Kesehatan Tubuh
Perbedaan Divertikulosis dan Divertikulitis, Begini Gejalanya

Table of Contents
Divertikulosis dan divertikulitis adalah kondisi yang memengaruhi usus besar yang dapat menyebabkan munculnya rasa nyeri pada perut dan gejala-gejala sistem pencernaan lainnya. Keduanya dapat menimbulkan benjolan kecil atau kantong-kantong kecil pada usus yang disebut divertikula.
Lantas, apa perbedaan divertikulosis dan divertikulitis? Artikel ini akan mengulas perbedaan keduanya dari segi gejala, lengkap dengan faktor risiko hingga kapan perlu diperiksakan ke dokter. Oleh karena itu, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Perbedaan Divertikulosis dan Divertikulitis
Divertikulosis dan divertikulitis adalah penyakit divertikular yang dapat dibedakan dari sisi pengertian dan gejala yang ditimbulkan. Berikut adalah penjelasannya.
A. Apa Itu Divertikulosis dan Divertikulitis?
Divertikulosis adalah kondisi ketika kantong-kantong kecil yang menonjol, disebut sebagai divertikula (bentuk jamak dari divertikulum), tumbuh di dalam saluran pencernaan. Kantong-kantong ini biasanya terbentuk di dinding usus besar, meski sebagian besar muncul di usus besar bagian sigmoid.
Sementara itu, divertikulitis adalah kondisi ketika satu atau lebih kantung divertikulum mengalami peradangan atau infeksi. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan terkadang dapat menyebabkan komplikasi yang serius jika tidak segera ditangani.
B. Gejala Divertikulosis dan Divertikulitis
Divertikulosis umumnya tidak menunjukkan gejala. Namun, beberapa orang dapat merasakan berbagai keluhan ringan yang disebut sebagai penyakit divertikular somatik. Beberapa keluhan yang dapat muncul adalah sebagai berikut:
-
Kram perut bagian bawah.
-
Nyeri ringan atau rasa tidak nyaman pada perut.
Di sisi lain, gejala divertikulitis dapat terasa berat. Gejala penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba, seperti:
-
Kram perut.
-
Nyeri perut.
-
Perubahan kebiasaan buang air besar.
-
Konstipasi (sembelit).
-
Diare.
-
Demam dan menggigil.
-
Mual.
-
Muntah.
Divertikulosis yang tidak menimbulkan gejala tergolong bukan masalah serius. Sementara itu, divertikulitis dapat menimbulkan gejala nyeri pada perut yang terasa tajam dan cukup intens. Pada beberapa orang, rasa sakit ini awalnya terasa ringan dan memburuk dalam beberapa hari. Jika demikian, penderita memerlukan perawatan dari dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
C. Faktor Risiko Divertikulosis dan Divertikulitis
Penyebab pasti divertikulosis dan divertikulitis masih belum jelas. Namun, terdapat faktor-faktor tertentu yang berperan dalam meningkatkan risiko kondisi ini, meliputi:
-
Genetik. Gen tertentu dapat membuat sebagian orang lebih rentan mengalami kondisi tersebut.
-
Gaya hidup. Gaya hidup berikut dapat meningkatkan risiko divertikulosis dan divertikulitis:
-
Sering mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi daging merah.
-
Kurang aktivitas fisik.
-
Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan steroid.
-
Obesitas.
-
Merokok.
Selain itu, peneliti juga tengah menggali faktor kemungkinan lain yang mungkin juga dapat menimbulkan penyakit divertikulosis dan divertikulitis. Faktor-faktor tersebut meliputi bakteri atau feses yang tersangkut di kantong dalam usus besar dan adanya perubahan mikrobiota yang terdiri dari bakteri dan organisme lain dalam usus.
Seiring bertambahnya usia, dinding usus besar dapat melemah pada beberapa bagian. Ini merupakan fenomena normal dan umum terjadi yang dapat menyebabkan terbentuknya kantong di dinding usus besar. Lebih dari sepertiga orang dewasa berusia 50–59 tahun memiliki divertikulosis, dan lebih dari dua pertiga pada usia di atas 80 tahun mengalaminya.
Tak hanya itu, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Scandinavian Journal of Gastroenterology (2023), divertikulosis cukup umum ditemukan pada pasien yang menjalani prosedur kolonoskopi. Meski begitu, sebagian besar pasien dengan divertikulosis tidak mengalami divertikulitis dalam periode 10 tahun ke depan. Artinya, risiko perkembangan penyakit divertikulosis menjadi divertikulitis relatif rendah.
Apakah Penderita Penyakit Divertikular Perlu Menghindari Kacang dan Biji-bijian?
Dulu, penderita penyakit divertikular disarankan untuk menghindari makanan, seperti kacang, biji-bijian, jagung, dan popcorn guna mencegah divertikulitis. Namun, hingga kini belum ada bukti yang kuat untuk mendukung anjuran tersebut. Namun, penderita disarankan untuk menghindari daging merah karena dapat meningkatkan risiko divertikulitis.
Tak hanya itu, penderita penyakit divertikular juga sebaiknya menghindari obat-obatan yang berkaitan dengan perdarahan saluran pencernaan, meliputi:
-
Aspirin, kecuali diresepkan untuk serangan jantung atau pencegahan stroke.
-
Cyclooxygenase inhibitors (COX inhibitors).
-
OAINS.
Kapan Harus ke Dokter?
Gejala divertikulitis dapat terasa sangat intens. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut apabila mengeluhkan gejala berikut:
-
Mengalami nyeri perut yang parah dan disertai muntah, perut membengkak, atau kesulitan buang air besar maupun kentut.
-
Perdarahan saluran cerna yang biasanya ditandai dengan BAB berdarah.
-
Mengalami penurunan kesadaran atau kebingungan, kulit tampak pucat atau bercak-bercak, suhu tubuh sangat tinggi atau rendah, atau kesulitan bernapas/bernapas cepat, yang merupakan tanda dan gejala dari sepsis, yakni kondisi gawat darurat akibat respons abnormal sistem imun terhadap infeksi.
Demikian penjelasan mengenai perbedaan divertikulosis dan divertikulitis dari segi gejala yang ditimbulkan. Perlu diingat bahwa informasi di atas bertujuan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran maupun diagnosis langsung dari dokter.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada penyakit divertikular, seperti kram perut, munculnya darah pada feses, hingga konstipasi, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menerapkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahap pemeriksaan untuk kondisi ini dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung fasilitas yang tersedia. Namun, tenaga medis akan memastikan proses pemeriksaan mengikuti standar keselamatan tinggi sehingga pasien mendapatkan penanganan yang tepat.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan, mulai dari mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, dan memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Scandinavian Journal of Gastroenterology. Diverticulosis and Risk of Diverticulitis in 10 Years; a Swedish Retrospective Observational Study. Diakses pada 2025 | Verywell Health. What’s the Difference Between Diverticulitis and Diverticulosis?. Diakses pada 2025 | NHS. Diverticular Disease and Diverticulitis. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Diverticulosis. Diakses pada 2025 | Medline Plus. Diverticulosis and Diverticulitis. Diakses pada 2025 | Medical News Today. What Are the Differences Between Diverticulosis and Diverticulitis?. Diakses pada 2025
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






