Bercak dan Gatal pada Kulit, Tanda Panu, Kadas, atau Kurap?
Kesehatan Tubuh

Bercak dan Gatal pada Kulit, Tanda Panu, Kadas, atau Kurap?

05 Juni 2025 3 menit waktu baca
perbedaan panu kadas kurap

 

Panu, kadas, dan kurap adalah jenis penyakit kulit yang menimbulkan gejala serupa, seperti muncul ruam dan gatal pada kulit yang terdampak. Lantas, apa saja perbedaan panu, kadas, dan kurap? Untuk mengetahui perbedaan panu, kadas, dan kurap selengkapnya, mari simak artikel berikut sampai tuntas.

 

Perbedaan Panu, Kadas, dan Kurap yang Jarang Disadari

 

Sebetulnya, adakah perbedaan panu, kadas, dan kurap? Perlu diketahui bahwa kurap dan kadas adalah istilah yang digunakan orang awam untuk menyebut kondisi medis yang serupa, yaitu tinea corporis. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan antara kurap dan kadas sebagai penyakit kulit.

 

Namun, kurap atau kadas ini memiliki perbedaan dengan masalah kulit lainnya, yaitu panu. Lantas, apa saja perbedaan kadas atau kurap dan panu tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Dari Penyebabnya

 

Perbedaan panu dan kadas (kurap) yang pertama dapat dilihat dari penyebabnya. Pada dasarnya, panu dan kadas atau kurap sama-sama disebabkan oleh infeksi jamur. Namun, jenis jamur yang menyebabkan dua penyakit kulit ini berbeda. Pityriasis versicolor atau panu adalah kondisi yang disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia furfur.

 

Sebetulnya, jamur tersebut sering kali ditemukan pada permukaan kulit dan tidak berbahaya. Namun, pada kondisi tertentu, jamur Malassezia dapat tumbuh dengan cepat yang membuat munculnya panu. Belum diketahui secara pasti apa kondisi yang menyebabkan jamur Malassezia tumbuh dengan cepat. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh perubahan hormon, keringat berlebih, malnutrisi, hingga kulit yang terlalu berminyak.

 

Di sisi lain, kurap atau kadas adalah kondisi medis akibat adanya infeksi jamur golongan dermatofita (jenis jamur yang memerlukan protein keratin dari kulit untuk berkembang biak), seperti Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum. Jamur tersebut dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita kurap, hewan peliharaan yang mengidap kurap, ataupun benda dan tanah yang telah terkontaminasi oleh jamur penyebab kurap.

 

Selain itu, terdapat faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kurap, di antaranya adalah:

 

  • Tinggal di daerah beriklim panas dan lembap.

  • Sering menggunakan kamar mandi atau barang pribadi bersama-sama.

  • Memiliki hewan peliharaan.

  • Memiliki daya tahan tubuh lemah.

  • Menderita obesitas.

 

2. Dari Gejalanya

 

Kadas biasanya menimbulkan gejala berupa ruam kemerahan yang gatal berbentuk lingkaran dengan bagian tengahnya berwarna lebih terang dan bagian tepinya berwarna lebih gelap (lesi central healing). Awalnya, ruam merah tersebut hanya muncul pada bagian tubuh tertentu, lalu dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti kulit kepala, tangan, kaki, hingga selangkangan.

 

Berbeda dengan kadas yang menyebabkan munculnya ruam kemerahan, panu dapat menimbulkan gejala berupa bercak-bercak pada kulit, baik berwarna gelap ataupun terang (namun lebih sering berwarna terang). Bercak tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal, kulit bersisik, pecah-pecah, dan perih, yang diperparah dengan kondisi lembap atau berkeringat. Gejala-gejala tersebut sering muncul pada bagian tubuh seperti punggung, leher, dada, atau lengan atas.

 

3. Dari Cara Mencegahnya

 

Perbedaan panu dan kadas berikutnya terletak pada cara mencegahnya. Langkah paling efektif dalam mencegah panu yakni dengan menjaga kebersihan kulit agar tidak terlalu lembap. Berikut adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya panu:

 

  • Menjaga kebersihan diri. 

  • Mengeringkan badan dengan benar setelah mandi.

  • Menghindari paparan sinar matahari berlebih.

  • Mengenakan pakaian yang dapat menyerap keringat dengan baik.

  • Rutin mengganti pakaian, terutama saat cuaca sedang panas dan lembap.

 

Sementara itu, pencegahan kadas dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor risikonya, seperti:

 

  • Menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama-sama dengan orang lain.

  • Menggunakan alas kaki ketika berada di luar rumah terutama di lingkungan yang basah.

  • Mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir setelah bermain dengan hewan peliharaan.

  • Menjaga kebersihan hewan peliharaan.

 

Itu dia sejumlah perbedaan panu, kadas, dan kurap yang jarang disadari. Meski tidak berbahaya, masalah kulit tersebut dapat mengganggu penampilan hingga aktivitas sehari-hari. Namun, perlu digarisbawahi bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat dijadikan acuan utama dalam mendiagnosis suatu kondisi.

 

Apabila Anda memiliki keluhan, seperti muncul ruam kemerahan atau bercak-bercak terang yang disertai rasa gatal pada kulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis serta saran penanganan yang tepat.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail