker dari sisi kesehatan tubuh, yaitu:

 

  • Meningkatkan risiko ketegangan otot: Penggunaan baby walker dapat menyebabkan ketegangan otot pada bayi. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan otot dan membatasi gerakan alami bayi saat baru belajar berjalan.
  • Bayi tidak belajar menyeimbangkan tubuh: Saat menggunakan baby walker, bayi tidak perlu menggunakan otot inti mereka untuk belajar mengatur keseimbangan tubuh karena bertumpu pada baby walker. Hal ini dapat menghambat perkembangan keterampilan motorik bayi yang diperlukan untuk berjalan secara mandiri.
  • Membuat bayi jalan berjinjit: Ketika bayi berjalan dengan baby walker, mereka cenderung mendorong dengan jari-jari kaki, sehingga berpotensi memberikan tekanan berlebih pada jari-jari kaki. Akibatnya, bayi akan terbiasa berjalan dengan pola yang tidak normal seperti jalan berjinjit. 

 

Alternatif Penggunaan Baby Walker

 

Baby walker bukanlah cara yang tepat untuk mendukung perkembangan motorik bayi. Berikut adalah beberapa alternatif dari penggunaan baby walker yang lebih aman:

 

  • Bermain di lantai: Biarkan bayi bermain di lantai dengan area yang aman untuk melatih bayi merangkak, bergerak, berdiri, dan belajar menyeimbangkan tubuh secara alami. Dalam proses ini, bayi dapat meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, dan koordinasi motorik mereka secara alami.
  • Gunakan meja aktivitas: Meja aktivitas adalah alat yang dirancang khusus untuk mendukung eksplorasi motorik bayi. Meja ini dilengkapi dengan berbagai mainan interaktif dengan fitur menarik yang dapat memotivasi bayi untuk meraih, menggerakkan, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar mereka.
  • Mainan dorong: Mainan yang didorong oleh bayi dapat membantu mereka belajar berjalan. Alat ini memungkinkan bayi untuk belajar berjalan secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan roda.
  • Playpen atau baby fence: Playpen atau baby fence adalah pembatas area agar bayi dapat bermain dengan aman. Dengan menggunakan playpen, orang tua dapat memberikan ruang yang aman bagi bayi untuk bergerak, bermain, dan bereksplorasi tanpa khawatir akan risiko terjatuh atau terkena benda berbahaya di sekitarnya.

 

Demikian pembahasan seputar penggunaan baby walker untuk bayi. Kesimpulannya, penggunaan baby walker tidak disarankan untuk digunakan dalam membantu bayi berjalan. Alat ini berpotensi membahayakan keselamatan bayi dan memiliki efek buruk pada perkembangan kemampuan motorik dan keseimbangan tubuhnya.

 

Berbicara mengenai perkembangan si kecil, orang tua perlu menerapkan pola asuh pada anak sesuai dengan perkembangan mereka, terutama pada masa golden age di mana anak membutuhkan dukungan khusus untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan anak.

 

Namun, apabila si kecil mengalami gejala-gejala yang tampak tidak biasa, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan penanganan yang tepat. Silakan gunakan fitur Cari Dokter untuk mengetahui jadwal dokter yang tersedia.


Unduh juga aplikasi MySiloam untuk membantu pemesanan paket kesehatan dan booking dokter yang lebih praktis hingga melakukan telekonsultasi. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail