Kesehatan Tubuh
Mengenal Perbedaan Penyakit Huntington dan Parkinson

Table of Contents
Perbedaan penyakit Huntington dan Parkinson penting untuk dipahami karena keduanya merupakan penyakit neurodegeneratif yang banyak dialami oleh masyarakat. Kedua penyakit ini menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu kontrol gerak tubuh dan fungsi kognitif. Untuk memahami perbedaan keduanya secara lebih jelas, simak penjelasan berikut ini.
Perbedaan Penyakit Huntington dan Parkinson
Penyakit Huntington dan Parkinson memiliki sejumlah perbedaan, mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Berikut adalah penjelasannya.
1. Penyebab Penyakit Huntington dan Parkinson
Penyakit Huntington dan Parkinson memiliki penyebab yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama menyerang sistem saraf pusat. Penyakit Huntington disebabkan oleh mutasi genetik pada gen HTT (huntingtin). Mutasi pada gen ini membuat tubuh menghasilkan protein abnormal yang kemudian menumpuk dan secara perlahan merusak sel saraf.
Kerusakan tersebut terutama memengaruhi bagian otak yang mengatur gerakan, emosi, dan daya pikir. Penyakit ini diturunkan dengan pola autosomal dominan, sehingga seseorang dapat mengalami penyakit ini meskipun hanya mewarisi satu gen abnormal dari satu orang tua.
Sementara itu, penyakit Parkinson terjadi akibat kerusakan bertahap pada sel saraf penghasil dopamin yang disebut substantia nigra. Dopamin sendiri berperan penting dalam mengatur gerakan tubuh, sehingga penurunan kadar dopamin dapat menyebabkan gangguan gerak, seperti tremor dan kekakuan.
Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya kerusakan sel saraf pada penyakit Parkinson belum sepenuhnya dipahami. Penyakit Parkinson umumnya berkembang karena multi faktor seperti genetik, usia, dan pengaruh lingkungan.
2. Gejala Penyakit Huntington dan Parkinson
Penyakit Huntington menimbulkan berbagai gejala yang memengaruhi gerakan tubuh, kemampuan berpikir, serta kondisi emosional dan perilaku penderitanya. Berikut adalah beberapa gejalanya:
-
Gerakan tidak terkendali, seperti chorea (gerakan menyentak atau berputar tanpa disadari).
-
Penurunan fungsi kognitif, termasuk gangguan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan mengambil keputusan.
-
Perubahan suasana hati, seperti mudah marah atau sedih.
-
Gangguan perilaku dan kesehatan mental, misalnya gangguan bipolar, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan mania.
-
Perubahan perilaku, seperti bertindak impulsif.
Sementara itu, penyakit Parkinson menimbulkan berbagai gejala yang dapat berbeda pada setiap penderita, tergantung pada jenis gangguan gerak dan usia. Berdasarkan penelitian dari jurnal Jurnal Biomedika dan Kesehatan (2024), gejala Parkinson meliputi gejala motorik dan nonmotorik, seperti:
-
Tremor atau gemetar pada satu sisi tubuh, namun seiring waktu bisa menjalar ke kedua sisi.
-
Kekakuan otot yang dapat menghambat pergerakan.
-
Postur dan gaya berjalan menjadi tidak stabil, ditandai dengan tubuh yang cenderung membungkuk serta langkah yang pendek dan menyeret.
-
Gangguan kognitif, seperti penurunan kemampuan berpikir dan konsentrasi.
-
Gangguan emosional, seperti depresi, mudah marah, kecemasan, rasa takut, dan perubahan suasana hati yang tidak stabil.
3. Pengobatan Penyakit Huntington dan Parkinson
Hingga saat ini, baik penyakit Huntington maupun Parkinson belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Oleh karena itu, pengobatan difokuskan pada upaya mengendalikan gejala, memperlambat penurunan fungsi, serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Pendekatan terapi disesuaikan dengan jenis penyakit, derajat keparahan gejala, serta kebutuhan masing-masing pasien.
Perawatan Huntington bertujuan mengelola gejala motorik dan nonmotorik, antara lain:
-
Tetrabenazine untuk mengontrol gerakan chorea.
-
Obat untuk gejala psikologis, seperti antipsikotik, penstabil mood, antidepresan jika penderita mengalami kecemasan, depresi, atau OCD.
-
Terapi bicara, okupasi, dan fisik untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Sementara itu, pengobatan Parkinson terutama difokuskan untuk mengontrol gejala dan meningkatkan kadar dopamin di otak. Beberapa pengobatan yang dapat direkomendasikan oleh dokter meliputi:
-
Obat peningkat dopamin, seperti levodopa atau carbidopa.
-
Deep brain stimulation, yakni prosedur bedah untuk mengurangi gejala motorik.
-
Terapi fisik dan okupasi, untuk menjaga mobilitas dan kemandirian penderita dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
-
Perubahan gaya hidup, seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan seimbang.
Pada kedua penyakit ini, perawatan jangka panjang biasanya melibatkan kerja sama multidisiplin antara dokter, tim rehabilitasi, serta keluarga pasien. Pendekatan ini bertujuan menyesuaikan penanganan seiring perkembangan penyakit, serta memastikan kebutuhan fisik, emosional, dan sosial pasien tetap terpenuhi.
Apakah Penyakit Huntington dan Parkinson Dapat Dicegah?
Kemungkinan pencegahan penyakit Huntington dan Parkinson sangat bergantung pada mekanisme dasar terjadinya masing-masing penyakit. Pada penyakit Huntington, gangguan terjadi akibat perubahan genetik yang sudah ada sejak lahir.
Karena faktor genetik tidak dapat diubah, penyakit Huntington tidak dapat dicegah melalui intervensi medis maupun perubahan gaya hidup. Namun, pemahaman terhadap riwayat keluarga dan konseling genetik dapat membantu individu dan keluarga dalam memahami risiko serta mempersiapkan pemantauan kesehatan jangka panjang.
Sementara itu, penyakit Parkinson berkembang melalui kerusakan sel saraf tertentu di otak. Hingga saat ini, belum tersedia langkah pencegahan penyakit Parkinson secara spesifik. Meski demikian, kondisi ini tidak muncul secara mendadak, melainkan berkembang perlahan seiring waktu. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tubuh secara umum menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan fungsi saraf dan kualitas hidup.
Kebiasaan hidup aktif, pola makan seimbang, serta pengelolaan kesehatan secara rutin dapat membantu tubuh beradaptasi lebih baik terhadap proses penuaan dan gangguan saraf. Dengan demikian, perhatian terhadap kondisi tubuh sejak dini dan evaluasi medis yang tepat tetap menjadi langkah penting dalam menghadapi kedua penyakit ini.
Kapan Harus ke Dokter?
Parkinson dan Huntington adalah penyakit neurodegeneratif yang memengaruhi otak dan kemampuan tubuh untuk mengontrol gerakan yang akan memburuk seiring waktu. Meskipun keduanya dapat menimbulkan gangguan gerak, perbedaan penyakit Huntington dan Parkinson terlihat pada gejala khas masing-masing dan pendekatan perawatan yang berbeda.
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gangguan gerak, perubahan suasana hati, atau gejala psikologis lain yang mungkin terkait dengan Huntington. Begitu pula jika muncul gejala motorik dan nonmotorik yang mengarah pada Parkinson, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis agar pengobatan dapat dimulai lebih awal dan mencegah penyakit berkembang semakin parah.
Perlu dicatat bahwa penyebab, gejala, dan perawatan yang disebutkan untuk masing-masing penyakit di atas dapat bervariasi pada setiap individu, tergantung kondisi kesehatan, usia, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendapatkan penilaian dan saran medis secara langsung dari dokter.
Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) Subspesialis Neurodegeneratif di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat terkait keluhan yang mengarah pada penyakit Parkinson atau Huntington.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan yang dilakukan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, tenaga medis akan memastikan setiap pasien mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan, termasuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan mengecek hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam untuk mengatur kebutuhan kesehatan dengan lebih mudah dan praktis.
Sumber
Healthline. What’s the Difference Between Parkinson’s and Huntington’s Disease? Diakses pada 2026 | Medical News Today. Can Huntington’s disease be mistaken for Parkinson’s? Diakses pada 2026 | Jurnal Biomedika dan Kesehatan. Gambaran Penyakit Neurodegeneratif: Huntington, Alzheimer, dan Parkinson: Sebuah Tinjauan. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Parkinson’s Disease. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Huntington’s Disease. Diakses pada 2026 | Healthline. What’s the Difference Between Parkinson’s and Huntington’s Disease? Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






