Suntik Tetanus saat Hamil, Apakah Aman?
Ibu dan Anak

Suntik Tetanus saat Hamil, Apakah Aman?

04 September 2025 5 menit waktu baca
suntik tetanus saat hamil apakah aman & kapan jadwalnya

 

Tetanus adalah penyakit berbahaya akibat infeksi bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk ibu hamil dan janin yang dikandung. Inilah mengapa suntik tetanus saat hamil bersifat wajib bagi ibu hamil.

 

Lantas, kapan waktu yang tepat dan aman bagi ibu hamil untuk memperoleh vaksinasi tetanus? Mari simak ulasan berikut ini untuk mengetahui tentang manfaat suntik tetanus pada ibu hamil serta jadwal suntik tetanus yang direkomendasikan.

 

Bolehkah Suntik TT (Tetanus Toksoid) saat Hamil?

 

Penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan tubuh dari berbagai penyakit. Agar janin dapat tumbuh dan berkembang hingga lahir secara sehat, ibu hamil perlu memenuhi asupan nutrisi harian, rutin berolahraga, dan mendapatkan vaksinasi, salah satunya adalah suntik tetanus.

 

Kesimpulannya, suntik tetanus aman untuk ibu hamil, dan vaksin ini bersifat wajib guna mencegah dampak fatal dari infeksi tetanus, seperti kelahiran prematur hingga kematian ibu dan bayi. Itulah sebabnya infeksi tetanus perlu dicegah sejak dini.

 

Aturan dan Jadwal Suntik Tetanus saat Hamil

 

Apabila ingin melakukan suntik tetanus saat hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu  dengan dokter terkait kapan waktu yang tepat serta efek samping apa yang mungkin dapat ditimbulkan dari vaksinasi tetanus. Secara umum, berikut adalah jadwal atau aturan waktu yang tepat untuk melakukan suntik TT saat hamil.

 

A. Pada Kehamilan Pertama

 

Suntik tetanus tidak hanya dilakukan sekali. Pada ibu dengan kehamilan pertama, yang sudah pernah mendapatkan vaksinasi rutin di masa anak-anak dan remaja, ibu perlu mendapatkan suntik tetanus sebanyak 2 kali dengan jarak antar pemberian vaksinasi minimal 4 minggu.

 

Sementara itu, ibu dengan kehamilan pertama yang tidak memiliki catatan vaksinasi tetanus perlu mendapatkan suntik tetanus sebanyak 3 kali dengan pemberian awal sedini mungkin. Perlu diketahui, jarak antara suntikan pertama dengan suntikan kedua adalah 4 minggu, lalu kemudian disusul dengan pemberian dosis ketiga pada 6 bulan setelahnya.

 

Tiga dosis suntik tetanus saat hamil dapat memberikan manfaat perlindungan dari infeksi tetanus hingga lima tahun lamanya. Sementara itu, dua dosis vaksin tetanus yang diperoleh saat hamil dapat memberikan perlindungan sampai tiga tahun lamanya.

 

B. Pada Kehamilan Kedua

 

Jika pada kehamilan pertama ibu sudah mendapatkan dua dosis vaksin tetanus, pada kehamilan kedua hanya diperlukan satu kali dosis booster. Namun, hal ini hanya berlaku jika jarak antara kehamilan pertama dan kedua hanya berselang maksimal dua tahun. Apabila kehamilan kedua jaraknya lebih dari 2 tahun dari kehamilan pertama, ibu tetap memerlukan dua dosis suntik tetanus saat hamil.

 

Biasanya, dokter akan memberikan suntikan di area yang minim rasa sakit, seperti di area bokong. Meski begitu, ibu mungkin dapat mengalami rasa nyeri ringan di area suntikan selama beberapa hari. Jika terdapat pembengkakan pada area suntikan, ibu bisa meletakkan kompres es di area tersebut.

 

Jika ibu mengalami rasa nyeri berkepanjangan dan tak kunjung menghilang, sebaiknya ibu segera mengonsultasikan keluhan tersebut dengan dokter. Hindari mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa pengawasan dokter karena bisa berbahaya bagi kehamilan.

 

Manfaat Suntik Tetanus saat Hamil

 

Suntik TT (tetanus toksoid) saat hamil wajib diberikan untuk semua ibu hamil, terutama bagi ibu hamil yang memiliki luka terbuka yang dapat menjadi jalan masuknya bakteri penyebab tetanus atau bagi ibu hamil yang tinggal di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan. Adapun beberapa manfaat imunisasi tetanus bagi ibu hamil adalah sebagai berikut:

 

1. Melindungi Bayi dari Tetanus Neonatal

 

Tetanus neonatal adalah kondisi yang dapat membahayakan bayi baru lahir. Kondisi ini bisa terjadi akibat proses pemotongan tali pusar menggunakan alat atau instrumen yang tidak steril. Kondisi ini sering kali terjadi pada ibu yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan. Namun, apabila ibu sudah mendapatkan vaksin tetanus selama kehamilan, bayi akan terlindungi dari dampak fatal infeksi tetanus sejak masih dalam masa kandungan hingga beberapa bulan setelah lahir.

 

Hal ini dikarenakan bayi sudah mendapatkan imunitas pasif yang diwariskan dari ibunya. Selain itu, suntik tetanus saat hamil juga dapat memberikan efek perlindungan pada bayi baru lahir terhadap risiko batuk rejan, hingga bayi mendapatkan vaksin DPT pada saat imunisasi dasar di usia 6–8 minggu setelah lahir.

 

2. Melindungi Ibu dari Penyakit Tetanus

 

Tak hanya melindungi bayi yang dikandung, ibu hamil yang mendapatkan vaksin TT akan memiliki antibodi untuk melawan infeksi bakteri tetanus yang dapat menyebabkan komplikasi fatal, seperti kematian ibu selama kehamilan atau pada saat melahirkan. 

 

Efek Samping Suntik Tetanus saat Hamil

 

Suntik tetanus saat hamil tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping yang berat, baik pada ibu maupun janin di dalam kandungan. Adapun beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

 

  • Demam ringan.

  • Muntah.

  • Nyeri dan kemerahan di area suntikan.

 

Pada kondisi yang lebih jarang terjadi, efek samping lain yang bisa ditimbulkan dari vaksinasi tetanus adalah:

 

 

Namun, perlu diingat bahwa risiko atau efek samping dari vaksinasi tetanus di atas sangat jarang terjadi. Jadi, jika ibu hamil ingin melakukan vaksinasi tetanus, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan mengenai waktu atau jadwal imunisasi yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan jenis vaksinasi terkait vaksin tetanus pada ibu hamil dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tidak semua fasilitas kesehatan mungkin menyediakan layanan tersebut. Karenanya, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Apabila ibu mengalami sejumlah keluhan selama kehamilan, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh pemeriksaan lebih lanjut, diagnosis yang akurat, serta saran penanganan yang tepat.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Nest Artikel Banner (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail