Kesehatan Tubuh
Berbagai Penyebab Sariawan saat Puasa, Ini Cara Mengatasinya

Table of Contents
- Penyebab Sariawan saat Puasa
- Cara Mengatasi Sariawan saat Puasa
- 1. Berkumur Menggunakan Air Garam atau Minyak Kelapa
- 2. Berkumur Menggunakan Teh Kamomil
- 3. Menggunakan Lidah Buaya
- 4. Menggunakan Cuka Apel
- 5. Mengoleskan Madu setelah Berbuka Puasa
- 6. Menghindari Konsumsi Makanan Tertentu
- 7. Memenuhi Asupan Vitamin C dan B12 saat Sahur dan Berbuka Puasa
- 8. Berkumur dengan Mouthwash
Selama berpuasa, mulut biasanya akan menjadi lebih kering karena tidak mengonsumsi makanan maupun minuman dalam jangka waktu tertentu. Selain menyebabkan bau mulut, kondisi ini juga berisiko menyebabkan timbulnya sariawan. Mari kenali penyebab sariawan saat puasa beserta cara mengatasinya melalui pembahasan berikut ini.
Penyebab Sariawan saat Puasa
Stomatitis atau sariawan adalah luka peradangan pada rongga mulut yang bisa menimbulkan rasa nyeri. Sariawan merupakan luka kecil yang muncul di dalam mulut, biasanya pada bibir, pipi, gusi, atau lidah. Secara umum, kondisi ini bisa terjadi kapan saja, tidak terkecuali saat sedang berpuasa. Sebetulnya, apa penyebab munculnya sariawan saat puasa?
Sariawan cenderung rentan terjadi saat bulan puasa karena perut yang kosong dalam jangka waktu tertentu bisa merangsang asam lambung naik menuju kerongkongan hingga mencapai mulut. Mulut kering juga bisa menjadi tempat yang baik bagi bakteri dan kuman untuk berkembang biak, sehingga peradangan seperti sariawan di mulut akan lebih rentan terjadi..
Selain itu, tidak mengonsumsi makanan dalam jangka waktu tertentu juga bisa menyebabkan level kortisol tubuh meningkat. Kortisol adalah hormon stres dan memungkinkan untuk menyebabkan sariawan.
Iritasi pada mulut yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti makan yang terlalu cepat, bibir tergigit secara tidak sengaja, sikat gigi terlalu keras sehingga melukai gusi, mengonsumsi makanan yang asam dan pedas, serta kebiasaan merokok juga dapat menjadi penyebab munculnya sariawan.
Selain itu, kondisi ini juga bisa diperparah dengan kurangnya asupan nutrisi tertentu seperti vitamin C, zink, kalsium, dan vitamin B kompleks yang mungkin bisa terjadi selama berpuasa.
Cara Mengatasi Sariawan saat Puasa
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi sariawan saat puasa, seperti berkumur dengan air garam atau minyak kelapa, menggunakan lidah buaya, mengoleskan madu, hingga memenuhi asupan vitamin C dan B12 saat sedang sahur maupun berbuka puasa. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Berkumur Menggunakan Air Garam atau Minyak Kelapa
Cara mengatasi sariawan saat puasa yang pertama adalah berkumur menggunakan air garam. Pasalnya, air garam memiliki sifat antiseptik yang bisa membantu mempercepat proses pemulihan sariawan. Untuk membuat larutan air garam, campurkan 1 sendok teh garam dapur ke dalam ½ gelas air hangat. Lalu, berkumurlah menggunakan air garam selama kurang lebih 15–30 detik setelah sahur dan berbuka.
Selain air garam, minyak kelapa juga bisa digunakan untuk membantu mengobati rasa perih akibat sariawan yang muncul di area rongga mulut. Anda dapat mencoba berkumur dengan menggunakan 1 sendok makan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) sebanyak tiga kali sehari. Selain itu Anda juga dapat mengoleskan sedikit minyak kelapa ke luka sariawan sebanyak 3–4 kali dalam sehari hingga sariawan membaik.
2. Berkumur Menggunakan Teh Kamomil
Berkumur menggunakan teh kamomil juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan sariawan di lidah dan bibir yang muncul saat sedang berpuasa. Hal ini dikarenakan teh kamomil mengandung asam tanin yang bisa membantu meredakan nyeri pada sariawan.
Gunakanlah teh kamomil yang sudah didiamkan selama beberapa saat hingga berwarna kuning pekat. Lalu, gunakan teh kamomil tersebut untuk berkumur sebanyak 3–4 kali sehari, seperti saat sahur, setelah berbuka puasa, dan sebelum tidur.
3. Menggunakan Lidah Buaya
Ternyata, khasiat gel lidah buaya tidak hanya untuk meredakan jerawat yang meradang saja, namun juga bisa membantu mengatasi sariawan yang muncul selama sedang berpuasa. Gel lidah buaya dipercaya dapat membantu meredakan iritasi, mengurangi rasa nyeri, dan peradangan. Kendati demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas gel lidah buaya dalam mengatasi sariawan.
4. Menggunakan Cuka Apel
Cara mengatasi sariawan saat puasa berikutnya adalah berkumur menggunakan larutan cuka apel. Hal ini dikarenakan cuka apel mengandung asam asetat yang dapat membunuh bakteri jahat serta mempertahankan keseimbangan mikroflora di dalam rongga mulut.
Caranya pun terbilang mudah, cukup larutkan 1 sendok makan cuka apel dalam segelas air, lalu gunakan larutan tersebut untuk berkumur. Apabila larutan cuka apel masih terlalu asam, encerkan kembali dengan menambahkan air putih secukupnya.
5. Mengoleskan Madu setelah Berbuka Puasa
Salah satu obat sariawan alami yang mudah ditemukan adalah madu. Madu memiliki senyawa yang bersifat antiradang dan antibakteri sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri serta mempercepat proses pemulihan sariawan. Untuk menggunakannya, cukup oleskan madu pada area yang terdapat sariawan setelah berbuka puasa.
6. Menghindari Konsumsi Makanan Tertentu
Pada dasarnya, terdapat beberapa jenis makanan yang berisiko menghambat proses penyembuhan atau bahkan memperburuk sariawan, di antaranya adalah makanan pedas, asam, asin, serta makanan yang bertekstur kasar.
Oleh karenanya, disarankan untuk menghindari makanan tersebut dalam menu sahur dan berbuka guna mengoptimalkan proses pemulihan sariawan saat puasa. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menghindari minuman bersuhu panas agar tidak mengiritasi mulut serta membuat sariawan semakin terasa perih.
7. Memenuhi Asupan Vitamin C dan B12 saat Sahur dan Berbuka Puasa
Cara mengatasi sariawan saat puasa yang terakhir namun tidak kalah penting adalah memenuhi asupan vitamin C dan B12 saat sahur maupun berbuka puasa. Sebab, dua jenis vitamin tersebut diketahui dapat membantu mempercepat proses penyembuhan sariawan.
Adapun beberapa jenis makanan kaya vitamin C yang baik dikonsumsi dalam menu sahur dan berbuka puasa adalah kiwi, jeruk, jambu biji, stroberi, brokoli, dan lain-lain. Sementara itu, beberapa makanan yang mengandung vitamin B12, di antaranya hati sapi, kerang, susu, telur, daging dada ayam, dan lain sebagainya.
8. Berkumur dengan Mouthwash
Mouthwash adalah cairan antiseptik yang digunakan untuk membersihkan seluruh rongga mulut dengan cara dikumur setelah menggosok gigi. Cairan ini berfungsi untuk membersihkan dan mengurangi kuman hingga ke sela-sela gigi dan gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
Mouthwash yang disarankan ketika sedang sariawan adalah yang mengandung antiseptik, povidone iodine, dan bahan lainnya yang dapat membunuh bakteri, virus, atau jamur dan yang dapat melapisi permukaan mulut pada luka sariawan.
Selain untuk sariawan, mouthwash juga bermanfaat untuk menyegarkan bau mulut. Namun, untuk berjaga-jaga, sebaiknya gunakanlah mouthwash saat belum masuk waktu puasa jika khawatir ciaran tersebut tidak sengaja tertelan.
Secara umum, sariawan yang muncul saat sedang berpuasa bisa ditangani melalui perawatan mandiri di rumah dengan beberapa cara di atas. Namun, apabila telah melakukan perawatan mandiri di rumah dan sariawan tidak kunjung mereda, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan Dokter Spesialis Kedokteran Gigi di Siloam Hospitals terdekat agar masalah sariawan tidak menjadi berkepanjangan.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Besar Riyanto, SpKG
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Mataram
Tersedia :
Tersedia hari ini







