Premature Ventricular Contractions (PVC): Apa itu, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Premature Ventricular Contractions (PVC): Apa itu, Gejala, dan Pengobatannya

30 April 2025 4 menit waktu baca
dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FESC - Premature Ventricular Contractions

PVC atau premature ventricular contractions adalah kondisi yang ditandai dengan irama jantung tambahan yang berasal dari ventrikel. Kontraksi ventrikel prematur ini terjadi dalam keadaan normal atau tidak normal. PVC dapat terjadi di antara aliran listrik jantung yang normal didahului cetusan listrik yang berasal dari ventrikel.

 

Lantas, apakah PVC dapat menjadi hal yang berbahaya? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut.

 

Apa itu Premature Ventricular Contractions (PVC)?

 

Premature ventricular contractions atau PVC jantung adalah kondisi yang ditandai dengan irama jantung tambahan yang berasal dari ventrikel. PVC juga disebut sebagai ventricular extrasystole atau ventricular premature beats.

 

Normalnya, jantung memiliki ritme yang teratur, di mana sinyal listrik bergerak melalui atrium (ruang atas jantung) sebelah kanan dan kemudian tersebar ke ventrikel (ruang bawah jantung) sebelum memicu kontraksi jantung dan memompa darah ke seluruh tubuh.

 

Namun pada kondisi PVC, terdapat impuls di antara aliran listrik jantung yang normal didahului cetusan listrik yang berasal dari ventrikel.

 

PVC dalam frekuensi yang rendah tidaklah berbahaya. Namun, jika PVC terjadi dengan frekuensi yang tinggi, terus menerus secara berkelanjutan, atau kejadiannya terkait dengan penyakit jantung, hal itu dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti gangguan irama jantung yang lebih parah hingga gagal jantung.

 

Gejala Premature Ventricular Contractions

 

Pada banyak kasus, PVC tidak menimbulkan gejala dan hanya terdeteksi melalui pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Namun, secara umum gejala yang mungkin timbul adalah sebagai berikut.

 

  1. Sensasi berdebar-debar atau denyut jantung tidak teratur.
  2. Sensasi detak jantung seperti terlewat atau berhenti sejenak.

 

Faktor Risiko Premature Ventricular Contractions

 

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami premature ventricular contractions. Beberapa faktor risiko meliputi:

 

1. Penyakit Jantung

 

Seseorang yang memiliki penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyakit katup jantung, atau riwayat serangan jantung, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami PVC.

 

2. Gangguan Elektrolit

 

Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, seperti kadar magnesium, kalium, atau kalsium yang tidak normal, dapat meningkatkan kemungkinan PVC.

 

3. Gangguan Kelenjar Tiroid

 

Disfungsi kelenjar tiroid, baik hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) maupun hipotiroidisme (kelenjar tiroid tidak cukup aktif), dapat menjadi faktor risiko PVC.

 

4. Usia

 

Risiko PVC cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. PVC menjadi lebih umum pada populasi lanjut usia.

 

5. Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup

 

Meskipun belum dapat dipastikan, mengonsumsi kafein, alkohol, dan merokok diketahui dapat memicu PVC. Paparan terhadap stres fisik atau emosional yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko PVC.

 

6. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

 

Beberapa obat-obatan, seperti dekongestan, antihistamin, obat antiaritmia tertentu, teofilin, atau stimulan lainnya, dapat menyebabkan PVC sebagai efek samping.

 

7. Riwayat Keluarga

 

Jika ada riwayat PVC atau gangguan irama jantung lainnya dalam keluarga, maka risiko PVC pada individu tersebut dapat meningkat.

 

Diagnosis Premature Ventricular Contractions

 

Diagnosis PVC melibatkan beberapa langkah evaluasi dan pemeriksaan jantung. Beberapa metode pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosa PVC adalah sebagai berikut

  • Anamnesis atau wawancara medis dengan pasien dan pemeriksaan fisik medis.
  • Tes darah, untuk mengevaluasi kadar electrolyte dan hormon tiroid.
  • Tes stres jantung (cardiac stress test) untuk mengukur detak jantung dan memantau aliran darah melalui arteri jantung selama berolahraga.
  • Elektrokardiogram (EKG).
  • Perekaman aktivitas jantung jangka panjang menggunakan Holter monitoring.
  • Ekokardiogram.
  • Pemeriksaan tambahan seperti MRI atau CT scan jantung.
  • Koroner angiogram, untuk mengidentifikasi ada tidaknya penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung.
  • Terutama dengan Electrophysiology Study sebagai alat diagnostik yang paling akurat.

 

Setelah diagnosis PVC dikonfirmasi, dokter akan merencanakan perawatan dan pengobatan yang tepat serta mengevaluasi gejala, frekuensi, dan penyebab yang mendasarinya

 

Pengobatan Premature Ventricular Contractions

 

Penderita PVC umumnya tidak memerlukan obat rutin. Namun jika frekuensi PVC yang terjadi semakin meningkat dan menyebabkan gejala yang signifikan, maka dokter mungkin akan menyarankan perubahan gaya hidup, meresepkan pengobatan atau melakukan tindakan medis sebagai berikut:

 

1. Perubahan Gaya Hidup

 

Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan adalah dengan mengelola stres dengan teknik relaksasi.

 

2. Mengonsumsi Obat Antiaritmia

 

Dokter dapat meresepkan obat antiaritmia untuk mengendalikan PVC yang sering terjadi atau berkelanjutan.

 

3. Ablasi Kateter

 

Pada kasus yang lebih parah dan tidak responsif terhadap obat, prosedur ablasi kateter dapat direkomendasikan oleh dokter. Dalam prosedur ini, kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah untuk mengisolasi bagian jaringan jantung yang menghasilkan sinyal listrik tidak normal yang menyebabkan PVC.

 

Demikian penjelesan mengenai apa itu PVC hingga cara pengobatan dan pencegahannya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rekomendasi perawatan yang sesuai berdasarkan kondisi terkait dengan penyakit PVC.

 

Apabila mengalami gejala PVC seperti pembahasan di atas, maka jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Sebelmnya, Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk mendapatkan jadwal dokter dan melakukan booking dengan dokter terkait.


Untuk memudahkan, Anda pun dapat menggunakan aplikasi MySiloam yang praktis dalam menemani setiap perjalanan kesehatan Anda. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail