Kesehatan Tubuh
Ini Perbedaan Aneurisma dan Diseksi Aorta, Jangan Keliru

Table of Contents
Aneurisma aorta dan diseksi aorta adalah penyakit yang memengaruhi pembuluh darah aorta. Keduanya dapat mengancam nyawa apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Kedua kondisi ini sering kali menimbulkan kebingungan karena sama-sama melibatkan pembuluh darah aorta yang merupakan pembuluh darah terbesar dalam tubuh dan keduanya bisa memiliki gejala serupa. Untuk memahami lebih lanjut mengenai perbedaan aneurisma aorta dan diseksi aorta, mari simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.
Perbedaan Aneurisma Aorta dan Diseksi Aorta
Sebelum memahami perbedaan aneurisma aorta dan diseksi aorta, penting untuk mengetahui apa itu aorta terlebih dahulu. Aorta adalah pembuluh darah arteri terbesar di dalam tubuh manusia yang terhubung ke jantung. Pembuluh darah arteri ini mendistribusikan darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.
Ketika jantung memompa, darah akan didorong melalui katup aorta untuk menuju pembuluh darah aorta. Pembuluh darah aorta memanjang ke atas lalu melengkung ke bawah. Pembuluh darah aorta melewati rongga dada, rongga perut, dan berakhir di panggul.
Pembuluh darah yang lebih kecil bercabang dari berbagai titik pembuluh darah aorta dan mengalirkan darah ke saraf, organ, dan otot di seluruh tubuh. Aneurisma aorta dan diseksi aorta adalah dua masalah yang sering menyerang aorta.
Lantas, apa perbedaan aneurisma aorta dan diseksi aorta? Berikut penjelasannya:
Aneurisma Aorta
Aneurisma aorta adalah suatu kondisi ketika area pada dinding aorta mengalami kelemahan sehingga menyebabkan dinding aorta menggelembung dan mudah robek atau pecah. Kondisi ini bisa terjadi di bagian mana saja dari sepanjang aorta.
Diseksi Aorta
Diseksi aorta adalah suatu kondisi ketika lapisan terdalam dari dinding pembuluh darah aorta robek sehingga menyebabkan lapisan dalam tersebut terpisah dengan lapisan tengah dinding pembuluh darah aorta. Akibatnya, darah mengalir mengisi sela-sela robekan dan membentuk saluran darah palsu di dinding pembuluh darah aorta. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan dinding aorta rentan pecah akibat tekanan darah yang tinggi.
Apakah Aneurisma Aorta dapat Meningkatkan Risiko Diseksi Aorta?
Ya. Aneurisma aorta merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya diseksi aorta. Pada kondisi aneurisma aorta, dinding pembuluh darah aorta sudah melemah dan meregang, sehingga pembuluh darah menjadi lebih rentan terhadap robekan yang dapat menyebabkan diseksi aorta. Pada beberapa kasus, diseksi aorta menjadi gejala pertama yang muncul dari aneurisma aorta yang sebelumnya tidak menunjukkan tanda atau gejala apa pun.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa aneurisma aorta dan diseksi aorta adalah dua kondisi yang berbeda tetapi saling berkaitan. Banyak aneurisma aorta yang tidak menimbulkan gejala secara langsung. Namun, seiring berjalannya waktu, aneurisma aorta dapat meningkatkan risiko diseksi aorta.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Aneurisma aorta dan diseksi aorta dapat menimbulkan gejala yang berbeda tergantung lokasi dan tingkat keparahannya.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
-
Nyeri dada atau nyeri perut yang berat dan muncul mendadak.
-
Nyeri tajam yang menjalar ke punggung, leher, atau rahang.
-
Sesak napas.
-
Denyut jantung cepat.
-
Pusing atau pingsan.
-
Kelemahan atau kesemutan pada tangan dan kaki.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis karena kondisi ini dapat mengancam nyawa.
Pencegahan Aneurisma Aorta dan Diseksi Aorta
Aneurisma aorta dan diseksi aorta mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, namun risikonya bisa dikurangi dengan menerapkan beberapa langkah berikut ini:
-
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin: Apabila memiliki faktor risiko atau telah terdiagnosis sedang menderita aneurisma aorta, maka lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini bisa mencegah perkembangan aneurisma aorta serta menurunkan risiko diseksi aorta.
-
Memantau tekanan darah: Salah satu faktor risiko aneurisma aorta adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Itulah sebabnya, menjaga tekanan darah agar tetap terkontrol dengan baik merupakan suatu langkah yang penting dalam mencegah aneurisma aorta dan diseksi aorta.
-
Berhenti merokok: Perokok aktif atau mantan perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami aneurisma aorta atau diseksi aorta. Segera konsultasikan dengan dokter mengenai upaya yang tepat untuk berhenti merokok.
-
Memberitahukan kepada dokter mengenai gejala yang muncul: Jika mengalami gejala, seperti nyeri dada terutama nyeri dada tajam yang tak tertahankan dan menjalar ke bagian tubuh lainnya, sesak napas, atau pingsan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter guna mencegah perburukan kondisi yang dapat mengancam nyawa.
-
Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan olahraga secara teratur: Gaya hidup yang sehat dapat membantu mengurangi risiko kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan salah satu penyebab utama aneurisma aorta.
-
Berhati-hati saat beraktivitas: Contohnya, menggunakan sabuk pengaman saat menyetir mobil untuk menghindari benturan atau cedera pada dada.
Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung. Oleh sebab itu, jika mengalami nyeri dada atau perut, denyut jantung cepat, kesemutan pada kaki dan tangan, hingga pingsan, segera kunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.
Setiap detik sangat berarti bagi kesehatan jantung Anda. Penanganan yang cepat dan tepat merupakan kunci untuk mencegah risiko yang lebih serius. Karena itu, pertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan dalam memilih rumah sakit jantung terbaik.
Siloam International Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung yang cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Manfaatkan Chest Pain Ready Hospital di Siloam dan hubungi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.
Sumber
Cardiology Explained Chapter 12. Aneurysm and dissection of the aorta. Diakses pada 2024 | Healthline. Aortic Dissection vs. Aneurysm: What’s the Difference?. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Olahraga
Skrining Jantung, Skrining Pelari
13 Service/Item
Rp2.000.000







