Tujuan Pengambilan Darah Kapiler & Prosedur Lengkapnya
Kesehatan Tubuh

Tujuan Pengambilan Darah Kapiler & Prosedur Lengkapnya

08 Agustus 2025 6 menit waktu baca
tujuan pengambilan darah kapiler

 

Pengambilan darah kapiler adalah prosedur atau pemeriksaan untuk mengambil sampel darah yang dilakukan dengan cara menusuk kulit pada bagian tubuh tertentu, utamanya jari, tumit, atau cuping telinga. Kapiler adalah pembuluh darah terkecil di dalam tubuh yang mengalirkan oksigen dan nutrisi ke sel sekaligus membuang karbon dioksida untuk dikeluarkan dari paru-paru.

 

Selain di paru-paru, pembuluh darah kapiler paling banyak ditemukan pada jaringan yang aktif secara metabolik, seperti otak, jantung, hati, dan ginjal. Tes pengambilan darah kapiler  diperuntukkan bagi pasien dari segala kelompok usia yang memerlukan pemeriksaan spesifik dengan sampel darah. Mari pelajari lebih jauh tentang pengambilan darah kapiler di bawah ini.

 

Tujuan Pengambilan Darah Kapiler

 

Darah yang berada di dalam tubuh berfungsi untuk mengantarkan oksigen, nutrisi, sisa metabolisme, dan zat lainnya ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, darah juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh. Banyaknya fungsi darah ini membuat tes darah diperlukan dalam diagnosis kondisi medis tertentu. Secara umum, pengambilan darah kapiler ditujukan untuk:

 

  • Mendapatkan sampel darah secara mudah yang mungkin sulit didapatkan dari pembuluh vena, utamanya pada pasien bayi.

  • Memperoleh sampel darah dari berbagai titik tubuh secara bergantian.

 

Prosedur pengambilan darah kapiler bisa dilakukan di rumah dan tidak memerlukan pelatihan khusus. Sebagai contoh, penderita diabetes biasanya melakukan pengambilan darah kapiler untuk memeriksa gula darah secara rutin, selama beberapa kali sehari. Teknik pengambilan darah ini menawarkan keuntungan dibandingkan pengambilan darah melalui pembuluh vena, utamanya untuk penelitian medis berskala besar.

 

Berdasarkan artikel yang diterbitkan pada BMJ Journals (2021), diketahui bahwa teknik pengambilan darah kapiler dapat direplikasi oleh para tenaga medis yang berada di lokasi terpencil untuk melakukan diagnosis dengan jumlah volume darah sedikit. 

 

Selain itu, pengambilan darah kapiler juga direkomendasikan untuk diagnosis sifilis pada individu yang tidak memungkinkan untuk diambil darahnya melalui vena pungsi. Studi komparasi pada jurnal Scientific Reports (2025) menyatakan bahwa pengambilan darah kapiler untuk diagnosis sifilis menunjukkan hasil yang menjanjikan, terutama pada penelitian berskala besar tanpa prosedur tidak terlalu invasif di negara-negara berkembang. Di samping akurasi yang tinggi, rasa nyeri pada teknik pengambilan darah kapiler biasanya bersifat lebih ringan.

 

Prosedur Pengambilan Darah Kapiler

 

Secara umum, tenaga medis mengambil darah melalui pembuluh kapiler dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) sebagai berikut:

 

  • Mengambil sampel darah untuk tes hematologi.

  • Mengambil sampel darah untuk tes kimia.

  • Mengambil sampel darah untuk bank darah.

 

Urutan pengambilan darah tersebut penting untuk diperhatikan agar meminimalkan efek penggumpalan trombosit (trombosis). Sebagai catatan, urutan tersebut merupakan kebalikan dari pengambilan darah melalui pembuluh vena. Secara terperinci, prosedur pengambilan darah kapiler dibagi berdasarkan pasien dewasa dan anak-anak. Berikut penjelasannya:

 

A. Prosedur pada Pasien Dewasa

 

Pengambilan darah kapiler pada pasien dewasa biasanya dilakukan pada jari. Sementara itu, pengambilan darah dari pembuluh kapiler cuping telinga terkadang dapat dilakukan dalam skrining massal atau untuk kebutuhan penelitian. Pada pengambilan darah ini, tenaga medis akan menggunakan lancet yang sedikit lebih pendek daripada perkiraan kedalaman yang diperlukan. 

 

Umumnya, lanset yang lebih tebal cenderung lebih menyakitkan daripada yang tipis. Kedalaman volume darah yang didapatkan akan meningkat seiring dengan penetrasi dan kedalaman lancet. Prosedur pengambilan darah kapiler melalui tusuk jari biasanya memiliki kedalaman yang tidak lebih dari 2,4 mm. Maka dari itu, lanset 2,2 mm lebih umum digunakan.

 

Tenaga medis akan membersihkan kulit pada area pengambilan darah dengan alkohol dan membiarkannya mengering. Kemudian, darah akan diambil dengan satu kali tusukan yang cepat untuk mendapatkan aliran darah yang lancar. Tenaga medis akan membersihkan tetesan darah pertama yang mungkin terkontaminasi dengan cairan jaringan atau kulit yang mengelupas.

 

Hindari gerakan meremas jari atau tumit terlalu kuat. Gerakan tersebut dapat mencampur darah dengan cairan jaringan dan menimbulkan terjadinya hemolisis atau pecahnya sel darah. Setelah pengambilan darah kapiler selesai, tekan bagian yang ditusuk dengan kuat untuk menghentikan perdarahan.

 

B. Prosedur pada Pasien Anak-Anak

 

Pemilihan lokasi pengambilan sampel kapiler pada pasien anak biasanya didasarkan pada usia dan berat badan pasien. Prosedur pengambilan darah kapiler pada pasien anak berusia kurang dari 6 bulan dengan berat badan 3–10 kg biasanya dilakukan di area tumit. Sedangkan pada anak yang berusia lebih dari 6 bulan dengan berat badan lebih dari 10 kg, pengambilan sampel kapiler dilakukan di jari.

 

Pada penusukkan di area tumit, kedalaman tidak lebih dari 2,4 mm. Tenaga medis akan menyiapkan lanset khusus dengan kedalaman 0,85 mm untuk pengambilan darah kapiler pada bayi prematur. Pada bayi dengan berat sekitar 3 kg, jarak yang direkomendasikan antara permukaan kulit dan tulang adalah sebagai berikut:

 

  • Bagian samping dalam dan luar tumit: 3,32 mm.

  • Bagian belakang tumit (sebaiknya dihindari untuk mengurangi risiko menusuk tulang): 2,33 mm.

  • Jari kaki: 2,19 mm.

 

Pengambilan darah melalui pembuluh kapiler di jari pada anak berusia 6 bulan hingga di bawah 8 tahun bisa dilakukan dengan rekomendasi kedalaman 1,5 mm. Untuk anak berusia lebih dari 8 tahun, kedalaman penusukkan jari adalah 2,4 mm.

 

Saat pengambilan darah, usahakan anak dalam kondisi tenang dan diam (imobile). Untuk itu, orang tua dapat melakukan hal-hal berikut:

 

  • Memangku anak di kursi pengambilan darah.

  • Menahan bagian bawah tubuh anak dengan menyilangkan kaki di sekitar anak.

  • Menyilangkan satu lengan ke dada anak dan menyelipkan lengan anak yang bebas di bawah lengan orang tua dengan erat.

  • Memegang siku anak pada lengan yang akan diambil darah agar tidak bergerak.

  • Memegang pergelangan tangan anak dengan tangan lainnya dalam posisi telapak menghadap ke bawah.

 

Kemudian, tenaga medis dapat membersihkan kulit area pengambilan darah menggunakan alkohol dan membiarkannya hingga kering. Penggunaan povidone iodine perlu dihindari pada pasien anak-anak dan bayi baru lahir. Adapun langkah-langkah prosedurnya sama dengan pada pasien orang dewasa.

 

Jika darah sulit keluar saat jari ditusuk, orang tua bisa menekan pergelangan tangan anak agar aliran darahnya lancar dan menjaganya agar tetap hangat. Namun, sebaiknya hindari memijat atau meremas jari secara berlebihan karena justru dapat menyebabkan hemolisis dan menghambat aliran darah.

 

Penelitian pada Journal for Specialists in Pediatric Nursing (2021) menyatakan bahwa diperlukan peningkatan kualitas metode pengambilan darah kapiler pada anak-anak, baik melalui jari maupun tumit. Prosedur pengambilan darah melalui pembuluh kapiler perlu dilakukan dengan hati-hati dengan volume darah yang kecil sesuai rekomendasi. Selain itu, pengambilan darah kapiler tidak disarankan sebagai pilihan pertama apabila proses analisis memerlukan antikoagulan tambahan.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Pengambilan Darah Kapiler

 

Meskipun prosedurnya cepat, pengambilan darah kapiler memiliki sejumlah risiko efek samping dan komplikasi yang meliputi:

 

  • Pembuluh darah dapat mengalami kolaps apabila arteri tibialis terluka akibat bagian dalam tumit yang tertusuk.

  • Infeksi tulang (osteomielitis) pada tulang tumit.

  • Pembengkakan akibat darah yang bocor di bawah kulit (hematoma).

  • Kerusakan saraf jika jari bayi baru lahir tertusuk.

  • Terbentuknya jaringan parut;

  • Nekrosis (kematian jaringan) lokal di sekitar area penusukkan atau dapat meluas dalam jangka panjang.

  • Kerusakan kulit akibat penggunaan plester perekat berulang kali (terutama pada pasien yang sangat muda atau sangat tua). 

 

Pengambilan darah kapiler bisa dilakukan untuk berbagai kebutuhan diagnosis. Dokter yang menangani kondisi Anda akan merekomendasikan pemeriksaan darah apabila diperlukan. Jika Anda ingin mengetahui hasil diagnosis tes darah secara terperinci, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Patologi Klinik di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter dan tenaga laboratorium akan melakukan tes pengambilan darah kapiler dan menyesuaikannya untuk diagnosis kondisi medis setiap pasien. Adapun tahapan pemeriksaan hingga diagnosis nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing lokasi.

 

Apabila ingin mengetahui hasil diagnosis darah secara lengkap, Anda bisa memesan paket Pemeriksaan Darah melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi MySiloam, Anda juga dapat memanfaatkan fitur-fitur lain, seperti fitur menjadwalkan konsultasi langsung dengan dokter dan mengecek hasil tes kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam segera dan gunakan berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Scientific Reports. Accuracy of capillary blood sampling for diagnosing syphilis infection. Diakses pada 2025 | WHO Guidelines on Drawing Blood: Best Practices in Phlebotomy. Capillary sampling. Diakses pada 2025 | Medline Plus. Capillary sample. Diakses pada 2025 | Wiley Online Library. Capillary blood sampling increases the risk of preanalytical errors in pediatric hospital care: Observational clinical study. Diakses pada 2025 | BMJ Journals. Are all blood-based postal sampling kits the same? A comparative service evaluation of the performance of dried blood spot and mini tube sample collection systems for postal HIV and syphilis testing. Diakses pada 2025 | Verywell Health. Structure and Function of Capillaries. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-anik-widajati-mkes-spmk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK

Laboratorium Medis

Spesialis Mikrobiologi Klinik


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tri-nugraheni-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tri Nugraheni, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ida-rahayu-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ida Rahayu, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Surabaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail