Ibu dan Anak
Meningitis pada Bayi - Penyebab, Gejala dan Faktor Pemicunya

Table of Contents
Meningitis adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, termasuk orang dewasa. Namun, American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa 50% kasus meningitis justru terjadi pada bayi berumur kurang dari dua bulan. Hal ini membuat Anda sebagai orang tua harus berhati-hati. Ketahui lebih banyak soal penyakit meningitis pada bayi agar bisa melakukan tindakan pencegahan maupun pengobatan tepat bagi si kecil.
Penyebab Meningitis pada Bayi
Meningitis adalah peradangan pada meningens atau lapisan pelindung di sekitar otak. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus ini bisa menyerang siapa saja, terutama bayi. Jenis virus dan bakteri penyebab meningitis pada bayi adalah:
1. Bakteri Penyebab Meningitis pada Bayi
Beberapa bakteri yang menjadi penyebab meningitis pada bayi adalah:
-
Bayi baru lahir (Streptococcus b haemolyticus, escherichia coli, listeria monocytogenes, enterobacter).
-
Bayi dan balita (Hemophilus influenza type B, streptococcus pneumoniae, neisseria meningitides, ecoli, listeria monocytogenes).
-
Bayi > 5 tahun (Streptococcus pneumoniae, neisseria meningitides, hemophilus influenza type B).
2. TBC (Meningitis Tuberkulosis)
TBC (Meningitis Tuberkulosis) merupakan proses inflamasi yang terjadi pada meningens dan disebabkan oleh infeksi bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Umumnya, bakteri ini masuk ke dalam paru-paru secara tidak sengaja karena adanya proses inhalasi (dihirup), sehingga menyebar ke seluruh tubuh dan dapat mencapai lapisan meningens.
3. Virus Penyebab Meningitis pada Bayi
Adapula virus penyebab meningitis pada bayi adalah:
-
Virus Herpes Simplex (HSV), jenis virus yang bisa menyebar dengan cepat melalui kontak fisik. Jika ibu yang menderita virus HSV di vagina melahirkan secara normal, maka kemungkinan dapat menularkan kepada bayinya.
-
Virus Varicella Zoster, jenis virus menular yang bisa menyebabkan cacar air. Penularan virus ini melalui pernapasan dan komunikasi langsung.
-
Non-Polio Enteroviruses, jenis virus ini seringkali menyebar melalui air liur, tinja, atau lendir dari hidung.
Mikroorganisme tersebut mencapai selaput otak melalui empat rute, yaitu penyebaran langsung melalui darah, penjalaran melalui pleksus koroideus, pecahnya abses otak di daerah korteks otak dan penyebaran secara perkontinuitatum (kontak langsung).
Gejala Meningitis pada Bayi
Umumnya, gejala awal meningitis memiliki kemiripan dengan gejala penyakit flu. Namun, tetap terdapat perbedaan gejala meningitis pada bayi di tiap tahapan usia, yaitu:
1. Usia 0 - 3 Bulan
Demam, malas minum, muntah, perubahan suhu tubuh dan kesadaran menurun, ubun-ubun bayi menonjol, kejang, dan henti nafas.
2. Usia 3 Bulan Hingga 2 Tahun
Demam, muntah, gelisah, kejang, tangis menjerit seperti kesakitan, ubun-ubun bayi menonjol, dan tanda rangsang meningeal atau selaput otak sulit dievaluasi.
3. Usia di Atas 2 Tahun
Demam, menggigil, muntah, nyeri kepala, kejang, gangguan tingkah laku, penurunan kesadaran, dan kaku kuduk (rasa kaku di belakang leher).
Faktor Pemicu Meningitis pada Bayi
Lingkungan yang kurang sehat memang menjadi pemicu utama penyebab meningitis pada bayi. Namun, masih ada faktor pemicu lainnya yang perlu Anda ketahui, yakni:
-
Bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan prematur.
-
Ketuban pecah dini, infeksi pada ibu di akhir kehamilan, dan proses kehamilan yang lama.
-
Keganasan seperti leukimia (kanker darah), mieloma ganda, dan penyakit limfoma hodgkin yang menyebabkan penurunan produksi immunoglobulin sehingga mempermudah terjadinya infeksi.
-
Malnutrisi.
-
Pemberian antibiotik yang tidak tepat indikasi, radiasi, dan imunosupresan.
Setelah mengenal apa itu meningitis, termasuk faktor pemicunya, orang tua disarankan untuk melakukan langkah pencegahan terutama pada bayi dan anak.
Langkahnya mudah, tetapi berdampak besar bagi kesehatan bayi dan anak, antara lain pastikan status gizi anak dalam keadaan baik, jaga kebersihan diri dan lingkungan anak, serta lakukan imunisasi secara teratur pada anak sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Khusus untuk imunisasi meningitis, pastikan Anda mendapatkan imunisasi Hib yang terdapat pada imunisasi kombo dengan DPT, hepatitis, polio, dan PCV (pneumokokus). Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan diagnosis yang tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Sisca Silvana, M.Ked (Ped), SpA (K)
Pediatrik (Anak)
Subspesialis Neurologi
Siloam Hospitals Medan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






