Pola Hidup Sehat
Perbedaan Dietisien dan Nutrisionis yang Jarang Diketahui

Table of Contents
Dietisien dan nutrisionis adalah dua profesi yang umum ditemui dalam dunia gizi. Keduanya sama-sama memiliki keahlian dalam bidang pangan dan gizi, sehingga memiliki kredibilitas untuk memberikan saran mengenai pola makan sehat yang sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh. Lantas, apa perbedaan dietisien dan nutrisionis? Ketahui jawabannya melalui ulasan di bawah ini.
Perbedaan Dietisien dan Nutrisionis
Seperti yang sudah dijelaskan, baik dietisien dan nutrisionis adalah dua peran dalam bidang medis yang mempelajari ilmu tentang gizi serta pola makan yang sehat. Karena kesamaan bidangnya, tidak banyak orang yang tahu mengenai perbedaan dietisien dan nutrisionis. Berikut adalah uraian mengenai perbedaan dietisien dan nutrisionis selengkapnya.
1. Definisi
Perbedaan dietisien dan nutrisionis yang pertama dapat dilihat dari definisinya. Nutrisionis adalah orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan saran mengenai masalah gizi serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola makan sehat sehari-hari. Pasien atau klien juga dapat berkonsultasi dengan nutrisionis terkait dengan pola makan yang tepat untuk mencegah penyakit atau meringankan gejala penyakit tertentu.
Namun, nutrisionis atau yang dikenal juga dengan ahli gizi ini tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan tindakan medis pada pasien. Bila pasien mengeluhkan kondisi tertentu dan membutuhkan konsultasi lebih lanjut, biasanya pasien akan diarahkan untuk menemui ahli diet atau dietisien.
Dietisien adalah tenaga medis profesional dalam bidang gizi yang dapat memberikan konsultasi pada pasien terkait masalah gizi serta cara untuk menanganinya. Seorang dietisien juga bisa merawat orang dengan masalah gizi akibat penyakit tertentu.
Dalam hal ini, dietisien biasanya akan bekerja sama dengan tenaga kesehatan atau spesialis lainnya untuk memberikan penanganan yang tepat kepada pasien.
2. Pendidikan dan Gelar
Perbedaan dietisien dan nutrisionis berikutnya bisa dilihat dari pendidikan yang ditempuh dan gelar yang didapatkan. Seorang nutrisionis telah menempuh pendidikan dalam bidang ilmu gizi dengan gelar Sarjana Gizi (S.Gz.) dan dapat dilanjutkan hingga ke jenjang Magister Gizi (M.Gz.). Kendati demikian, sebenarnya tidak semua nutrisionis memiliki atau terdaftar dalam akreditasi formal.
Sementara itu, dietisien adalah ahli diet yang telah menempuh penyetaraan formal dengan gelar RD (Registered Dietitian). Di Indonesia, seorang dietisien umumnya memiliki kualifikasi universitas terakreditasi di program Akademi Gizi (B.Sc Gizi), Diploma III Gizi (Ahli Madya Gizi), Diploma IV Gizi (Sarjana Terapan Gizi), atau Sarjana Gizi (S.Gz).
Setelah lulus dari universitas, calon dietisien perlu menjalani pendidikan profesi gizi dan lulus uji kompetensi sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.
3. Lingkup Kerja
Lingkup kerja juga menjadi salah satu perbedaan dietisien dan nutrisionis. Ahli gizi atau nutrisionis lulusan universitas terakreditasi dapat melanjutkan karier di perusahaan makanan, menjadi peneliti, atau di lembaga kesehatan masyarakat yang didukung oleh swasta maupun negara. Namun, perlu dicatat bahwa nutrisionis tidak bisa bekerja di rumah sakit atau memberikan penanganan pada orang-orang dengan penyakit tertentu.
Sementara itu, dietisien memiliki ruang lingkup kerja yang lebih luas. Ahli diet bisa bekerja di rumah sakit sebagai RD (Registered Dietitian) yang memberikan saran mengenai diet yang tepat bagi pasien kepada tim medis, misalnya pasien kanker, diabetes, HIV, dan lain sebagainya.
RD juga bisa menangani pasien secara pribadi dengan kondisi medis khusus, seperti orang yang baru menjalani operasi atau memiliki penyakit kronis.
4. Kondisi yang Ditangani
Kondisi yang ditangani oleh nutrisionis maupun dietisien tidak jauh berbeda, keduanya sama-sama menangani masalah yang berkaitan dengan gizi. Hanya saja, dietisien biasanya tidak hanya memberikan saran gizi kepada pasien, namun bisa memberikan rujukan kepada dokter spesialis gizi klinik untuk pasien-pasien dengan kondisi sakit kritis (critically ill).
Selain itu, dietisien juga dapat memasangkan jalur infus untuk mengalirkan nutrisi ke dalam tubuh pasien, serta memberikan masukan pada dokter yang merujuk jika preskripsi diet kurang sesuai dengan kondisi pasien.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan dietisien dan nutrisionis yang perlu Anda pahami. Apabila Anda memiliki masalah gizi dan ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.
Apabila memerlukan perawatan dari rumah, Anda dapat memesan layanan Homecare - Coordinated Care dari Siloam Hospitals melalui aplikasi MySiloam. Layanan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan pendampingan perawat secara langsung di rumah (menginap atau pulang pergi), serta pemantauan berkala oleh dokter umum dan dokter spesialis jika diperlukan. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







