Kesehatan Tubuh
Leukemia Limfositik Kronis - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Leukemia limfositik kronis adalah kanker darah yang disebabkan oleh adanya kelainan pada sumsum tulang. Ketika mengalami gangguan, sumsum tulang memproduksi limfosit B yang matang namun abnormal secara berlebihan. Sel kanker dapat menyebar secara perlahan, namun tetap diperlukan penanganan sedini mungkin.
Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu leukemia limfositik kronis (LLK) melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Leukemia Limfositik Kronis (LLK)?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, leukemia limfositik kronis atau chronic lymphocytic leukemia adalah salah satu jenis leukemia (kanker darah) yang paling sering terjadi terutama pada orang dewasa. LLK menyerang salah satu tipe sel darah putih, yaitu sel B.
Normalnya, sel B bersirkulasi dalam tubuh untuk melawan infeksi. Namun pada LLK, sel B tumbuh secara abnormal dan tidak menjalankan fungsi imunitas dengan sebagaimana mestinya. Semakin banyak sel B abnormal yang tumbuh, semakin sedikit pula jumlah sel B yang normal. Pada kondisi ini, gejala akan mulai dirasakan.
Kondisi ini umumnya dialami oleh orang berusia 65 tahun ke atas, namun bisa juga dimulai dari usia 30 tahun. Meski berkembang secara perlahan, jenis kanker ini bisa menyebar ke hati, limpa, dan kelenjar getah bening, sehingga penderita perlu mendapatkan penanganan dengan tepat sesegera mungkin untuk menghindari komplikasi serius.
Penyebab Leukemia Limfositik Kronis
Leukemia limfositik kronis terjadi ketika sumsum tulang mengalami gangguan akibat mutasi atau perubahan DNA, sehingga tubuh terlalu banyak memproduksi limfosit (sel darah putih) yang tidak normal. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya mutasi DNA tersebut.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya leukemia limfositik kronis adalah sebagai berikut:
-
Berusia di atas 50 tahun.
-
Berjenis kelamin pria.
-
Ras berkulit putih.
-
Terdapat keluarga dengan riwayat kanker darah atau sumsum tulang.
-
Menderita kondisi medis yang dapat memicu produksi limfosit secara berlebihan, seperti MBL (monoclonal B-cell lymphocytosis).
-
Paparan bahan kimia beracun secara berlebihan.
Gejala Leukemia Limfositik Kronis
Seseorang bisa terkena leukemia limfositik tanpa memunculkan gejala. Oleh karena itu, kondisi ini biasanya terdeteksi secara tidak sengaja ketika penderitanya sedang melakukan tes darah atau pemeriksaan kesehatan rutin. Meski begitu, seiring berjalannya waktu dan perkembangan penyakit, kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti:
-
Pembesaran kelenjar getah bening, tetapi tidak nyeri, di beberapa bagian tubuh seperti leher dan selangkangan.
-
Kelelahan.
-
Sesak napas.
-
Demam.
-
Nyeri pada perut di bagian kiri atas akibat pembesaran limpa.
-
Berkeringat di malam hari.
-
Menggigil.
-
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
-
Sering sakit atau mengalami infeksi.
Diagnosis Leukemia Limfositik Kronis
Agar bisa memberikan diagnosis yang tepat terhadap kondisi ini, dokter perlu melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mendeteksi adanya pembesaran pada kelenjar getah bening, limpa, atau hati. Jika terjadi pembesaran, kemungkinan sel kanker telah menyebar ke organ-organ tersebut.
Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang guna membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan tersebut meliputi:
-
Tes darah, termasuk pemeriksaan darah lengkap, flow cytometry (menentukan limfosit yang terdampak), dan fluorescence in situ hybridization/FISH (mendeteksi perubahan genetik).
-
Pemeriksaan immunoglobulin.
-
Aspirasi dan biopsi sumsum tulang (sampel didapatkan dari tulang panggul, pinggul, dada, maupun tulang belakang).
-
Tes genetik.
Pengobatan Leukemia Limfositik Kronis
Pengobatan leukemia limfositik kronis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Apabila belum timbul gejala atau masih tergolong ringan, biasanya belum diperlukan perawatan yang intensif. Kendati demikian, pasien tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin guna memantau perkembangan penyakit.
Bila sudah menimbulkan gejala atau kondisi pasien semakin memburuk, dokter dapat melakukan sejumlah pengobatan, seperti:
-
Terapi target (terapi yang menargetkan protein tertentu yang digunakan sel kanker untuk berkembang). Terapi target meliputi:
-
Terapi radiasi.
-
Bruton’s tyrosine kinase (BTK) inhibitor therapy.
-
BCL2 inhibitor therapy.
-
Transplantasi sumsum tulang.
-
Transfusi darah.
-
Pembedahan limpa.
Komplikasi Leukemia Limfositik Kronis
Meski berkembang secara perlahan dan dalam jangka waktu yang panjang, chronic lymphocytic leukemia tetap memerlukan perawatan sedini mungkin. Hal ini dilakukan untuk menghindari sejumlah komplikasi serius yang bisa ditimbulkan, di antaranya adalah sebagai berikut:
-
Infeksi berulang, umumnya pada saluran pernapasan.
-
Tumbuhnya kanker yang lebih agresif.
-
Gangguan sistem kekebalan tubuh.
-
Berkembangnya jenis kanker lain, misalnya kanker kulit.
-
Perdarahan pada organ tubuh yang dapat mengancam nyawa, seperti pada otak, paru-paru, atau organ dari sistem pencernaan.
-
Gagal ginjal.
Pencegahan Leukemia Limfositik Kronis
Leukemia limfositik kronis adalah kondisi yang sulit dicegah, mengingat bahwa penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun, seseorang dapat meminimalkan risiko terjadinya LLK dengan mengubah faktor risiko yang dapat dikendalikan, misalnya menghentikan kebiasaan merokok, menghindari paparan zat kimia berbahaya, dan menerapkan pola hidup sehat lainnya, seperti:
-
Olahraga secara rutin.
-
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
-
Mengelola stres.
-
Tidur dan istirahat yang cukup.
Itulah penjelasan mengenai leukemia limfositik kronis yang perlu Anda ketahui. Bila mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi tersebut, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk berkonsultasi, mendapatkan diagnosis, serta penanganan yang tepat dari dokter kami.
Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.




