Ibu dan Anak
Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap Anak sesuai Kemenkes & IDAI

Table of Contents
- Apa Itu Imunisasi Dasar?
- Apa Manfaat Utama dari Imunisasi Dasar Lengkap bagi Bayi?
- Kapan Imunisasi Dasar Lengkap Harus Diberikan pada Anak?
- Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap
- Vaksin Apa Saja yang Termasuk dalam Imunisasi Dasar Lengkap?
- Efek Samping Imunisasi Dasar Lengkap
- Bagaimana Jika Anak Belum Mendapatkan Vaksin?
Pemberian imunisasi dasar lengkap untuk anak perlu diperhatikan oleh orang tua. Sebab, imunisasi dasar adalah salah satu upaya untuk membentuk kekebalan tubuh anak guna mencegah penularaan penyakit berbahaya, wabah, serta membantu anak tidak mudah sakit. Imunisasi dasar lengkap terdiri dari beberapa jenis vaksin, mulai dari polio, BCG, DPT, dan lainnya.
Imunisasi tersebut pun harus diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Agar tidak terlewat, mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Imunisasi Dasar?
Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin, baik pemberian melalui suntikan atau per oral. Terdapat sejumlah imunisasi dasar yang perlu diberikan sejak bayi baru baru lahir. Tujuan imunisasi dasar adalah mencegah terjadinya penyakit, kecacatan, atau kematian. Dengan begitu, anak tidak rentan terkena berbagai penyakit selama masa pertumbuhannya.
Apa Manfaat Utama dari Imunisasi Dasar Lengkap bagi Bayi?
Seperti yang telah disebutkan, tujuan imunisasi dasar anak adalah untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Imunisasi juga menjadi salah satu upaya untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok).
Herd immunity penting untuk dicapai guna mencegah penyebaran penyakit berbahaya pada orang yang tidak bisa mendapatkan imunisasi, misalnya karena kondisi kesehatan tertentu. Jadi, semakin banyak orang yang mendapatkan vaksin, semakin sedikit orang yang terinfeksi penyakit.
Kapan Imunisasi Dasar Lengkap Harus Diberikan pada Anak?
Imunisasi dasar lengkap harus diberikan pada anak sejak usia 0–24 bulan dan terus berlanjut hingga anak berusia 18 tahun. Pemberian imunisasi ini pun harus mengikuti jadwal imunisasi dasar lengkap yang telah ditetapkan oleh Kemenkes dan IDAI.
Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap
Berikut adalah urutan imunisasi dasar lengkap dari Kementerian Kesehatan dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yang dapat diikuti oleh masyarakat Indonesia. Pemberian imunisasi anak ini dilakukan sejak anak baru lahir hingga beranjak dewasa.
1. Usia 0–6 Bulan
Jadwal imunisasi dasar lengkap pada anak usia 0–6 bulan adalah sebagai berikut:
-
Hepatitis B: Vaksin hepatitis B diberikan empat kali, yaitu 24 jam setelah bayi lahir, kemudian di usia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin booster akan diberikan ketika bayi berusia 18 bulan.
-
DPT: Vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) diberikan sebanyak tiga kali, yaitu di usia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin booster akan diberikan dua kali pada usia 18 bulan dan 5–7 tahun.
-
Bacillus Calmette–Guérin (BCG): Vaksin BCG adalah vaksin untuk mencegah penyakit menular tuberkulosis (TBC) yang hanya diberikan satu kali pada usia 0–1 bulan.
-
Haemophilus influenzae type B (HiB): Diberikan sebanyak tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin booster akan diberikan satu kali saat usia 18 bulan.
-
Polio: Vaksin polio oral diberikan ketika bayi lahir sampai berusia 1 bulan, biasanya diteteskan ke mulut bayi ketika bayi akan pulang. Sementara itu, vaksin polio suntik setidaknya perlu diberikan 2 kali sebelum anak berusia 1 tahun. Kemudian, pemberian vaksin polio oral maupun suntikan juga akan dilakukan secara berulang setiap bulan, yaitu usia 2, 3, dan 4 bulan.
-
PCV (pneumokokus): Pemberian vaksin PCV dilakukan sebanyak tiga kali pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin booster akan diberikan saat usia 12–15 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya.
-
Rotavirus: Vaksin rotavirus jenis monovalen akan diberikan sebanyak dua kali. Dosis pertama pada usia 6–12 minggu dan dosis kedua diberikan 4 minggu setelahnya, atau maksimal usia bayi 24 minggu. Sementara itu, vaksin rotavirus jenis pentavalen akan diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 6–12 minggu, kemudian dosis kedua dan ketiganya diberikan 4–10 minggu setelahnya. Dosis ketiga diberikan paling lambat saat anak berusia 6 bulan 29 hari.
2. Usia 6–12 Bulan
Kemudian, ketika anak sudah mencapai usia 6–12 bulan, beberapa imunisasi yang wajib diberikan adalah:
-
Influenza: Imunisasi ini akan diberikan kepada anak saat berusia 6 bulan, dilanjutkan dengan pemberian setahun sekali ketika memasuki usia 18 bulan hingga 18 tahun.
-
Japanese encephalitis (JE): JE diberikan satu kali ketika anak berusia 9 bulan, dilanjutkan dengan booster saat anak berusia 2–3 tahun.
-
Measles, mumps, rubella (MMR): Vaksinasi ini diberikan ketika anak memasuki usia 9 bulan, lalu dilanjutkan booster saat usia 18 bulan atau ketika memasuki usia 5–7 tahun.
3. Usia 12–24 Bulan
Ketika memasuki usia satu tahun, sejumlah imunisasi yang tak kalah penting dan perlu diberikan kepada anak di antaranya:
-
Hepatitis A: Diberikan sebanyak dua kali yang dimulai pada usia 12 bulan dan dilanjutkan dengan interval 6–12 bulan setelah dosis pertama.
-
Varisela: Pemberian varisela dilakukan dua kali ketika anak berusia 12–18 bulan dengan jarak untuk dosis keduanya adalah 6 minggu sampai 3 bulan.
4. Usia 2–18 Tahun
Sementara itu, jadwal imunisasi untuk anak usia 2–18 tahun adalah sebagai berikut:
-
Tifoid: Diberikan sekali pada usia 2 tahun, lalu diberikan ulang setiap 3 tahun sekali sejak usia 5–18 tahun.
-
Dengue: Diberikan sebanyak tiga kali dalam rentang usia 9–16 tahun, dengan masing-masing dosisnya berjarak 6 bulan.
-
HPV: Vaksin HPV (human papillomavirus) diberikan kepada anak perempuan dua kali dalam rentang usia 9–14 tahun dengan jarak 6–12 bulan setiap dosisnya.
Vaksin Apa Saja yang Termasuk dalam Imunisasi Dasar Lengkap?
Orang tua memang dianjurkan untuk memenuhi semua imunisasi anak sesuai usia si kecil. Namun, terdapat beberapa jenis imunisasi dasar lengkap yang bersifat wajib untuk diberikan kepada anak. Jenis-jenis imunisasi tersebut di antaranya adalah:
-
Polio, untuk mencegah penularan penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
-
Hepatitis B, untuk mencegah penyakit hepatitis B.
-
BCG, bertujuan mencegah penyakit TB (tuberkulosis) yang dapat berujung menjadi meningitis.
-
HiB, untuk mencegah pneumonia dan meningitis.
-
DPT, untuk mencegah risiko penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
-
MMR, bertujuan mencegah penularan penyakit gondok, campak, dan rubella.
-
Rotavirus, untuk menghindari penyakit yang berhubungan dengan gangguan pencernaan.
-
PCV, untuk mencegah infeksi bakteri penyebab pneumonia.
Efek Samping Imunisasi Dasar Lengkap
Imunisasi terkadang menimbulkan beberapa efek samping. Meski begitu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena reaksi yang timbul umumnya bersifat ringan. Rata-rata efek samping akibat imunisasi dasar lengkap ini adalah ruam, demam ringan, dan nyeri di area suntikan.
Reaksi ringan tersebut sebenarnya merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang membentuk antibodi. Tak menutup kemungkinan bahwa vaksin bisa menyebabkan efek samping berat, seperti alergi hingga anafilaksis. Namun, kondisi ini sangat jarang terjadi.
Bagaimana Jika Anak Belum Mendapatkan Vaksin?
Jika anak belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap melebihi batas usia yang dijadwalkan, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan imunisasi kejar (catch up). Imunisasi kejar dapat diberikan hingga anak berusia 18 tahun.
Sayangnya, program ini tidak mencakup semua jenis vaksin. Beberapa jenis vaksin yang bisa disusulkan jika anak terlambat imunisasi dasar adalah polio, hepatitis B, DPT, dan MMR apabila anak belum mendapatkan vaksin campak setelah memasuki usia satu tahun.
Melewatkan jadwal imunisasi dapat meningkatkan risiko anak tertular penyakit. Inilah alasan mengapa penting bagi setiap orang tua untuk memastikan buah hatinya mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal imunisasi dasar lengkap yang telah ditetapkan.
Jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait vaksinasi anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh arahan yang tepat sesuai kondisi anak. Sebagai informasi, ketersediaan vaksinasi anak dapat berbeda-beda, tergantung pada fasilitas kesehatan di setiap rumah sakit.
Lebih lanjut, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







