Penurunan Berat Badan Setelah TKR, Apakah Normal?
Kesehatan Tubuh

Penurunan Berat Badan Setelah TKR, Apakah Normal?

20 Januari 2026 4 menit waktu baca
penurunan badan setelah TKR

Selain nyeri dan perubahan pada kemampuan berjalan, beberapa pasien mengalami penurunan berat badan setelah TKR (total knee replacement). Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan: Apakah penurunan berat badan setelah TKR normal selama masa pemulihan?

 

Penting untuk memahami penyebab penurunan berat badan setelah TKR agar pasien dapat membedakan kondisi yang tergolong normal dan tidak mengabaikan kondisi yang perlu diwaspadai selama masa pemulihan. Simak ulasan selengkapnya mengenai penurunan berat badan setelah TKR melalui artikel di bawah ini.

 

Apakah Penurunan Berat Badan Setelah TKR Wajar?

 

Total knee replacement (TKR) adalah operasi untuk menggantikan bagian sendi lutut yang rusak dengan implan. Pada sebagian pasien, penurunan berat badan setelah TKR memang dapat terjadi, terutama pada fase awal pemulihan. Hal ini umumnya berkaitan dengan stres akibat operasi, perubahan nafsu makan, dan berkurangnya pembengkakan pascaoperasi.

 

Namun, perlu dipahami bahwa penurunan berat badan ini bukanlah hasil yang otomatis atau konsisten dari hasil operasi TKR. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Orthopaedics (2022) menunjukkan bahwa hanya sekitar 6,9% pasien yang mengalami penurunan berat badan setelah TKR. Sebagian pasien memiliki berat badan yang relatif stabil (68%), bahkan sebagian lainnya mengalami kenaikan berat badan (25,1%). 

 

Penurunan berat badan lebih sering ditemukan pada pasien dengan obesitas, namun jumlahnya tetap kecil dan tidak berkaitan langsung dengan perbaikan fungsi lutut setelah operasi. Dengan femikian, TKR tidak dapat dijadikan sebagai metode penurunan berat badan tanpa disertai perubahan pola makan dan gaya hidup yang berkelanjutan.

 

Perawatan Setelah Total Knee Replacement untuk Menjaga Berat Badan Ideal

 

Selama masa pemulihan, pasien sebaiknya menjaga berat badan ideal untuk mencegah berat badan berlebih yang dapat memberi tekanan berlebih pada lutut. Guna menjaga berat badan ideal, penting untuk menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

1. Menerapkan Pola Makan Sehat

 

Setelah diizinkan pulang, pasien biasanya diperbolehkan mengonsumsi makanan seperti biasa. Namun, untuk mendukung proses pemulihan, pasien disarankan untuk memperbanyak konsumsi protein, seperti telur, tahu, tempe, daging rendah lemak, dan ayam. 

 

Pada kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan suplemen zat besi dan vitamin untuk membantu pembentukan darah dan mempercepat penyembuhan luka pascaoperasi. Selain itu, pasien juga dianjurkan minum cairan dalam jumlah cukup dan menghindari konsumsi alkohol.

 

2. Rutin Berolahraga Ringan (Non-weight Bearing)

 

Dokter akan menganjurkan pasien untuk membatasi beban pada kaki yang telah dioperasi pada fase awal pemulihan. Pasien disarankan untuk berolahraga yang tidak menitikberatkan kaki untuk menumpu beban tubuh, misalnya seperti sepeda statis dan berenang. 

 

Pasien juga disarankan untuk berjalan dengan alat bantu dan menjalani rangkaian fisioterapi secara bertahap. Dokter akan memberi tahu kapan waktu yang tepat untuk mulai olahraga dan mobilisasi.

 

Hal-Hal Lain yang Perlu Diperhatikan Setelah Total Knee Replacement

 

Selain pola makan dan berolahraga ringan (non-weight bearing), hal-hal lain yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan setelah total knee replacement adalah sebagai berikut:

 

  • Persiapan rumah

    • Menata ulang rumah, misalnya mengatur furnitur agar pasien mudah bergerak dengan tongkat, walker, atau kruk. Hindari penggunaan tangga bila memungkinkan.

 

  • Perawatan luka

    • Menjaga kebersihkan luka agar tetap kering dan mengganti perban sesuai anjuran dokter.

    • Mengikuti petunjuk dokter kapan boleh mandi.

    • Mewaspadai infeksi jika luka tampak merah atau mengeluarkan cairan.

 

  • Pembengkakan 

    • Pembengkakan pada area lutut yang baru di operasi dapat terjadi selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

    • Bengkak dapat dikurangi dengan cara meninggikan kaki, menggunakan kompres dingin, dan memakai stoking kompresi.

 

  • Obat-obatan

    • Mengonsumsi sesuai aturan.

    • Berkonsultasi dengan dokter jika hendak mengonsumsi obat lain.

    • Mencegah infeksi, misalnya mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter.

 

  • Mengemudi

    • Umumnya pasien dapat kembali mengemudi setelah tidak lagi mengonsumsi obat nyeri opioid dan setelah kekuatan serta refleks anggota gerak pasien sudah kembali normal.

    • Dokter dapat membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai mengemudi kembali.

 

  • Aktivitas seksual

    • Tergantung pada kondisi pasien, aktivitas seksual biasanya dapat dimulai kembali dalam beberapa minggu setelah operasi.

    • Konsultasikan dengan dokter mengenai waktu aman untuk kembali berhubungan seksual.

 

  • Posisi tidur

    • Biasanya pasien diperbolehkan tidur dengan aman dalam posisi telentang, miring ke kanan atau kiri, maupun tengkurap.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Berbagai kondisi yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik merepresentasikan penyebab penurunan berat badan setelah TKR.

 

Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti penurunan berat badan secara drastis hingga nyeri pada bagian tubuh yang dioperasi, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Panggul dan Lutut di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin 

berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Apabila Anda membutuhkan penanganan atau perawatan untuk kelainan sendi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang yang dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir dan tim ahli ortopedi berpengalaman sehingga mampu memberikan diagnosis, perawatan, hingga terapi rehabilitasi gangguan ortopedi secara optimal.

Sumber

NHS. Recovering from a knee replacement. Diakses pada 2026 | International Journal of Obesity. Is lower extremity joint replacement surgery associated with weight loss? An institutional retrospective study of 36,993 cases. Diakses pada 2026 | Archives of Orthopaedic and Trauma Surgery. Patients successfully lose body weight after primary total knee arthroplasty but not more than a matched general population. Diakses pada 2026 | International Orthopaedics. Patients lose weight after a total knee arthroplasty: myth or reality?. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail