Ibu dan Anak
Mengenal Manfaat Sleep Training pada Bayi dan Cara Melakukannya

Table of Contents
Sleep training pada bayi adalah metode yang bisa dilakukan sebagai cara melatih bayi tidur sendiri serta memiliki jadwal tidur yang jelas. Pasalnya, waktu tidur bayi cenderung tidak teratur dan sering rewel saat terbangun sehingga orang tua kesulitan untuk menenangkannya.
Sleep training adalah metode yang dapat diterapkan oleh orang tua untuk mengatasi masalah tidur pada si kecil. Selain membuat bayi bisa tidur dengan tenang, metode ini tentunya akan membantu orang tua beristirahat dengan baik, terutama di malam hari.
Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai metode sleep training pada bayi dalam ulasan di bawah ini.
Apa itu Sleep Training pada Bayi?
Sleep training pada bayi adalah metode pelatihan agar bayi bisa tidur sendiri dengan tenang meski tanpa bantuan orang tua. Salah satu manfaat menerapkan sleep training adalah membuat kualitas tidur bayi meningkat sehingga ia tidak mudah terbangun di tengah malam.
Sleep training akan sangat bermanfaat untuk bayi yang sering rewel atau suka terbangun saat sedang tidur di malam hari, dan sulit untuk tertidur kembali. Pasalnya, hal ini sering kali membuat orang tua tidak dapat tidur dengan tenang bahkan sampai harus bergadang di malam hari untuk membantu bayi tidur kembali. Akibatnya, baik kualitas hidup orang tua maupun bayi tentu akan terganggu.
Manfaat Sleep Training pada Bayi
Tujuan utama sleep training pada bayi adalah membuat bayi merasa nyaman saat tidur sepanjang malam. Bahkan jika terbangun di malam hari, ia dapat menenangkan diri sendiri dan kembali terlelap dengan tenang.
Bayi membutuhkan total durasi tidur yang berkualitas selama 14–16 jam dalam sehari, dengan total durasi tidur siang 3–8 jam dan tidur malam 8–11 jam per hari. Total durasi tidur bayi berbeda-berbeda sesuai dengan usianya. Selain meningkatkan kualitas tidur si kecil, sleep training pada bayi juga memiliki beberapa manfaat lain, seperti:
-
Mendukung proses tumbuh kembang anak agar menjadi lebih optimal.
-
Membuat anak merasa lebih bahagia sehingga bisa menurunkan risiko masalah perilaku di masa depan.
-
Tidak hanya bayi, orang tua pun perlu mendapatkan tidur yang berkualitas guna menjaga kesehatan fisik dan mentalnya.
Metode Sleep Training
Jenis-jenis metode sleep training yang dapat diterapkan pada bayi adalah sebagai berikut:
1. The Chair
Metode ini dilakukan dengan meletakkan kursi di samping tempat tidur atau sleep box bayi. Orang tua bisa menempati kursi tersebut dan menemani si kecil hingga ia terlelap, kemudian meninggalkan ruangan secara perlahan. Apabila bayi menangis, maka orang tua bisa duduk kembali di kursi tersebut dan menemani si kecil. Seiring berjalannya waktu, jauhkan jarak antara kursi dan sleep box sedikit demi sedikit.
2. Pick Up, Put Down
Melatih anak tidur sendiri juga bisa dilakukan dengan metode pick up put down, yaitu menggendongnya sebentar saat bayi menangis lalu letakkan bayi kembali ke tempat tidur ketika ia sudah terlelap.
3. Bedtime Fading
Pelatihan ini dilakukan dengan menidurkan si kecil lebih awal atau lebih lambat. Misalnya, ibu bisa menggeser waktu tidur bayi 15 menit setiap malam hingga ia menemukan waktu yang diinginkan untuk tidur.
4. Cry it Out
Metode cry it out dalam sleep training pada bayi dilakukan dengan membiarkan bayi menangis saat terbangun di malam hari. Orang tua tidak perlu merespons tangisan tersebut dan biarkan bayi menangis sendirian. Ketika bayi merasa lelah menangis, ia akan menenangkan dirinya sendiri dan kembali terlelap.
5. Metode Ferber
Metode Ferber diterapkan dengan cara menempatkan bayi di tempat tidur ketika ia sudah merasa lelah namun masih terjaga. Ibu bisa mengucapkan selamat malam lalu keluar kamar, dan membiarkannya tertidur sendirian.
Pada metode ini, orang tua tidak dimaksudkan untuk meninggalkan bayi sendirian sepenuhnya, namun orang tua bisa masuk ke dalam kamar sewaktu-waktu untuk mengecek kondisi si kecil. Misalnya setelah 3, 5, atau 10 menit kemudian, akan tetapi jangan terlalu lama berada di dalam kamar.
Kapan Sleep Training Dilakukan?
Sleep training pada bayi dapat dilakukan ketika usia bayi mencapai 4–6 bulan ketika ritme sirkadian bayi yang dapat membantunya mengetahui kapan perlu tidur dan terbangun sudah berkembang. Pada usia 4 bulan, biasanya bayi belum bergantung pada orang tua untuk bisa tidur.
Pelatihan ini paling baik dilakukan ketika bayi berusia 6 bulan. Pada tahap ini, fisik bayi dinilai sudah cukup kuat untuk tidur selama 6–8 jam di malam hari tanpa diselingi makan. Sementara itu, usia paling lambat untuk menerapkan sleep training adalah saat usia bayi 9 bulan.
Cara Menerapkan Sleep Training pada Bayi
Secara umum, beberapa cara menerapkan sleep training pada bayi dengan tepat adalah sebagai berikut:
1. Segera Tidurkan Bayi saat Sudah Mengantuk
Dengan membiarkan bayi tidur ketika ia mulai mengantuk, ia akan terbiasa untuk tidur sendiri. Ketika ia terbangun di tengah malam, bayi pun akan lebih mudah kembali tidur.
2. Pisahkan Diri dari Bayi saat Tidur
Teknik utama dalam pelatihan tidur adalah memberikan bayi kamar tidur yang terpisah dengan orang tua. Dengan cara ini, bayi akan terbiasa lebih mandiri tanpa membutuhkan kehadiran orang tua di dekatnya sehingga bisa membantu mereka belajar untuk tidur sendiri.
3. Pastikan Bayi Memiliki Jadwal Tidur yang Konsisten
Konsistensi dalam menjalankan rutinitas tidur juga memiliki peran penting dalam melatih bayi agar bisa tidur sendiri dengan baik. Ibu perlu membuat jadwal tidur yang tetap dan menjalankannya secara konsisten setiap malam.
Itulah penjelasan mengenai metode sleep training pada bayi yang perlu diketahui orang tua untuk membuat buah hati bisa tertidur dengan tenang. Namun, jika si kecil rewel terus-menerus di malam hari, suka terbangun saat tertidur, dan sulit untuk tidur kembali, jangan ragu untuk meminta saran dokter dengan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat.
Bayi yang terus menangis bisa menjadi salah satu tanda dari kondisi medis tertentu yang memengaruhi kesehatan bayi. Dengan melakukan pemeriksaan lebih awal, orang tua bisa segera mengetahui penyebabnya dan bayi pun bisa mendapatkan penanganan dengan tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk membuat janji temu dengan dokter. Anda pun bisa memanfaatkan fitur dalam aplikasi MySiloam untuk menemukan Rumah Sakit Siloam terdekat dan melakukan Self Check In agar memudahkan Anda check in dan antri lewat virtual queue. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







