Kesehatan Tubuh
Rekomendasi Diet untuk Penderita Alzheimer, Apa Saja?

Table of Contents
Penyakit Alzheimer adalah kondisi medis yang ditandai dengan penurunan fungsi otak, termasuk daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, hingga perubahan perilaku secara progresif. Bagi penderita penyakit Alzheimer, sangat penting untuk memperhatikan pola makan sehari-hari guna meminimalkan risiko perburukan kondisi. Lantas, adakah rekomendasi diet untuk penderita Alzheimer? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Pentingnya Pola Diet Sehat untuk Penderita Alzheimer
Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang dapat memengaruhi fungsi otak secara signifikan. Pada dasarnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya penyakit Alzheimer. Namun, kondisi ini berkaitan dengan penumpukan protein amiloid dan protein tau secara abnormal di dalam otak. Hal inilah yang dapat mengganggu kinerja sel-sel saraf (neuron) di otak hingga menyebabkan kematian pada sel-sel saraf otak.
Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit Alzheimer bisa semakin terus berkembang dan menimbulkan gejala yang lebih parah. Guna membantu mengelola gejala, penderita Alzheimer disarankan untuk menjalani pola hidup sehat sebaik mungkin, termasuk menerapkan diet sehat.
Sebagai informasi, peradangan dan papstres oksidatif (ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan) di dalam tubuh bisa meningkatkan kadar beta-amiloid di otak. Berdasarkan penelitian berjudul Neuroprotective Effects of Quercetin in Alzheimer’s Disease konsumsi makanan yang mengandung antiinflamasi (antiradang) dan antioksidan bisa membantu menurunkan kadar beta-amiloid di otak, sehingga dapat membantu meredakan gejala.
Di samping itu, baik perkembangan penyakit maupun beberapa metode pengobatan Alzheimer mungkin dapat menimbulkan efek samping berupa konstipasi dan mulut kering. Oleh karenanya, sangat penting bagi penderita penyakit ini untuk memperhatikan pola makan yang sehat guna membantu meredakan efek samping tersebut.
Diet antiinflamasi juga dapat membantu mengelola kondisi medis lain yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Sebuah studi dalam Journal of the American Heart Association menjelaskan bahwa sebagian kasus penyakit Alzheimer berkaitan dengan penyakit jantung.
Peradangan kronis diketahui dapat memicu terjadinya penebalan dan pengerasan pembuluh darah, sehingga bisa mengurangi aliran darah dan oksigen menuju otak. Kondisi ini dikenal dengan istilah hipoperfusi yang dapat menyebabkan sel-sel neuron di otak mengalami kerusakan, sehingga bisa memicu penumpukan protein amiloid yang mengakibatkan penyakit Alzheimer.
Di sisi lain, penerapan pola makan sehat juga bisa membantu mengelola kadar gula darah dalam darah dan meminimalkan risiko diabetes tipe 2 yang dapat meningkatkan potensi terjadinya penyakit Alzheimer. Penelitian dalam Frontiers in Nutrition menjelaskan bahwa penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko 60% lebih tinggi untuk mengalami demensia (termasuk penyakit Alzheimer) dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes tipe 2.
Rekomendasi Diet untuk Penderita Alzheimer
Secara umum, terdapat dua pola diet sehat yang disarankan bagi penderita penyakit Alzheimer maupun untuk pencegahan penyakit Alzheimer, yaitu diet mediterania dan MIND diet. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Diet Mediterania
Rekomendasi diet untuk penderita Alzheimer yang pertama adalah diet mediterania, yaitu diet yang dilakukan dengan mengutamakan konsumsi makanan dari sumber tumbuhan yang kaya vitamin, mineral, karbohidrat kompleks, antioksidan, dan sebagainya. Beberapa contoh makanan yang dapat dikonsumsi dalam diet mediterania adalah:
-
Oatmeal.
-
Nasi merah.
-
Ikan tuna.
-
Buah-buahan.
-
Minyak zaitun.
Sebuah studi pada tahun 2021 menjelaskan bahwa diet mediterania yang dilakukan dengan memperhatikan asupan antioksidan, serat, dan asam lemak omega-3 memiliki efek perlindungan pada proses neurodegeneratif, sehingga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.
2. MIND diet
Dilansir dari penelitian dalam jurnal Advances in Nutrition, MIND diet menjadi salah satu pola diet yang direkomendasikan untuk penderita penyakit Alzheimer. Pada dasarnya, MIND diet adalah pola makan yang mengombinasikan diet mediterania serta pola makan DASH (dietary approaches to stop hypertension).
Diet ini utamanya dilakukan dengan mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran hijau, daging unggas, buah-buahan yang kaya antioksidan (seperti buah beri), biji-bijian utuh, kacang-kacangan, daging ikan, dan lain sebagainya. Penerapan MIND diet yang tepat dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif yang kerap dialami oleh penderita penyakit Alzheimer.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Pola Makan Penderita Alzheimer
Selain menerapkan program diet yang dijelaskan di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penderita penyakit Alzheimer terkait dengan pola makan sehari-hari. Beberapa hal tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol.
-
Mengurangi asupan gula rafinasi (refined sugar) yang kerap ditemukan di beberapa makanan olahan, seperti roti, minuman kemasan, kue kering, es krim, dan lain-lain.
-
Membatasi makanan yang tinggi garam.
-
Membatasi hal-hal yang bisa mengganggu fokus penderita Alzheimer saat makan, seperti makan sambil menonton televisi, dan lain-lain.
-
Mengatur meja makan secara sederhana. Disarankan juga untuk menggunakan alat makan dengan warna-warna yang kontras agar memudahkan penderita Alzheimer untuk membedakan alat makan dengan makanan.
-
Memastikan suhu makanan yang dikonsumsi penderita Alzheimer tidak terlalu dingin ataupun matas.
-
Memperbanyak minum air putih untuk menghindari konstipasi dan mulut kering yang kerap muncul sebagai efek samping pengobatan Alzheimer.
-
Mengonsumsi vitamin dan suplemen tambahan. Para peneliti dalam studi observasional dan uji klinis telah mempertimbangkan apakah beberapa vitamin dan suplemen, termasuk vitamin B dan E serta gingko biloba, dapat membantu mencegah Alzheimer atau penurunan kognitif.
Dugaan yang ada adalah bahwa suplemen makanan ini dapat mengatasi kerusakan oksidatif atau peradangan, melindungi sel saraf, atau memengaruhi proses biologis lain yang terlibat dalam Alzheimer. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi vitamin atau suplemen tambahan.
Demikian penjelasan mengenai rekomendasi pola diet untuk penderita Alzheimer yang dapat diterapkan. Namun, perlu diingat bahwa penerapan program diet tersebut harus berada di bawah pengawasan dokter agar bisa membantu mengelola gejala penyakit Alzheimer secara optimal.
Untuk itu, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, dokter bisa memberikan saran asupan makanan dan merencanakan program diet yang tepat dan sesuai kondisi tubuh pasien.
Lebih lanjut, Anda juga dapat memesan Paket Katering Sehat dari layanan Siloam at Home untuk memperoleh asupan makanan sehat dan bergizi seimbang. Paket katering ini mencakup menu makanan yang sudah disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan gizi, serta anjuran pantangan yang perlu diterapkan.
Sumber
Biomolecules. Neuroprotective Effects of Quercetin in Alzheimer’s Disease. Diakses pada 2024 | WebMD. How to Eat Well With Alzheimer's Disease. Diakses pada 2024 | Alzheimer’s Association. Food and Eating. Diakses pada 2024 | Roczniki Państwowego Zakładu Higieny. The Role of Nutrition in Alzheimer's Disease. Diakses pada 2024 | Healthline. Diets to Slow or Prevent Alzheimer’s Disease. Diakses pada 2024 | Frontiers in Nutrition. Diet and Lifestyle Impact the Development and Progression of Alzheimer’s Dementia. Diakses pada 2024 | Advances in Nutrition. The Mediterranean, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), and Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) Diets Are Associated with Less Cognitive Decline and a Lower Risk of Alzheimer's Disease—A Review. Diakses pada 2024 | Frontiers in Nutrition. Diet and Lifestyle Impact the Development and Progression of Alzheimer’s Dementia. Diakses pada 2024 | Kemenkes RSJPD Harapan Kita. Menjaga Kesehatan Jantung untuk Mencegah Demensia. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







