Ibu dan Anak
7 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi

Table of Contents
Situasi di tengah pandemi COVID-19 mempengaruhi banyak hal, termasuk kesehatan mental anak. Anak-anak harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran sekolah daring dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi tersebut bukan hanya berpengaruh pada kualitas pembelajaran, tapi juga kesehatan mental anak. Pasalnya, sekolah bukan hanya tempat anak belajar, tetapi juga bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-temannya.
Jika Anda khawatir bagaimana anak-anak menghadapi situasi pandemi ini, Anda tidak sendirian. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui untuk menjaga kesehatan mental anak selama pandemi.
Gejala Stres pada Anak di Masa Pandemi
Situasi pandemi bisa berdampak pada munculnya stres pada anak. Berikut beberapa tanda anak mengalami stres:
- Emosi yang tidak stabil, mudah marah atau menangis
- Menurunnya tingkat konsentrasi
- Perubahan kebiasaan dan perilaku
- Cemas berlebihan
- Tampak murung
- Menarik diri dari lingkungan
- Clingy (kecenderungan untuk selalu dekat dengan orang tua atau pengasuh)
- Gangguan tidur
- Nafsu makan menurun
Dampak Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Anak
Pandemi yang berlangsung lama dan tak pasti memberikan dampak yang cukup besar terhadap psikis atau kesehatan mental anak. Beberapa dampak yang mungkin dirasakan anak misalnya:
1. Menurunnya Motivasi
Banyaknya pembatasan kegiatan menyebabkan berkurangnya aktivitas dan rutinitas yang biasa kita jalani. Hal tersebut berdampak pada berkurangnya motivasi, baik bagi orang tua maupun anak-anak.
2. Merasa Kehilangan
Selain hilangnya aktivitas sosial, tak sedikit anak harus menghadapi situasi kehilangan anggota keluarga karena COVID-19. Ada pula yang mengalami kesulitan karena orang tua kehilangan pekerjaan. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental di masa pandemi.
Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi
Tak ada yang tahu sampai kapan pandemi akan berlangsung. Yang jelas, Anda sebagai orang tua perlu membantu anak-anak melewati situasi yang serba tak pasti ini. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental anak selama pandemi:
1. Jaga Komunikasi yang Baik
Menjaga komunikasi yang baik penting untuk mengatasi stres pada anak. Anak ingin merasa dekat dengan orang tuanya ketika mereka memiliki masalah dan perlu berbicara. Membaca situasi dan merespons dengan tepat adalah cara terbaik agar komunikasi tetap berjalan lancar.
2. Mendengarkan Pendapat dan Keluhan Anak
Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, mendengarkan pendapat dan keluhan anak bisa membantu orang tua mengetahui apa yang sebenarnya mereka rasakan, meski pendapat mereka tak harus Anda setujui sepenuhnya. Hal tersebut menunjukkan kepedulian Anda terhadap anak sehingga mengurangi tingkat kecemasan yang mereka rasakan.
3. Berikan Banyak Perhatian
Memberi perhatian ekstra merupakan salah satu cara menjaga kesehatan mental anak selama pandemi. Beri perhatian dan kasih sayang sehingga mereka selalu merasa dicintai. Coba fokus mendengarkan apa yang mereka katakan. Bila perlu, hentikan sejenak aktivitas yang sedang Anda lakukan untuk memperhatikan anak dengan baik.
4. Dampingi Anak
Meski kegiatan banyak dilakukan di rumah, pastikan Anda tetap mendampingi mereka selama beraktivitas. Dampingi anak saat belajar daring selama pandemi dan bantu mereka jika mengalami kesulitan. Model pembelajaran daring atau jarak jauh membuat durasi anak menatap layar perlu diperhatikan. Dampingi anak termasuk ketika mereka menghabiskan waktu bermain game atau menonton video di depan layar.
5. Menjaga Rutinitas
Walaupun kegiatan berkurang selama pandemi, tetap pastikan untuk menjaga rutinitas anak selama di rumah. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan mental anak dan mencegah stres selama pandemi.
Cari cara agar anak memiliki aktivitas di rumah yang membuat mereka tetap ceria dan bersemangat. Sediakan waktu bermain bersama anak. Anda juga bisa menjadwalkan olahraga bersama di rumah secara rutin untuk menjaga kesehatan.
6. Menjadi Contoh yang Baik
Cara mengatasi stres pada anak selama pandemi selanjutnya ialah menjadi role model yang baik. Contoh yang bisa Anda berikan misalnya mengajarkan kepada anak bagaimana cara menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan, makan makanan bergizi, olahraga secara teratur di rumah atau melakukan hobi yang menyenangkan bersama anak.
7. Bantu Anak Tetap Terhubung dengan Temannya
Penutupan sekolah dan berbagai pembatasan lainnya membuat anak tidak dapat bermain dengan teman-temannya dan merasa kurang bersosialisasi. Hal ini juga bisa menjadi penyebab anak mengalami stres selama pandemi. Supaya tetap aman dan menghindari pertemuan, bantu mereka tetap terhubung dengan temannya melalui video call. Biarkan mereka bercerita satu dengan lain agar anak kembali ceria.
Hal-hal di atas penting untuk diperhatikan agar kesehatan mental anak tetap terjaga selama masa pandemi. Jika ada perubahan perilaku atau timbul gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas pada anak Anda, jangan ragu untuk konsultasikan ke psikolog atau dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






