Ibu dan Anak
Mengenal Rotavirus, Virus Penyebab Diare Parah pada Anak

Table of Contents
Rotavirus adalah salah satu jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, termasuk pada bayi dan anak-anak. Infeksi virus ini dapat menimbulkan gejala berupa diare, mual, muntah, dan gangguan sistem pencernaan lainnya.
Mari kenali proses penyebaran rotavirus, gejala, pengobatan, hingga cara mencegahnya dengan menyimak ulasan berikut ini hingga tuntas.
Apa itu Rotavirus?
Rotavirus adalah salah salah satu jenis virus yang dapat menginfeksi saluran pencernaan, terutama lambung, usus halus, dan usus besar. Infeksi virus ini dapat menimbulkan berbagai gangguan sistem pencernaan pada semua kalangan usia, namun lebih sering menjadi penyebab diare pada anak, terutama yang berusia di bawah 3 tahun.
Perlu diketahui bahwa infeksi rotavirus pada anak-anak dapat menimbulkan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan orang dewasa. Karena tingginya kejadian infeksi rotavirus pada anak, vaksin rotavirus sekarang telah menjadi salah satu jenis vaksin wajib yang termasuk dalam jadwal imunisasi dasar lengkap anak. Meskipun tidak 100 persen mencegah infeksi rotavirus pada anak, vaksin ini dapat mengurangi tingkat keparahan gangguan sistem pencernaan akibat infeksi virus tersebut.
Proses Penyebaran Rotavirus
Pada dasarnya, rotavirus adalah jenis virus yang dapat menyebar dan menular dengan mudah. Proses penularannya dapat terjadi melalui jalur fecal-oral, misalnya melalui kontak dengan tangan atau benda lain yang terkontaminasi feses yang mengandung rotavirus, lalu tidak sengaja masuk ke mulut. Selain itu, rotavirus yang keluar melalui feses penderita juga dapat mengontaminasi makanan, minuman, serta benda-benda di sekitar dengan mudah.
Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyebaran rotavirus adalah sebagai berikut:
-
Tidak mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir setiap selesai menggunakan toilet, sebelum dan sesudah makan, dan setelah menggunakan fasilitas umum.
-
Mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi rotavirus.
-
Tinggal di asrama atau tempat di mana banyak orang berkumpul.
Gejala Infeksi Rotavirus
Gejala infeksi rotavirus ini biasanya muncul 2 hari setelah penderita terpapar. Adapun sejumlah gejala awal dari infeksi rotavirus adalah:
-
Demam.
-
Diare lebih dari 24 jam.
-
Mual dan muntah.
-
BAB berdarah atau keluar feses berwarna hitam.
-
Tampak lemas, rewel, dan mengantuk.
Selain itu, diare berkepanjangan akibat infeksi virus ini juga cenderung berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama jika dialami oleh anak-anak. Adapun gejala yang dapat muncul bila anak mengalami dehidrasi adalah:
-
Mata terlihat cekung.
-
Mulut kering.
-
Kelelahan.
-
Frekuensi buang air kecil menurun.
-
Rasa haus berlebihan.
-
Mudah mengantuk.
-
Cubitan kulit (turgor) kembali lambat.
-
Penurunan kesadaran.
Di sisi lain, bila dialami oleh orang dewasa, gejala infeksi virus ini biasanya cenderung lebih ringan jika dibandingkan dengan anak-anak. Bahkan, pada beberapa kasus, infeksi rotavirus tidak menimbulkan gejala pada orang dewasa. Namun, jika menimbulkan gejala, berikut adalah sejumlah tanda-tanda terjadinya infeksi rotavirus pada orang dewasa.
-
Diare selama lebih dari 2 hari.
-
Demam dengan suhu 39 derajat Celcius atau lebih.
-
Mual dan muntah selama 1–2 hari.
-
Muntah darah.
-
Sakit perut.
Komplikasi Infeksi Rotavirus
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, infeksi virus ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:
-
Dehidrasi berat akibat diare terus-menerus.
-
Gangguan keseimbangan elektrolit.
-
Gangguan fungsi ginjal dan hati.
Diagnosis Infeksi Rotavirus
Langkah awal yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis infeksi rotavirus adalah melalui wawancara medis (anamnesis) dengan pasien guna mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi tanda-tanda dehidrasi yang dapat timbul akibat diare karena infeksi rotavirus.
Lalu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis infeksi rotavirus adalah:
-
Tes darah untuk mendeteksi infeksi virus dan menilai kadar elektrolit di dalam darah guna mengantisipasi komplikasi dehidrasi.
-
Pemeriksaan feses, untuk memastikan jenis patogen penyebab diare secara lebih akurat.
Pengobatan Infeksi Rotavirus
Sebetulnya, belum ada metode pengobatan khusus yang dapat digunakan untuk menangani infeksi virus ini. Namun, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejala sekaligus mencegah komplikasi penyakit. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menangani infeksi rotavirus adalah:
-
Memperbanyak minum air putih untuk orang dewasa dan tetap memberikan ASI atau susu formula yang cukup pada bayi.
-
Mengonsumsi larutan oralit sesuai anjuran dokter.
-
Mencukupi waktu istirahat.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dengan tekstur makanan yang lembut agar mudah dicerna saluran pencernaan.
-
Menghindari konsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
-
Menghindari konsumsi makanan berlemak dan mengandung tinggi gula.
Cara Mencegah Infeksi Rotavirus
Pada dasarnya, pencegahan infeksi rotavirus dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor risikonya. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi rotavirus adalah:
-
Mendapatkan vaksinasi rotavirus secara berkala sesuai jadwal dari dokter.
-
Rutin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum dan sesudah makan, serta setelah mengganti popok bayi.
-
Menjaga kebersihan dan sanitasi di lingkungan tempat tinggal.
Rotavirus adalah jenis virus yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan sistem pencernaan yang parah pada anak-anak. Bila Anda ataupun buah hati mengeluhkan gejala infeksi rotavirus seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan tindakan medis yang tepat dari dokter kami.
Sebelum itu, Anda dapat menjadwalkan pertemuan dengan dokter menggunakan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Atau, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam check in mandiri dan antri secara online melalui fitur Online Queue.
Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Hidup Sehat 1 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp1.025.000
Skrining Sistem Pencernaan Basic
Skrining Lite
6 Service/Item
Rp1.250.000
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
Routine Faeces / Feses Rutin
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp112.500







