Ibu dan Anak
Tahap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 0–5 Tahun

Tahapan perkembangan motorik halus anak dapat diamati oleh orang tua sejak si kecil baru lahir. Perkembangan motorik halus bayi, seperti kemampuannya dalam meraih benda, mencoret-coret, dan lain-lain tentu menjadi pemandangan yang dinanti-nanti oleh setiap orang tua.
Namun, selain menunggu perkembangan anak, orang tua juga harus memahami tahapan perkembangan si kecil sesuai dengan usianya terlebih dahulu. Karenanya, mari simak penjelasan tentang tahapan perkembangan motorik halus anak berdasarkan usianya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Motorik Halus?
Perkembangan motorik anak terbagi menjadi dua jenis, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Lantas, apa perbedaan motorik halus dan kasar?
Motorik halus adalah kemampuan anak dalam menggunakan otot-otot kecilnya, seperti otot-otot pergelangan tangan dan jari-jemari. Sementara itu, perkembangan motorik kasar mengacu pada kemampuan anak untuk menggunakan otot-otot besar, seperti otot kaki untuk berjalan.
Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Berdasarkan Usia
Perlu orang tua ketahui bahwa kecepatan tumbuh kembang anak berbeda-beda. Beberapa anak mungkin mengalami perkembangan motorik halus maupun kasar lebih cepat, namun lainnya lebih lambat. Perbedaan ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
Berikut adalah penjelasan tentang tahapan perkembangan motorik halus anak berdasarkan usia.
Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 0–12 Bulan
Pada usia 0–3 bulan, kebanyakan anak sudah dapat menunjukkan perkembangan motorik halusnya, ditandai dengan kemampuannya dalam memukul atau mengayunkan objek. Selain itu, bayi biasanya juga bisa meletakkan tangan di mulut dan memperhatikan gerakan tangannya.
Ketika menginjak usia 3–6 bulan, kemampuan motorik halus anak sudah semakin berkembang. Sebagian besar bayi sudah bisa memindahkan objek dari tangan kanan ke kirinya. Pada usia ini juga, mereka bisa memegang tangannya sendiri dan mengambil mainan di sekitarnya.
Sementara itu, pada usia 6–9 bulan, bayi biasanya sudah mampu menggenggam dan memegang benda berukuran kecil. Si kecil juga sudah bisa memindahkan objek di sekitarnya pada usia ini.
Saat sudah memasuki usia 10–12 bulan, anak sudah bisa memindahkan posisi tubuhnya sendiri, contohnya dari tengkurap ke merangkak. Gerakan merangkak ini bermanfaat untuk melatih otot tangan dan kaki anak, serta mempertajam fungsi penglihatan anak di kemudian hari.
Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 1–2 Tahun
Perkembangan pada bayi usia 1 tahun ditandai dengan kemampuan motorik halusnya yang sudah bisa meraih atau mengambil benda di dekatnya. Bahkan, ia sudah bisa menggenggam mainan di tangannya, namun masih belum bisa memasukkan mainan ke dalam tempatnya.
Di usianya yang sudah hampir 2 tahun, biasanya anak sudah mampu menyusun mainan balok hingga 6 tingkat, membuka lembaran buku, serta menyusun benda-benda secara vertikal.
Cara melatih perkembangan motorik halus anak pada usia 1–2 tahun bisa dilakukan dengan mengajak anak menggambar. Kegiatan ini bisa membantu meningkatkan koordinasi mata dan tangan saat menggenggam krayon, menggambar, dan mewarnai.
Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 2–3 Tahun
Pada usia 2 tahun, rata-rata anak sudah senang mencoret-coret di buku atau media lain. Di samping itu, mata dan jari sudah dapat melakukan koordinasi dengan baik, sehingga coretannya pun semakin jelas terlihat.
Kemudian di usia 2 tahun 6 bulan, anak sudah mahir menyusun mainan balok kayu dengan tingkat susunan yang lebih tinggi, misalnya dari yang awalnya hanya 2–4 susun saja, seiring berjalannya waktu meningkat lebih tinggi menjadi 6–8 susun.
Pada usia ini, bebaskan anak untuk mengekspresikan imajinasinya dengan coretan-coretan yang ia buat. Ibu bisa memberikan contoh gambar secara perlahan, misalnya memberitahu gambar hewan, bentuk benda, dan lain-lain.
Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3–4 Tahun
Tahapan perkembangan motorik halus anak pada usia 3 tahun ditandai dengan anak yang semakin gemar mencoret-coret dan bermain dengan alat tulis. Jika si kecil sudah berada di tahap ini, artinya kemampuan motorik halusnya cukup baik.
Pada usia ini, anak tidak lagi mencoret-coret secara abstrak namun sudah bisa meniru gambar lain meski hasilnya belum sempurna, seperti lingkaran, atau persegi. Cara si kecil dalam menggenggam krayon dengan menggunakan jempol dan jari juga semakin baik.
Cara mengasah kemampuan motorik halus anak pada usia 3–4 tahun bisa dilakukan dengan gerakan membentuk lilin, memotong, serta mencetak lilin. Selain bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan motorik halus, aktivitas ini juga bermanfaat untuk melatih kreativitas anak, menenangkan anak, dan meningkatkan koordinasi mata dan tangan anak.
Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4–5 Tahun
Setelah memasuki usia 4 tahun, kemandirian dan tingkat fokus anak akan semakin baik. Biasanya, anak sudah bisa menggunting kertas mengikuti pola yang tergambar garis putus-putus.
Di samping itu, anak juga sudah bisa meniru gambar orang lain atau menggambar manusia dengan anggota tubuh lengkap, mulai dari kepala, mata, telinga, hitung, mulut, tangan, kaki, dan jari-jari. Selain itu, si kecil juga sudah bisa memegang sendok sendiri saat makan.
Cara melatih motorik halus anak pada usia 5 tahun bisa dilakukan dengan menggunakan spons. Yakni dengna menyiapkan dua mangkuk, yang satu berisi air dan biarkan yang lainnya kosong. Kemudian, ajarkan anak untuk menyerap air dengan merendam spons ke dalam mangkuk berisi air dan memindahkan spons berair tersebut ke mangkok kosong dengan cara memeras spons. Aktivitas ini bermanfaat untuk melatih kekuatan tangan dan lengan anak.
Itulah penjelasan mengenai tahapan perkembangan motorik halus anak dari usia 0–5 tahun yang penting untuk diketahui setiap orang tua. Jika si kecil mengalami kendala dalam perkembangannya seperti tahapan perkembangan tidak sesuai dengan usianya, jangan ragu untuk segera mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter.
Buat janji temu terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter. Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan lainnya secara mudah dan praktis. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda serta keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







