Mengenal Trombektomi untuk Penanganan Stroke Iskemik
Kesehatan Tubuh

Mengenal Trombektomi untuk Penanganan Stroke Iskemik

01 April 2026 5 menit waktu baca
Dr. dr. Harsan, SpBS, K - Stroke iskemik & thrombectomy

Trombektomi adalah prosedur medis untuk mengangkat gumpalan darah yang menyumbat darah di otak. Trombektomi adalah prosedur yang umum dilakukan pada pasien dengan stroke iskemik, namun tidak semua kasus gumpalan darah memerlukan intervensi trombektomi.

 

Selain prosedur trombektomi, gumpalan darah dapat dihancurkan dengan penggunaan obat antikoagulan atau agen trombolitik. Keputusan untuk menggunakan antikoagulan, trombolitik, maupun trombektomi didasarkan pada beberapa kriteria tertentu dan kondisi pasien. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang trombektomi, mari simak artikel berikut.

 

Apa Itu Trombektomi?

 

Trombektomi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat gumpalan darah (trombus) yang menyumbat pembuluh darah di dalam tubuh. Tujuan utama dari trombektomi adalah untuk memulihkan aliran darah normal, mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan otak, dan menangani stroke iskemik atau trombosis pembuluh darah.

 

Trombektomi dapat dilakukan melalui pendekatan bedah atau intervensi endovaskular (mekanik), tergantung pada lokasi dan luasnya gumpalan darah. Namun, untuk penanganan stroke iskemik, trombektomi mekanik lebih umum digunakan. 

 

Pada trombektomi mekanik, akses ke pembuluh darah yang terdapat gumpalan darah dilakukan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pangkal paha. Tindakan ini bermanfaat dalam mengurangi risiko komplikasi yang dapat terjadi pada pembedahan terbuka, seperti infeksi, perdarahan, atau kerusakan jaringan pada otak.

 

trombektomi infografis ID

 

Manfaat Trombektomi untuk Stroke Iskemik

 

Trombektomi memiliki sejumlah manfaat yang signifikan dalam penanganan stroke iskemik. Berikut beberapa manfaat utama dari trombektomi:

 

  • Restorasi aliran darah otak. Dengan memulihkan aliran darah ke otak, trombektomi dapat membatasi kerusakan jaringan otak lebih lanjut.

  • Mengurangi risiko disabilitas dan ketergantungan. Dengan menghilangkan sumbatan pembuluh darah, trombektomi dapat meminimalkan dampak stroke iskemik seperti kehilangan kemampuan fisik tubuh dan penurunan kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari.

  • Kesempatan pemulihan lebih baik. Trombektomi dapat meminimalkan kerusakan jaringan otak dan meningkatkan potensi regenerasi serta pemulihan fungsi tubuh yang terganggu.

  • Mengurangi potensi kematian. Dalam beberapa kasus, trombektomi telah terbukti mengurangi angka kematian dan meningkatkan kelangsungan hidup penderita stroke iskemik.

 

Indikasi Trombektomi untuk Stroke Iskemik

 

Tindakan trombektomi direkomendasikan untuk penderita stroke iskemik dengan beberapa situasi tertentu. Berikut adalah beberapa indikasi umum untuk melakukan trombektomi pada pasien stroke iskemik:

 

  • Terdapat sumbatan pada pembuluh darah besar di otak, seperti arteri serebral tengah atau arteri karotis internal yang tidak dapat ditangani dengan penggunaan obat pengencer darah (antikoagulan) atau agen trombolitik.

  • Berusia di atas 18 tahun. 

  • Waktu muncul gejala 6–24 jam.

  • Gejala stroke parah, seperti kelumpuhan setengah tubuh, kesulitan bicara yang serius, atau defisit neurologis yang mencolok.

  • Terdapat risiko kematian yang tinggi. 

  • Terdapat kerusakan jaringan atau organ permanen. 

 

Sementara itu, beberapa kontraindikasi umum untuk trombektomi meliputi:

 

  • Waktu munculnya gejala terlalu lama atau lebih dari 24 jam.

  • Gejala stroke tergolong ringan dan masih bisa diobati dengan obat-obatan.

  • Gumpalan darah berada di pembuluh darah yang sangat kecil.

  • Memiliki riwayat perdarahan otak sebelumnya.

  • Memiliki riwayat gangguan pembekuan darah. 

  • Memiliki tekanan darah yang sangat tinggi dan tidak terkontrol dengan baik.

  • Kondisi kesehatan umum pasien yang tidak mampu menoleransi pembedahan.

  • Terdapat sumbatan pembuluh darah yang lokasinya terlalu sulit dijangkau.

 

Prosedur Trombektomi untuk Stroke Iskemik

 

Secara umum, trombektomi dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yakni dengan intervensi endovaskular/mekanik dan pendekatan bedah. Berikut penjelasannya.

 

A. Trombektomi Mekanik (Mechanical Thrombectomy)

 

Mechanical thrombectomy dilakukan di ruang khusus cath lab menggunakan kawat (wire) khusus dan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah besar yang berada di pangkal paha. Wire dan kateter diarahkan ke clot atau gumpalan yang menyumbat pembuluh darah. Dengan teknik stent deployer atau pump aspiration, clot tersebut ditarik keluar sehingga aliran darah dalam pembuluh darah normal dan lancar kembali.

 

Sebelum trombektomi mekanik dilakukan, dokter spesialis bedah saraf akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan DSA (digital subtraction angiography). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang aliran darah, struktur pembuluh darah, dan lokasi sumbatan atau kelainan pada pembuluh darah.

 

B. Trombektomi Bedah (Surgical Thrombectomy)

 

Surgical thrombectomy melibatkan pembedahan terbuka (invasif) untuk mengangkat gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah. Operasi trombektomi ini biasanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulit, lalu membedahnya untuk mengakses dan mengangkat gumpalan darah di dalam pembuluh darah yang terdampak.

 

Risiko Komplikasi Trombektomi untuk Stroke Iskemik

 

Seperti prosedur medis lainnya, trombektomi juga memiliki risiko komplikasi pascatindakan. Berikut adalah beberapa risiko komplikasi yang terkait dengan trombektomi pada penderita stroke iskemik:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Nyeri dan pembengkakan yang terjadi di area luka operasi. 

  • Kerusakan atau penyempitan pembuluh darah.

  • Hematoma (lebam yang parah).

  • Emboli paru.

  • Gumpalan darah yang terjadi atau terbentuk kembali.

  • Komplikasi dari anestesi, seperti munculnya reaksi alergi terhadap obat-obatan anestesi.

 

Perawatan Setelah Trombektomi

 

Pengobatan stroke iskemik membutuhkan perawatan pascatindakan guna mendukung pemulihan pasien sepenuhnya dan mencegah komplikasi. Berikut beberapa aspek penting dalam perawatan setelah trombektomi:

 

  • Pengendalian faktor risiko. Perawatan setelah trombektomi yang utama adalah dengan mengendalikan faktor risiko yang mendasarinya, misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

  • Pengobatan dengan obat antikoagulan (pengencer darah). Dokter dapat meresepkan obat antikoagulan atau antiplatelet untuk mencegah pembentukan gumpalan darah baru dan menjaga aliran darah tetap lancar.

  • Rehabilitasi. Pasien mungkin perlu menjalani program rehabilitasi, seperti terapi fisik, terapi wicara dan bahasa, keterampilan motorik, komunikasi, dan fungsi tubuh sehari-hari.

 

Stroke iskemik harus segera ditangani dengan cepat dan tepat selama masih berada dalam golden period-nya, yakni 4,5 jam pertama dari gejala muncul. Semakin cepat pasien mendapatkan perawatan, maka semakin besar kemungkinan untuk meminimalkan risiko kerusakan otak yang lebih luas.

 

Oleh karena itu, jangan abaikan gejala stroke dan segera cari pertolongan medis dengan menghubungi emergensi stroke di 1-500-911. Siloam Hospitals Group memiliki layanan Stroke Ready Hospitals dengan tim dokter multidisiplin, perawat, radiografer, farmasi, dan tenaga medis ahli yang siaga selama 24/7 untuk memberikan penanganan stroke secara cepat dan akurat.

 

Siloam Stroke Ready Hospitals dilengkapi dengan fasilitas peralatan yang canggih, seperti CT scan dan MRI berakurasi tinggi untuk diagnosis yang cepat dan akurat. Tak perlu ragu, Siloam Hospitals telah diakui secara global dan menerima sejumlah penghargaan Angels Award dari World Stroke Organization setiap tahunnya. 

 

Lebih lanjut, perlu dipahami bahwa prosedur trombektomi hanya akan direkomendasikan oleh dokter apabila diagnosis telah ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi medis pasien untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Jika Anda mengalami tanda-tanda yang mengarah pada gejala stroke, seperti kelumpuhan pada salah satu sisi wajah dan kesemutan pada tangan yang terjadi secara tiba-tiba, atau memiliki risiko tinggi terhadap stroke, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan dengan Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Untuk kemudahan akses layanan kesehatan, Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Stroke Ready Article Banner

Dokter Kami
dr-harsan-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Harsan, Sp. BS, K, M. Kes

Bedah Saraf

Subspesialis Bedah Saraf Neurovaskular


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail