Pola Hidup Sehat
Kenali Macam-Macam Penyakit Akibat Lingkungan Kotor

Table of Contents
Sampai saat ini, penyakit akibat lingkungan kotor masih menjadi permasalahan serius di banyak negara, terutama di kawasan yang padat penduduk. Pasalnya, lingkungan yang tercemar dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Ketahui macam-macam penyakit akibat lingkungan kotor melalui ulasan di bawah ini.
Macam-Macam Penyakit Akibat Lingkungan Kotor
Lingkungan kotor tidak hanya bisa menyebabkan ketidaknyamanan tetapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh. Pasalnya, tinggal atau mengunjungi daerah dengan lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, terutama dalam waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko terjangkitnya beberapa penyakit, mulai dari diare hingga malaria. Berikut uraian selengkapnya.
1. Diare
Salah satu penyakit akibat lingkungan kotor yang umum terjadi adalah diare. Kuman penyebab penyakit yang berasal dari lingkungan kotor bisa masuk ke dalam tubuh melalui tangan atau makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Diare sendiri merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan adanya peningkatan frekuensi buang air besar dengan feses yang cair atau encer. Salah satu penyebab diare adalah adanya infeksi usus yang bisa disebabkan oleh virus (misalnya rotavirus), bakteri (misalnya E. coli), atau parasit (misalnya Giardia).
Lingkungan yang kotor, misalnya akibat pembuangan air limbah sembarangan, mengonsumsi air dari sumber yang tidak bersih, tidak mencuci tangan sebelum makan dan setelah pergi ke tempat yang kotor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami diare.
2. Kolera
Penyakit akibat lingkungan kotor berikutnya adalah kolera, suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae yang bisa ditemukan di dalam air minum yang terkontaminasi bakteri tersebut.
Kondisi ini ditandai dengan gejala diare parah hingga muntah. Salah satu ciri khas diare pada penderita kolera adalah feses yang menjadi cair dan berwarna putih pucat menyerupai susu atau air cucian beras. Lingkungan yang tercemar dapat menurunkan kualitas air minum sehingga risiko infeksi bakteri penyebab kolera menjadi meningkat.
3. Kudis
Kudis (scabies) juga termasuk ke dalam daftar penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor. Kudis sendiri merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau jenis Sarcoptes scabiei var. hominis yang ukurannya sangat kecil (mikro).
Sebagai informasi, salah satu faktor risiko terjadinya kudis adalah tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan cenderung kurang terjaga kebersihannya. Kudis biasanya ditandai dengan rasa gatal hebat terutama di malam hari dan munculnya ruam pada kulit.
4. Tinea Pedis
Tinea pedis atau kurap kaki adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur atau parasit yang hidup di lingkungan kotor. Kondisi ini biasanya menyerang sela-sela jari kaki dan menyebabkan penderitanya mengalami gatal hingga kulit bersisik. Infeksi jamur ini dapat menyebar melalui pakaian, handuk, dan air yang terkontaminasi jamur.
5. Hepatitis A
Penyakit akibat lingkungan tidak bersih lainnya adalah hepatitis A. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus HAV, yang mana salah satu faktor risikonya adalah kebersihan lingkungan yang buruk, seperti pembuangan limbah sembarangan dan akses air bersih yang terbatas. Hepatitis A bisa menimbulkan gejala berupa demam, muntah, nyeri sendi, dan perubahan warna urine menjadi gelap seperti teh.
6. Infeksi Saluran Napas
Lingkungan yang kotor juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit yang berkaitan dengan masalah pernapasan, seperti infeksi saluran pernapasan. Pasalnya, kondisi ini disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau jamur yang bisa menyebar di lingkungan yang kotor.
Penularan virus atau bakteri penyebab infeksi saluran napas dapat memasuki tubuh jika seseorang menyentuh hidung, mulut, atau mata dengan tangan yang telah terkontaminasi dan tidak dibersihkan terlebih dahulu.
7. Demam Tifoid
Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini membuat penderitanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan lemas. Kurangnya akses air bersih dan fasilitas toilet yang kotor atau yang telah terkontaminasi bakteri tersebut diketahui dapat menjadi salah satu faktor terjadinya demam tifoid. Karenanya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko demam tifoid.
8. Demam Berdarah Dengue
Penyakit akibat lingkungan kotor berikutnya adalah demam berdarah dengue (DBD). DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Seseorang berisiko lebih tinggi terjangkit demam berdarah dengue apabila tinggal di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya, seperti terdapat timbunan barang bekas yang tidak terpakai dan banyak genangan air.
9. Filariasis Limfatik
Filariasis limfatik adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria yang ukurannya sangat kecil menyerupai benang. Penyakit ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui gigitan nyamuk.
Dalam hal ini, lingkungan yang kotor akan mendukung tumbuh kembang nyamuk yang membawa cacing filaria sehingga meningkatkan risiko filariasis limfatik. Penyakit ini dapat menyebabkan lymphedema dan kaki gajah. Bahkan, bisa memicu pembengkakan skrotum dan hidrokel pada pria.
Itulah beberapa penyakit yang bisa terjadi akibat tinggal atau mengunjungi lingkungan yang kotor. Mengingat beragamnya penyakit yang dapat menyerang, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, setidaknya membersihkan rumah dengan rutin dan menghindari tempat-tempat yang kotor.
Penting untuk diketahui bahwa penyakit akibat lingkungan kotor tergolong cukup beragam. Artinya, ada sejumlah gejala yang mungkin bisa serupa antara satu kondisi dengan kondisi lainnya, yang membutuhkan jenis pengobatan berbeda. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait penyakit akibat lingkungan kotor dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







