Kesehatan Tubuh
Primary PCI: Ketahui Manfaat, Prosedur, dan Efek Sampingnya

Table of Contents
Primary percutaneous coronary intervention (PCI) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk membuka arteri koroner yang tersumbat secara tiba-tiba, biasanya pada pasien yang mengalami serangan jantung akut. Hingga saat ini, primary PCI menjadi salah satu langkah penyelamatan jantung yang efektif karena dapat mengurangi kerusakan otot jantung dan meningkatkan peluang pemulihan pasien. Mari simak informasi lebih lanjut mengenai primary PCI di bawah ini.
Apa Itu Primary PCI?
Primary PCI (percutaneous coronary intervention) adalah salah satu tindakan yang dilakukan untuk menangani masalah terkait penyumbatan pembuluh darah koroner atau penyakit jantung koroner. Penyumbatan tersebut disebabkan oleh penumpukan plak yang mempersempit pembuluh darah. Arteri koroner sendiri merupakan pembuluh darah utama yang berfungsi memasok darah kaya oksigen dan nutrisi ke otot jantung agar dapat berdetak dan memompa darah.
Hingga kini, penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Dilansir dari Kemenkes, kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner mencapai 600.000 lebih per tahun 2019. Oleh sebab itu, inovasi dalam penanganan penyakit jantung koroner terus dilakukan guna menekan angka kematian tersebut, salah satunya melalui PCI.
Baik primary PCI maupun PCI, keduanya dilakukan dengan prosedur yang sama, yaitu memasang penyangga kecil atau stent untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Hanya saja, primary PCI adalah penanganan yang dipilih dalam situasi darurat, misalnya pada pasien serangan jantung akut (STEMI).
Prosedur ini dinilai cukup efektif untuk menangani penyakit jantung koroner. Penelitian dalam Journal of the American Heart Association (2025) menunjukkan bahwa bila dilakukan tepat waktu, primary PCI lebih efektif dibandingkan dengan terapi trombolitik, dalam menurunkan risiko komplikasi dan kematian pada pasien STEMI. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kecepatan penanganan sejak awal gejala muncul.
Primary PCI vs. Trombolisis
Pada kondisi serangan jantung akut, terdapat dua pendekatan utama untuk mengembalikan aliran darah yang tersumbat, yaitu membuka sumbatan secara mekanis melalui kateter atau melarutkan bekuan darah dengan obat khusus.
Perbedaan mendasar antara primary PCI dan trombolisis adalah pada jenis prosedur yang digunakan. PCI dilakukan secara mekanis dengan memasukkan kateter (selang tipis) melalui pembuluh darah untuk mengevaluasi langsung membuka arteri yang tersumbat. Sumbatan total akan dibuka dengan pemasangan stent (ring jantung). Berbeda dengan trombolisis yang menggunakan suntikan obat melalui infus untuk membantu melarutkan bekuan darah.
Walaupun tujuan tindakannya sama, pemilihan metode sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas, waktu kedatangan pasien, serta kondisi klinis masing-masing individu. Primary PCI dilakukan jika:
-
Pasien tiba di rumah sakit yang memiliki fasilitas kateterisasi jantung.
-
Penanganan dapat dilakukan dalam waktu sekitar 90–120 menit sejak gejala pertama muncul.
-
Tindakan dapat dilakukan segera oleh tim kardiologi intervensi.
-
Pasien memiliki risiko komplikasi tinggi atau sumbatan pembuluh darah yang berat.
-
Trombolisis memiliki kontraindikasi (misalnya riwayat perdarahan tertentu).
Sedangkan trombolisis dilakukan jika:
-
Fasilitas PCI tidak tersedia dalam waktu yang cepat.
-
Akses ke rumah sakit dengan layanan kateterisasi memerlukan waktu lama.
-
Kondisi pasien masih dalam fase awal serangan jantung dan belum terdapat kontraindikasi pemberian obat pelarut bekuan.
Manfaat Primary PCI
Manfaat utama primary PCI adalah mempercepat aliran darah kembali ke otot jantung pada pasien STEMI. Aliran darah bisa dipulihkan lebih cepat sehingga kerusakan otot jantung bisa ditekan, komplikasi berkurang, dan peluang pasien pulih jadi lebih baik.
Itulah sebabnya, primary PCI menjadi terapi standar pada serangan jantung akut jenis STEMI. Penelitian dalam Journal of Clinical Medicine (2025) juga menegaskan primary PCI sebagai standar penanganan STEMI dan menunjukkan bahwa di negara-negara yang telah menerapkan primary PCI dengan baik berhasil menekan angka kematian dalam 30 hari pada STEMI dalam periode 2003–2018.
Prosedur Primary PCI
Primary PCI merupakan prosedur yang dipilih dalam situasi darurat, khususnya dalam waktu kurang dari 12 jam setelah pasien mengalami gejala. Prosedur primary PCI dilakukan dengan memasukkan selang kateter melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau lipat paha menuju arteri koroner. Dengan bantuan pencitraan khusus, dokter mengarahkan alat tersebut ke lokasi sumbatan.
Kateter tersebut dilengkapi dengan balon di ujungnya, lalu diarahkan ke pembuluh darah yang tersumbat dengan bantuan real time sinar-X. Di area yang tersumbat, balon kecil dapat dikembangkan untuk membuka penyempitan. Dalam banyak kasus, dokter juga memasang stent (ring jantung) untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Hal ini akan membuat aliran darah menjadi lebih besar dan kembali lancar.
Risiko Efek Samping dan Komplikasi Primary PCI
Secara umum, tindakan PCI termasuk prosedur minimal invasif yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi dan relatif aman. Meski demikian, seperti prosedur medis lainnya, tetap ada kemungkinan efek samping atau komplikasi yang perlu dipahami pasien. Beberapa komplikasi yang dapat muncul setelah prosedur PCI meliputi:
-
Perdarahan, memar, atau tanda infeksi pada area masuknya kateter.
-
Terbentuknya bekuan darah pada stent yang telah dipasang.
-
Terjadinya penyempitan ulang pada pembuluh darah yang sebelumnya telah dibuka.
-
Risiko stroke, meskipun jarang terjadi.
Itulah penjelasan mengenai primary PCI yang perlu diketahui. Prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika kondisi pasien sesuai dengan indikasi medis. Untuk itu, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan guna menentukan kondisi pasien secara menyeluruh.
Apabila memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Dalam Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi medis, diagnosis, dan saran perawatan yang tepat sesuai kondisi.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait penyakit jantung dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Namun, perlu diingat bahwa penanganan penyakit jantung harus dilakukan secara cepat dan tepat karena setiap detik sangat berharga dalam mencegah kerusakan organ yang lebih luas. Karenanya, dalam memilih rumah sakit jantung terbaik, penting bagi pasien dan keluarga untuk mempertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.
Siloam International Hospitals memiliki layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung yang cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan segera menjalani pemeriksaan EKG dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Manfaatkan Chest Pain Ready Hospitals di Siloam dan hubungi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.
Sumber
NHS. Primary percutaneous coronary intervention (PPCI). Diakses pada 2026 | SAGE Open Medical Reports. Successful management of coronary complications during percutaneous intervention: A case report. Diakses pada 2026 | Journal of The American Heart Association. Comparative Benefits of Primary Percutaneous Coronary Intervention Versus Onsite Fibrinolytic for Patients With ST‐Segment–Elevation Myocardial Infarction: A Quasi‐Experimental Study. Diakses pada 2026 | StatPearls. Percutaneous Coronary Intervention. Diakses pada 2026 | Journal of Clinical Medicine. State of the Art of Primary PCI: Present and Future. Diakses pada 2026 | Kemenkes. Peringatan Hari Jantung Sedunia 2021: Jaga Jantungmu untuk Hidup Lebih Sehat. Diakses pada 2026 | Kemenkes. Cegah Penyakit Jantung dengan Menerapkan Perilaku CERDIK dan PATUH. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Olahraga
Skrining Jantung, Skrining Pelari
13 Service/Item
Rp2.000.000







