Apa yang Harus Dilakukan saat Anak Terlambat Imunisasi?
Ibu dan Anak

Apa yang Harus Dilakukan saat Anak Terlambat Imunisasi?

11 September 2025 3 menit waktu baca
yang harus dilakukan apabila anak terlambat imunisasi

Imunisasi merupakan pemberian vaksin yang bertujuan untuk melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit. Imunisasi ini penting dilakukan oleh seluruh kelompok usia, tidak terkecuali pada anak karena sistem imun tubuh mereka masih belum terbentuk sempurna. Namun, bagaimana jika anak terlambat imunisasi?

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai dampak imunisasi terlambat dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh orang tua melalui ulasan berikut ini.

 

Pentingnya Imunisasi pada Anak

 

Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan memberikan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit. Maka dari itu, imunisasi ini penting dilakukan untuk anak-anak, terlebih karena mereka masih memiliki sistem imun tubuh yang belum terbentuk sempurna.

 

Selain itu, pemberian imunisasi anak juga dapat dilakukan sebagai upaya mengendalikan penularan wabah penyakit pada suatu daerah. Hal ini dikarenakan vaksinasi telah terbukti dapat mencegah serta mengurangi angka kecacatan, kesakitan, serta kematian akibat suatu penyakit dalam jangka panjang.

 

Bahayakah jika Anak Terlambat Imunisasi?

 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi telah turun drastis selama tahun 2020–2021. Bahkan, terdapat lebih dari 1,7 juta bayi yang belum memperoleh imunisasi dasar pada periode 2019–2021. Padahal, pemberian imunisasi yang terlambat atau bahkan tidak diberikan sama sekali justru berisiko memengaruhi kesehatan si kecil.

 

Dampak dari keterlambatan imunisasi yang paling signifikan adalah dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang bisa berujung fatal. Pasalnya, sistem imun tubuh anak masih belum terbentuk sempurna sehingga lebih berisiko terinfeksi oleh virus atau bakteri patogen, terutama jika tidak mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal.

 

Misalnya, berdasarkan rekomendasi jadwal imunisasi dasar lengkap dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak yang sudah memasuki usia 9 bulan disarankan untuk mendapatkan imunisasi MMR (measles/campak, mumps/gondongan, dan rubella). Namun, apabila anak sudah berusia lebih dari 9 bulan dan masih belum mendapatkan imunisasi MMR, maka ia lebih berisiko terinfeksi penyakit campak, gondongan, dan rubella.

 

Apa yang Harus Dilakukan jika Anak Terlambat Imunisasi?

 

Lantas, apa yang harus dilakukan jika anak terlambat imunisasi? Langkah utama yang dapat dilakukan apabila anak terlambat imunisasi adalah berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin. Umumnya, dokter akan menyarankan imunisasi susulan pada si kecil.

 

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua imunisasi susulan dapat langsung diberikan pada anak. Misalnya, jika melewatkan jadwal imunisasi BCG, dokter akan menyarankan si kecil untuk melakukan tes mantoux terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah si kecil sudah pernah terpapar dengan bakteri penyebab tuberkulosis (TB).

 

Imunisasi BCG dapat diberikan jika tes mantoux menunjukkan hasil negatif. Namun, apabila menunjukkan hasil positif, dokter akan memulai pengobatan TB untuk menangani kondisi si kecil.

 

Tips Agar Anak Tidak Terlambat Imunisasi

 

Terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua agar tidak melewatkan jadwal imunisasi anak, di antaranya:

 

1. Mencatat Jadwal Imunisasi

 

Salah satu tips untuk menghindari anak terlambat imunisasi adalah dengan mencatat jadwal imunisasi dasar lengkap pada buku agenda ataupun ponsel. Jika diperlukan, orang tua juga dapat membuat kalender pengingat atau alarm pada ponsel agar tidak terlupa dengan jadwal imunisasi si kecil.

 

2. Membaca Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

 

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan buku yang memuat informasi dan catatan khusus mengenai kesehatan ibu dan anak secara keseluruhan. Selain itu, buku ini juga berisi informasi penting mengenai imunisasi anak, seperti jadwal imunisasi, macam-macam jenis vaksin, cara pemberian, hingga cara mengatasi efek samping pascaimunisasi.

 

Imunisasi adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko berbagai penyakit pada anak. Maka dari itu, penting bagi setiap orang tua untuk memberikan imunisasi pada anak sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan.

 

Namun, jika si kecil menunjukkan gejala yang tidak biasa sebelum atau sesudah imunisasi, maka ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat terlebih dahulu agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter terkait.


Temukan informasi jadwal, booking, serta buat janji temu dengan dokter secara praktis menggunakan fitur Cari Dokter. Atau, untuk memudahkan akses layanan kesehatan Anda, gunakan aplikasi MySiloam yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore. Download MySiloam sekarang dan jaga kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail