Berbagai Pengobatan Leukemia selain Kemoterapi, Apa Saja?
Kesehatan Tubuh

Berbagai Pengobatan Leukemia selain Kemoterapi, Apa Saja?

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
pengobatan leukemia selain kemoterapi

Leukemia adalah salah satu jenis kanker darah yang ditandai dengan peningkatan kadar sel darah putih karena adanya gangguan fungsi sumsum tulang. Kondisi ini dapat ditangani melalui berbagai prosedur medis, salah satunya adalah kemoterapi. Namun, di samping itu, terdapat beberapa pengobatan leukemia selain kemoterapi yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Mari simak berbagai metode pengobatannya dalam artikel berikut ini.

 

Macam-Macam Pengobatan Leukemia selain Kemoterapi

 

Kemoterapi adalah salah satu prosedur medis yang kerap dilakukan untuk menangani berbagai jenis kanker, tidak terkecuali dengan leukemia. Melalui terapi ini, dokter dapat menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan serta membunuh sel kanker.

 

Selain kemoterapi, leukemia juga bisa ditangani melalui beberapa prosedur medis lain yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Berikut adalah beberapa metode pengobatan leukemia selain kemoterapi yang kerap digunakan:

 

1. Radioterapi

 

Terapi radiasi atau radioterapi adalah tindakan medis yang memanfaatkan teknologi sinar-X untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan untuk menangani hampir seluruh jenis leukemia, mulai dari leukemia limfoblastik akut (acute lymphocytic leukemia atau ALL), leukemia mieloid akut (acute myeloid leukemia atau AML), leukemia limfositik kronis (chronic lymphocytic leukemia atau CLL), serta leukemia mieloid kronis (chronic myeloid leukemia atau CML).

 

Namun, karena sel-sel kanker leukemia bergerak di dalam aliran darah, terapi ini tidak langsung menargetkan tumor tertentu, melainkan untuk:

 

  • Mencegah dan mengobati penyebaran sel kanker ke sistem saraf pusat serta tulang.

  • Persiapan transplantasi sel induk (stem cell).

  • Menangani nyeri akibat penyebaran sel leukemia (metastasis) ke tulang.

  • Menangani pembesaran limpa dan kelenjar getah bening.

 

2. Terapi Target

 

Terapi target (targeted therapy) adalah terapi yang secara khusus menargetkan sel kanker menggunakan obat-obatan khusus. Terapi ini dapat menghalangi kemampuan sel kanker leukemia untuk berkembang biak dan membelah diri, memotong pasokan darah yang diperlukan sel kanker, maupun membunuh sel kanker secara langsung.

 

Beberapa jenis obat yang kerap digunakan dalam terapi target untuk menangani leukemia adalah sebagai berikut:

 

  • Antibodi monoklonal, seperti gemtuzumab, inotuzumab, ofatumumab, rituximab, dan lain sebagainya.

  • Tyrosine kinase inhibitors, seperti imatinib, dasatinib, ruxolitinib, fedratinib, ponatinib, dan lain-lain.

 

Terapi target umumnya digunakan untuk menangani leukemia ALL, CLL, CML, maupun hairy cell leukemia. Pada kasus ALL, terapi target biasanya akan menggunakan tyrosine kinase inhibitors yang diberikan bersama dengan obat kemoterapi. Sementara pada kasus CML, terapi target bisa digunakan sebagai pengobatan lini pertama.

 

Dalam kasus CLL, terapi target umumnya dilakukan jika leukemia telah berkembang dan sel kanker mengalami rekurensi (kembali muncul). Prosedur ini dapat dilakukan bersamaan dengan kemoterapi ataupun digunakan sebagai pengobatan utama jika tubuh pasien tidak lagi merespons obat kemoterapi.

 

Sedangkan pada pasien dengan hairy cell leukemia, dokter dapat memberikan obat terapi target, terutama rituximab, jika obat kemoterapi tidak bisa mengendalikan leukemia atau sel kanker kembali lagi setelah perawatan kemoterapi.

 

3. Transplantasi Stem Cell

 

Pengobatan leukemia selain kemoterapi selanjutnya adalah transplantasi sel induk (stem cell) atau juga dikenal sebagai bone marrow transplant (BMT). Prosedur ini dilakukan dengan menggantikan sumsum tulang yang menghasilkan sel kanker dalam darah dengan sumsum tulang baru yang sehat.

 

Transplantasi stem cell biasanya dilakukan setelah memberikan radioterapi maupun kemoterapi untuk membunuh sel sumsum tulang yang memproduksi sel yang bersifat ganas. Setelah BMT, pasien akan dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu untuk pemantauan.

 

Transplantasi stem cell dapat dilakukan jika pasien kembali mengalami leukemia atau tubuh pasien tidak merespons pengobatan lainnya. Prosedur ini kerap digunakan untuk menangani pasien leukemia ALL dan AML pada fase pascaremisi. Sementara untuk pasien leukemia CML, pengobatan ini cenderung jarang dilakukan.

 

4. Imunoterapi

 

Sel kanker umumnya akan memproduksi protein yang dapat membantu sel kanker bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh pasien mungkin tidak mengenali sel kanker untuk melawannya. Imunoterapi adalah terapi kanker yang dapat mengganggu proses tersebut. Terapi ini akan membantu sistem kekebalan tubuh pasien membunuh untuk sel-sel kanker.

 

Terapi kanker ini akan menggunakan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan kerja sistem imun tubuh agar bisa melawan sel kanker, dalam hal ini leukemia. Adapun beberapa jenis imunoterapi yang biasanya digunakan untuk menangani leukemia adalah penggunaan obat interferon, interleukin, serta terapi sel CAR-T (chimeric antigen receptor T cell therapy).

 

Imunoterapi biasanya dilakukan untuk menangani leukemia CML dan hairy cell leukemia. Pada kasus CML, imunoterapi dengan interferon alfa kerap digunakan sebagai terapi lini pertama, terutama jika pasien tidak bisa menjalani terapi target.

 

Obat interferon juga dapat diberikan kepada pasien hairy cell leukemia, terlebih jika tidak bisa menjalani perawatan kemoterapi atau obat kemoterapi sudah tidak lagi berpengaruh. Namun, pasien leukemia yang sedang hamil atau memiliki kadar sel neutrofil sangat rendah tidak direkomendasikan untuk menjalani imunoterapi.

 

Jika ingin mengetahui prosedur pengobatan leukemia yang tepat dan sesuai kondisi tubuh, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Atau, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai pusat unggulan pengobatan kanker di Indonesia yang dapat membantu menangani berbagai jenis penyakit kanker secara komprehensif.

 

Aplikasi My Siloam

 

message

ArticleDetail