Kesehatan Tubuh
Pertolongan Pertama pada Luka Lecet yang Perlu Dilakukan

Table of Contents
Luka lecet biasanya tidak menimbulkan gejala serius sehingga kerap diabaikan oleh sebagian orang. Padahal, kondisi ini tetap memerlukan pertolongan pertama dan penanganan yang tepat agar luka tersebut tidak terinfeksi yang bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius. Lantas, bagaimana prosedur pertolongan pertama pada luka lecet? Mari ketahui cara mengatasi luka lecet sebagai bentuk pertolongan pertama melalui artikel berikut ini.
Pertolongan Pertama pada Luka Lecet
Luka lecet adalah kondisi ketika lapisan terluar kulit (epidermis) terluka akibat adanya gesekan atau garukan. Kondisi ini biasanya tergolong ringan, sehingga perawatannya dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Meski tergolong ringan, luka lecet juga tetap membutuhkan pertolongan pertama agar terhindar dari risiko infeksi.
Adapun beberapa prosedur pertolongan pertama pada luka lecet yang dapat dilakukan di antaranya:
1. Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir Terlebih Dahulu
Pertama-tama, penting untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir terlebih dahulu sebelum menyentuh luka. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko kontaminasi silang dari tangan ke luka lecet yang bisa memicu terjadinya infeksi.
2. Menghentikan Perdarahan
Langkah berikutnya dalam penanganan luka lecet adalah menghentikan perdarahan. Secara umum, perdarahan dari luka lecet biasanya bisa berhenti dengan sendirinya. Namun, luka pada bagian tubuh tertentu, seperti kepala atau tangan bisa mengeluarkan lebih banyak darah karena area tersebut memiliki banyak pembuluh darah. Perdarahan dapat dihentikan dengan menekan luka secara perlahan menggunakan perban atau kain bersih.
3. Membersihkan Luka dan Area di Sekitarnya
Langkah selanjutnya, segera bersihkan luka menggunakan air mengalir. Jangan lupa untuk membersihkan area di sekitar luka menggunakan sabun berbahan lembut dan air mengalir. Namun, pastikan sabun yang digunakan tidak mengenai luka lecet karena berisiko menimbulkan iritasi.
Selain itu, Anda juga bisa membersihkan luka menggunakan cairan ainus normal saline (NaCl 0.9%). Apabila terdapat debu atau serpihan kotoran yang menempel di sekitar luka, angkat kotoran tersebut menggunakan pinset steril khusus. Segera kunjungi fasilitas kesehatan apabila Anda kesulitan atau tidak dapat membersihkan kotoran tersebut.
4. Mengoleskan Salep Antibiotik atau Petroleum Jelly
Cara mengobati luka lecet selanjutnya adalah dengan mengoleskan salep antibiotik untuk meminimalkan risiko infeksi. Selain itu, bisa juga dengan mengoleskan petroleum jelly untuk menjaga kulit di sekitar luka agar tetap lembap dan mencegah terbentuknya jaringan parut.
5. Menutup Luka dengan Perban
Jika sudah bersih dan perdarahan telah berhenti, segera tutup luka menggunakan kain kasa atau perban steril serta plester khusus. Namun, jika luka berukuran kecil dan tidak berada di area yang kotor atau tidak bergesekan dengan pakaian, Anda bisa membiarkannya tetap terbuka. Jangan lupa untuk mengganti perban yang menutupi luka tersebut setiap 24 jam sekali atau jika perban sudah kotor dan basah.
6. Mengunjungi Dokter
Jika ditemukan tanda-tanda infeksi pada luka, seperti terasa nyeri, bengkak, dan mengeluarkan cairan nanah, segera hubungi dokter guna memperoleh penanganan yang tepat. Dokter dapat memberikan beberapa obat-obatan sesuai dengan kondisi luka yang dialami pasien, seperti obat pereda nyeri maupun antibiotik.
Pada luka tertentu yang memiliki risiko tinggi tetanus, dokter juga dapat mempertimbangkan untuk memberikan antitetanus serum (ATS) ataupun vaksinasi tetanus. Pasalnya, bakteri penyebab penyakit ini sering kali menginfeksi seseorang melalui luka terbuka.
Perlu diingat, informasi di atas hanya ditujukan untuk edukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Maka dari itu, untuk memperoleh penanganan lebih lanjut terkait dengan luka lecet, terutama jika luka terasa nyeri, bengkak, dan mengeluarkan cairan nanah, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, setiap tindakan medis yang dijalani oleh pasien dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan serta pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Agar lebih praktis, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk mencari informasi jadwal praktik hingga membuat janji temu dengan dokter terkait. Bahkan, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk konsultasi virtual dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini







