Kesehatan Tubuh
Hipoglikemia saat Puasa, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Hipoglikemia saat puasa dapat terjadi karena perubahan jumlah kalori dan lemak yang dikonsumsi sehari-hari. Seseorang bisa dikatakan mengalami hipoglikemia apabila kadar gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL. Hipoglikemia dapat membuat penderitanya merasa pusing saat puasa hingga berisiko kehilangan kesadaran. Mari simak informasi selengkapnya mengenai penyebab hipoglikemia saat puasa dan cara mengatasinya melalui artikel berikut.
Penyebab Hipoglikemia saat Puasa
Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal, lebih tepatnya kurang dari 70 mg/dL. Kondisi ini rentan dialami oleh penderita diabetes karena rendahnya kadar hormon pengatur keseimbangan gula darah (insulin), hingga penggunaan obat-obatan atau suntik insulin yang tidak tepat.
Saat berpuasa, tubuh tidak memperoleh asupan makanan yang dijadikan sebagai sumber energi selama belasan jam. Jika kebutuhan nutrisi tidak tercukupi dengan baik saat makan sahur, tubuh akan menggunakan glukosa cadangan di dalam darah untuk diolah menjadi energi. Akibatnya, kadar glukosa menjadi berkurang dan menyebabkan hipoglikemia.
Hipoglikemia juga bisa bersifat reaktif, sehingga dapat muncul setelah seseorang berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat. Pasalnya, hal ini bisa memicu pengeluaran hormon insulin (hormon pengontrol kadar gula darah) dalam jumlah besar. Akibatnya, kadar gula darah akan menurun secara drastis.
Umumnya, hipoglikemia dapat dideteksi melalui pemeriksaan kadar gula darah. Selain pusing saat puasa, pada kondisi ini penderita juga dapat mengeluhkan sejumlah gejala, seperti tubuh gemetar, cemas, lapar, jantung berdebar, lemas, pandangan kabur, dan tangan berkeringat. Pada kasus yang lebih parah, kondisi ini bisa menyebabkan kejang hingga penurunan kesadaran.
Cara Mengatasi Hipoglikemia saat Puasa
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi hipoglikemia saat puasa, mulai dari tidak melewatkan sahur, membatasi aktivitas fisik berat, hingga buka puasa tepat waktu. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Tidak Melewatkan Sahur
Jika mengalami hipoglikemia saat puasa, pastikan untuk tidak melewatkan sahur pada hari berikutnya. Sebab, melewatkan makan sahur justru dapat memperburuk gejala hipoglikemia karena membuat tubuh tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup untuk diolah menjadi gula darah yang merupakan sumber energi.
2. Membatasi Aktivitas Fisik Berat
Melakukan aktivitas fisik berat saat berpuasa membuat tubuh perlu mengolah glukosa lebih banyak untuk dijadikan sumber energi. Apabila kadar gula darah terlalu rendah, hal ini bisa semakin memperburuk hipoglikemia. Selain itu, disarankan untuk segera beristirahat atau tidur siang sejenak apabila tubuh terasa lemas dan lelah.
Lakukan aktivitas fisik sehari-hari sesuai kemampuan tubuh. Bagi penderita diabetes, disarankan juga untuk beristirahat sebentar setelah melakukan aktivitas yang cukup berat. Waktu yang terbaik untuk aktivitas fisik adalah 10–20 menit sebelum dan setelah berbuka puasa.
3. Mengakhirkan Sahur dan Menyegerakan Buka Puasa
Tips menghadapi hipoglikemia saat puasa berikutnya adalah makan sahur mendekati waktu Subuh (tidak terlalu awal) dan berbuka segera saat waktu Magrib tiba. Sahur yang dilakukan tidak terlalu awal membantu menjaga kestabilan kadar gula darah lebih lama selama berpuasa.
Saat sahur, pastikan tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan minum air putih yang cukup hingga mendekati azan Subuh. Sementara saat berbuka, dahulukan minum air putih dan konsumsi kurma atau makanan manis alami dalam porsi wajar untuk membantu meningkatkan kadar glukosa darah secara bertahap setelah seharian berpuasa.
4. Segera Membatalkan Puasa
Apabila mengalami gejala hipoglikemia yang parah pada siang hari, disarankan untuk segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula murni sebanyak 30 gram (2 sendok makan), seperti larutan madu, air gula, permen gula murni, sirup gula murni, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membantu mengembalikan kadar gula darah normal di dalam tubuh.
Cara Mencegah Hipoglikemia saat Puasa
Sebagian penderita diabetes kerap merasa cemas untuk berpuasa karena khawatir mengalami hipoglikemia. Meski demikian, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes untuk meminimalkan risiko terjadinya hipoglikemia saat puasa. Beberapa cara tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui apakah tubuh dalam kondisi yang aman untuk berpuasa. Penderita diabetes disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, yaitu sekitar 6–8 minggu sebelum bulan Ramadan.
-
Berkonsultasi dengan dokter terkait penyesuaian jenis, dosis, dan frekuensi obat antidiabetes.
-
Memilih waktu puasa yang tepat. Sebaiknya, hindari berpuasa apabila sedang dalam kondisi tidak sehat.
-
Minum air putih yang cukup yaitu kurang lebih 2 liter per hari dengan metode 2-4-2 (2 gelas air putih saat buka puasa, 4 gelas air putih di malam hari, dan 2 gelas air putih saat sahur) untuk mencegah dehidrasi yang bisa memengaruhi kadar gula darah di dalam tubuh.
-
Pengaturan pola makan yang tepat pada saat sahur dan saat berbuka puasa. Hindari makan dengan porsi yang berlebihan.
-
Memeriksa kadar gula darah secara rutin. Pasien dan keluarga juga perlu dibekali dengan pengetahuan tentang gejala-gejala hipoglikemia, serta bagaimana melakukan pertolongan pertama pada saat terjadi hipoglikemia.
Penting untuk digarisbawahi bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila hipoglikemia yang terjadi saat puasa dipicu oleh faktor lainnya yang tidak disebutkan dalam artikel ini.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami tanda-tanda tak biasa selama puasa yang mengarah pada kondisi hipoglikemia, seperti pusing tak tertahankan disertai rasa lemas berlebih dan pandangan berangsur kabur, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda-beda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Dasar Diabetes
5 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Skrining Komplikasi Diabetes
6 Service/Item
Rp690.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Basic
Skrining Lite
4 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Advanced
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Glucose Fasting / Gula Darah Puasa
Darah, Gula/ Diabetes
1 Service/Item
Rp40.500







