Tata Cara Buka Puasa yang Sehat dan Sebaiknya Diterapkan
Pola Hidup Sehat

Tata Cara Buka Puasa yang Sehat dan Sebaiknya Diterapkan

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
tata cara buka puasa yang sehat

Terkadang, cara buka puasa yang kurang tepat justru dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman, misalnya karena asam lambung yang naik. Padahal, dengan menerapkan tata cara buka puasa yang sehat dan benar, puasa dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Lantas, bagaimana tata cara buka puasa yang sehat dan baik untuk diterapkan selama bulan Ramadan? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Tata Cara Buka Puasa yang Sehat dan Benar

 

Sebagai informasi, puasa dapat membantu menurunkan berat badan, mengontrol gula darah, hingga menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah. Namun, manfaat tersebut tidak akan optimal bila Anda tidak menerapkan tata cara buka puasa yang sehat. Berikut uraian selengkapnya tentang tips berbuka puasa yang benar dan sehat.

 

1. Segera Berbuka saat Waktunya Tiba

 

Tata cara buka puasa yang sehat diawali dengan segera berbuka saat waktunya tiba. Usahakan selalu berbuka dengan air putih terlebih dahulu untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh setelah tidak mendapatkan asupan seharian. Hindari menunda makan atau minum saat waktu berbuka tiba karena dapat meningkatkan risiko badan lemas dan terjadinya dehidrasi.

 

2. Berbuka dengan Asupan Manis

 

Setelah berpuasa seharian, hampir semua orang tentu ingin mengonsumsi makanan atau minuman yang manis. Tidak ada salahnya, asupan gula memang diperlukan untuk mengembalikan energi tubuh setelah melakukan aktivitas sambil puasa seharian. Namun, pilihlah makanan yang memiliki rasa manis alami, seperti kurma.

 

Selain terasa manis, manfaat kurma lainnya adalah dapat membantu menormalkan kadar gula darah serta mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa. Bahkan, kurma juga diperkaya dengan serat dan mineral. Itulah sebabnya, mengonsumsi kurma termasuk dalam salah satu tata cara buka puasa yang sehat. 

 

3. Makan secara Perlahan dan Hindari Porsi Berlebihan

 

Tata cara buka puasa yang sehat berikutnya adalah makan secara perlahan serta menghindari porsi makanan yang berlebihan. Sebaiknya, kunyah makanan sampai halus agar sistem pencernaan lebih mudah menyesuaikan diri setelah berpuasa seharian. Makan terburu-buru dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti sembelit.

 

Selain itu, hindari pula buka puasa dengan porsi makan yang berlebihan. Sering kali, orang menjadikan waktu buka puasa sebagai ajang balas dendam setelah tidak makan seharian sehingga ia langsung makan dalam porsi besar.

 

Padahal, tindakan ini justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sakit perut, hingga heartburn atau dada terasa panas terbakar akibat naiknya asam lambung ke tenggorokan. Oleh karena itu, makanlah dengan porsi sedikit namun sering.

 

4. Membatasi Konsumsi Makanan dan Minuman dengan Gula Tambahan

 

Saat berbuka puasa, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tambahan secara berlebihan, seperti es buah, es cokelat, dan lain-lain. Mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan rasa haus terus-menerus dan kelebihan kalori yang memicu kenaikan berat badan.

 

5. Makan Buah Kaya Serat saat Berbuka

 

Tips sehat saat puasa selanjutnya adalah mengonsumsi buah kaya serat ketika berbuka. Mengonsumsi makanan tinggi serat saat berbuka dapat membantu menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat selama bulan Ramadan. Makanan tinggi serat juga memiliki efek kenyang lebih lama. Selain itu, serat juga bisa menjaga berat badan ideal dan mengontrol kadar gula darah.

 

6. Hindari Konsumsi Minuman Berkafein dan Bersoda

 

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama berbuka puasa memang penting untuk mencegah dehidrasi di esok hari. Namun, sebaiknya Anda menghindari konsumsi minuman berkafein dan bersoda secara berlebihan. Keduanya diketahui bersifat diuretik yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

 

Selain itu, menghindari minuman berkafein saat berbuka puasa juga dapat mencegah penyakit asam lambung. Pasalnya, minuman berkafein memiliki sifat asam yang bisa mengiritasi dinding lambung. Untuk itu, sebaiknya jenis minuman ini dihindari sehingga puasa pun dapat berlangsung lebih nyaman.

 

7. Memilih Menu Makanan Sehat dengan Gizi Seimbang

 

Puasa tidak berarti menghalangi Anda untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh. Agar tidak kekurangan nutrisi, pilihlah menu buka puasa yang sehat dan mengandung gizi seimbang, seperti protein, karbohidrat kompleks, vitamin, lemak, serat, dan mineral.

 

Di samping itu, sebisa mungkin hindari makanan tinggi lemak, garam, dan gula. Ingat, meski sedang berpuasa, penting bagi Anda untuk memperhatikan kebutuhan gizi harian agar kesehatan tubuh secara keseluruhan dapat tetap terjaga. 


Agar tidak salah dalam menentukan makanan bergizi seimbang selama puasa yang sesuai dengan kondisi tubuh, Anda dapat melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals. Selain itu, tersedia juga paket Catering Sehat yang dapat menjadi pilihan asupan tepat bagi Anda untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadan.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail