Amankah Tidur dengan Hewan Peliharaan bagi Kesehatan?
Pola Hidup Sehat

Amankah Tidur dengan Hewan Peliharaan bagi Kesehatan?

22 Agustus 2024 3 menit waktu baca
tidur dengan hewan peliharaan

Sebagian orang yang memiliki hewan peliharaan memilih untuk tidur bersama dengan hewan kesayangannya. Ada beberapa alasan mengapa orang memilih melakukan ini, di antaranya adalah merasa nyaman dan aman, menghilangkan stres, dan lebih bahagia. Sebenarnya, apakah tidur dengan hewan peliharaan diperbolehkan secara medis? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Bolehkah Tidur dengan Hewan Peliharaan?

 

Seseorang yang memiliki hewan peliharaan, khususnya yang sudah bertahun-tahun biasanya akan merasa lebih nyaman jika berada di dekat peliharaannya. Sebaliknya, mereka mungkin merasa resah jika harus meninggalkan atau jauh dari peliharaannya. Selain itu, bonding antara pemilik dan hewan peliharaan, khususnya kucing atau anjing, bisa menjadi sangat kuat. Inilah yang membuat seseorang memilih untuk tidur bersama hewan peliharaannya.

 

Ketika tidur dengan hewan peliharaannya, orang mungkin dapat merasakan berbagai dampak positif, salah satunya menjadi lebih bahagia. Dilansir dari News in Health, berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat membantu menurunkan kadar kortisol dan tekanan darah. Selain itu, berinteraksi dengan hewan peliharaan juga bisa membantu mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan mood.

 

Namun, apakah tidur dengan hewan peliharaan itu aman? Secara umum, tindakan ini tidak direkomendasikan. Pasalnya, dibalik manfaat yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidur dengan hewan peliharaan bisa menimbulkan sejumlah risiko atau efek samping bagi kesehatan.

 

Risiko Tidur dengan Hewan Peliharaan

 

Tidur dengan hewan peliharaan tidak disarankan bukan tanpa alasan. Pasalnya, hal ini dapat memicu sejumlah masalah, seperti kualitas tidur yang menurun, paparan kuman, hingga potensi gigitan dan luka yang disebabkan oleh hewan. Lebih jelasnya, berikut uraian tentang berbagai risiko tidur dengan hewan peliharaan.

 

1. Menurunkan Kualitas Tidur

 

Tidur dengan hewan peliharaan berpotensi menurunkan kualitas tidur seseorang. Mengapa begitu? Saat tidur dengan peliharaan, terkadang hewan tersebut akan terbangun di malam hari, misalnya tiba-tiba menggonggong di malam hari. Hal ini tentu akan membuat Anda terbangun dan mungkin terjaga karena harus memindahkan hewan peliharaan ke luar kamar.

 

Apabila hal ini terus terjadi, kualitas tidur pun dapat menurun. Seiring berjalannya waktu, kurang tidur secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti:

 

 

2. Penyebaran Penyakit

 

Terdapat beberapa penyakit yang bisa menyebar dari hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, ke manusia. Kuman penyebab penyakit ini bisa ditularkan saat seseorang menyentuh kotoran, digigit, atau dijilat oleh hewan peliharaan tersebut. Adapun beberapa kondisi yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia adalah:

 

  • Kurap (infeksi jamur pada kulit).

  • Kutu.

  • Infeksi kulit karena tungau.

 

Gigitan kutu yang berasal dari hewan dapat menyebabkan kulit menjadi gatal dan iritasi sehingga bisa sangat mengganggu. Pada kondisi yang lebih parah, hal ini dapat menyebabkan seseorang terinfeksi penyakit, seperti Lyme disease (infeksi bakteri borrelia melalui gigitan kutu), demam berbintik Rocky Mountain, dan ehrlichiosis (penyakit yang disebabkan oleh bakteri Ehrlichia chaffeensis , E. ewingii, atau E. muris eauclairensis yang menular melalui gigitan kutu yang terinfeksi).

 

3. Meningkatkan Risiko Alergi dan Asma

 

Bagi penderita asma, memutuskan untuk tidur dengan hewan peliharaan dapat meningkatkan risiko kambuhnya gangguan pernapasan tersebut. Selain itu, tidur dengan hewan berbulu dapat menyebabkan seseorang terpapar pemicu alergi atau asma selama berjam-jam dalam jarak yang dekat.

 

4. Paparan Kuman

 

Hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing, mungkin dapat membawa kuman berbahaya dari luar rumah sehingga bisa membahayakan manusia yang tinggal bersamanya. Inilah sebabnya, orang yang rentan terkena infeksi, memiliki masalah sistem kekebalan tubuh, atau mempunyai luka terbuka disarankan untuk tidak tidur dengan hewan peliharaan.

 

5. Gigitan dan Luka

 

Saat sedang tidur, anjing atau kucing biasanya tidak suka diganggu. Ketika mereka merasa terganggu, mungkin saja mereka akan mengeluarkan refleks dengan mencakar atau menggigit orang di dekatnya. Gigitan atau cakaran hewan bisa menimbulkan risiko infeksi berbahaya.

 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa secara medis tidak merekomendasikan seseorang tidur dengan hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing. Namun, bila Anda tetap menghendaki hal ini, akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama bila memiliki kondisi medis tertentu. 

 

Kemudian, apabila saat ini Anda sering tidur dengan hewan peliharaan dan merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada gangguan medis tertentu setelahnya, seperti gatal-gatal atau sesak napas, segera periksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.


Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan kebutuhan kesehatan Anda, salah satunya melakukan Telekonsultasi yang memungkinkan Anda berkonsultasi secara virtual dengan dokter.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail