Langkah Perawatan Epilepsi yang Penting untuk Diketahui
Kesehatan Tubuh

Langkah Perawatan Epilepsi yang Penting untuk Diketahui

14 Mei 2025 4 menit waktu baca
Perawatan epilepsi

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang ditandai oleh serangan kejang berulang yang sering kali disertai penurunan kesadaran. Serangan epilepsi dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang, membatasi aktivitas dan mengganggu kualitas hidupnya. Namun, dengan perawatan yang tepat, sebagian besar orang dengan epilepsi dapat mengalami peningkatan kualitas hidupnya dan  frekuensi serta keparahan serangan kejang dapat diminimalisasi.

 

Mari simak penjelasan lengkap seputar perawatan pada pasien epilepsi melalui artikel di bawah ini.

 

Langkah Perawatan Epilepsi

 

Perawatan pasien epilepsi memerlukan perhatian lebih, mengingat bahwa kondisi ini dapat terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Berikut adalah beberapa perawatan epilepsi yang perlu diperhatikan:

 

1. Memahami Pertolongan Pertama Epilepsi

 

Apabila tinggal bersama pengidap epilepsi, maka memahami langkah pertolongan pertama pada pasien epilepsi adalah hal yang penting. Pemberian pertolongan pertama dapat meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang bisa membahayakan pasien. Langkah-langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan yaitu:

 

  • Menjaga ketenangan dan tidak meninggalkan penderita saat kejang.
  • Hitung lama waktu kejang dari awal hingga selesai.
  • Melonggarkan pakaian di sekitar leher penderita.
  • Menyingkirkan benda-benda yang berisiko melukai penderita saat kejang terjadi.
  • Jika sedang berada di tempat ramai, minta orang-orang di sekitar untuk mundur dan memberi ruang bagi penderita.
  • Baringkan penderita dalam posisi miring secepat mungkin, kemudian beri bantal atau tumpukan kain di bawah kepalanya.
  • Buka rahang penderita untuk membuka jalan pernapasan agar bisa bernapas dengan baik dan mencegahnya tersedak akibat air liur atau muntah.
  • Hindari memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita saat kejang terjadi. 
  • Jangan berusaha untuk menahan tubuh penderita saat kejang sedang terjadi. 
  • Usahakan untuk selalu mengajak bicara penderita untuk memantau kapan ia sadar kembali. Ketika tersadar, penderita biasanya merasa linglung. Pada saat kondisi tersebut, terus dampingi dan tenangkan penderita.

 

2. Mengedukasi Orang Terdekat

 

Meski kondisi ini sudah cukup umum terjadi, tak sedikit orang yang masih belum memahami dan memiliki kesadaran akan gejala epilepsi. Ketidaktahuan tersebut dapat menimbulkan rasa khawatir yang berlebihan, dan membuat mereka tidak tahu harus berbuat apa saat berhadapan dengan penderita epilepsi yang mengalami kejang.

 

Maka dari itu, edukasi lengkap mengenai epilepsi kepada orang-orang terdekat menjadi salah satu upaya yang bisa mendukung perawatan epilepsi secara optimal.

 

3. Mencatat Waktu Kejadian Kejang

 

Pada perawatan epilepsi, mencatat kapan saja serangan epilepsi terjadi juga tak boleh dilewatkan. Adapun beberapa hal yang perlu dicatat adalah sebagai berikut:

 

  • Tanda-tanda sebelum terjadinya serangan kejang, sehingga bisa membantu menentukan apakah terdapat pemicu tertentu dari kejang.
  • Waktu (tanggal dan jam) terjadinya kejang.
  • Durasi kejang.
  • Perubahan perilaku atau tingkat kesadaran penderita ketika sedang mengalami kejang dan sesudah kejang.
  • Obat-obatan yang dikonsumsi penderita.

 

4. Mempersiapkan Skenario saat Kejang

 

Perawatan epilepsi berikutnya adalah mempertimbangkan atau menyiapkan suatu perencanaan mengenai apa yang harus dilakukan ketika penderita mengalami serangan kejang. Penting untuk memastikan bahwa orang-orang yang berada di dekat penderita memahami langkah-langkah pertolongan pertama pada penderita kejang.

 

5. Mendukung Aktivitas Pasien

 

Penderita epilepsi tetap bisa melakukan aktivitas secara normal, seperti bersekolah, berolahraga, bahkan menjalani hobby. Dalam perawatan epilepsi, dukungan keluarga ketika penderita menjalani kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu menjaga kondisi fisik, mental, kesehatan, serta emosionalnya dengan baik.

 

Usahakan pula untuk selalu mendampingi penderita saat menjalani aktivitasnya, terutama saat sedang menjalani aktivitas yang berisiko menimbulkan kejang atau membahayakan saat kejang terjadi, seperti berenang. Pastikan penderita tidak melakukan kegiatan yang terlalu melelahkan karena hal tersebut juga bisa memicu kejang.

 

Akan lebih baik lagi apabila keluarga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter supaya dokter dapat merekomendasikan jenis aktivitas apa saja yang aman dijalani oleh penderita.

 

6. Menyiapkan Pengamanan Ekstra

 

Serangan kejang pada penderita epilepsi adalah kondisi yang tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Jadi, dalam upaya perawatan epilepsi, usahakan untuk memberi pengamanan ekstra pada tempat tinggal penderita, misalnya dengan memasang lapisan pengaman di perabotan yang memiliki sudut-sudut runcing, memasang karpet tebal, menyimpan kunci cadangan, menjaga lantai tetap kering, dan pengamanan lainnya.

 

7. Menyiapkan Obat-obatan yang Dibutuhkan

 

Pengobatan epilepsi bertujuan untuk mengelola gejala epilepsi yang timbul. Maka dari itu, penting untuk selalu membawa obat-obatan yang diperlukan di mana dan kapan pun untuk berjaga-jaga apabila terjadi serangan kejang.

 

Bagi anak dengan epilepsi yang sudah memasuki bangku sekolah, pastikan bahwa ia memahami dosis serta  cara bagaimana mengonsumsi obat-obatan tersebut. Jika diperlukan, jelaskan pula kepada guru atau wali pendampingnya di sekolah.

 

8. Menjaga Kesehatan Mental Penderita

 

Kondisi epilepsi, terutama pada anak-anak, terkadang dapat memengaruhi kondisi emosional anak, sehingga ia cenderung menjadi tidak percaya diri, bahkan hingga depresi. Itulah mengapa menjaga kesehatan mental anak termasuk ke dalam salah satu perawatan epilepsi yang penting agar anak bisa menjalani aktivitasnya secara normal.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Penderita epilepsi perlu mendapatkan perawatan sesegera mungkin dari dokter, apabila:

 

  • Muncul gejala baru saat epilepsi kambuh.
  • Muncul efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi, misalnya alergi (seperti sulit bernapas, muncul ruam kulit, dan gatal), koordinasi tubuh menurun, frekuensi kejang bertambah, muntah, atau lebih sering mengantuk.
  • Mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit jantung atau diabetes.
  • Pasien tidak sadarkan diri saat berlangsungnya episode kejang.
  • Kejang berlangsung selama lebih dari 5 menit, terjadi secara berulang-ulang, dan tidak ada waktu pulih di antara serangan kejang.
  • Mengalami cedera.
  • Sedang dalam kondisi hamil.
  • Tak kunjung sadarkan diri setelah kejang berhenti.

 

Itulah penjelasan seputar perawatan epilepsi yang penting untuk diketahui, terutama jika Anda berada dekat dengan penderita epilepsi. Sebagai langkah perawatan lebih lanjut, penderita dapat melakukan pemeriksaan secara rutin di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai perkembangan kondisinya.


Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk melakukan pemeriksaan secara langsung dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Sebelum itu, buat janji temu terlebih dahulu untuk mempercepat akses layanan kesehatan melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail