Kesehatan Tubuh
Apa Itu Varikokelektomi? Kenali Jenis-Jenis dan Prosedurnya

Table of Contents
Varikokelektomi merupakan prosedur bedah yang dilakukan untuk mengatasi varikokel, yaitu kondisi pelebaran pembuluh darah pada skrotum yang sering dikaitkan dengan gangguan kesuburan pria maupun ketidaknyamanan di area testis. Sebagai salah satu pilihan terapi yang efektif, varikokelektomi umumnya disarankan ketika varikokel menimbulkan keluhan signifikan atau berdampak pada kualitas sperma. Simak ulasan selengkapnya mengenai varikokelektomi di bawah ini.
Apa Itu Varikokelektomi?
Varikokelektomi adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk memperbaiki varikokel, yaitu gangguan pada pembuluh darah di dalam skrotum. Sebagai catatan, skrotum adalah kantung kulit di belakang penis yang berisi testis. Pada kondisi varikokel, pembuluh darah di dalam skrotum mengalami dilatasi atau pelebaran yang tidak normal. Varikokelektomi umumnya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan dan bersifat minimal invasif.
Jenis-Jenis Varikokelektomi
Varikokelektomi atau operasi varikokel terbagi menjadi tiga jenis utama, berikut masing-masing penjelasannya:
-
Varikokelektomi mikroskopik: Operasi terbuka dengan membuat sayatan di area selangkangan.
-
Varikokelektomi laparoskopi: Operasi yang dilakukan melalui sayatan kecil di perut menggunakan alat khusus dan kamera kecil.
-
Embolisasi perkutan: Prosedur minimal invasif yang dilakukan melalui pembuluh darah di selangkangan, menggunakan bahan kimia atau listrik untuk menutup pembuluh darah.
Siapa yang Dianjurkan Menjalani Varikokelektomi?
Varikokelektomi dapat dilakukan pada pria dewasa maupun remaja laki-laki ketika varikokel menimbulkan nyeri testis kronis atau berdampak pada kesuburan. Sebagian pria dengan infertilitas memilih menjalani varikokelektomi untuk meningkatkan peluang kehamilan pasangannya. Adapun beberapa indikasi varikokelektomi meliputi:
-
Infertilitas pada pria: Varikokelektomi direkomendasi untuk pria dengan pasangan wanita yang memiliki kesuburan normal atau masalah kesuburan yang masih dapat ditangani, bahkan jika parameter analisa semen masih normal.
-
Nyeri testis kronis: Kondisi ini didefinisikan sebagai nyeri yang berlangsung tiga bulan, baik muncul sesekali maupun terus-menerus, hingga mengganggu kenyamanan atau aktivitas sehari-hari.
-
Varikokel sisi kiri: Varikokel biasanya muncul di sisi kiri skrotum saat masa pubertas dan merupakan kondisi normal. Jika muncul di sisi kanan, kemungkinan lebih sering terkait dengan tumor atau pertumbuhan abnormal sehingga memerlukan penanganan agar tidak semakin parah.
-
Pediatri: Varikokelektomi dapat dipertimbangkan pada remaja laki-laki yang berisiko mengalami infertilitas, khususnya jika terdapat nyeri kronis, kualitas semen abnormal, dan perbedaan ukuran testis lebih dari 20%.
Prosedur Varikokelektomi
Sebelum melakukan prosedur varikokelektomi, dokter memeriksa kesehatan umum dan tanda vital pasien, termasuk suhu, denyut nadi, laju pernapasan serta tekanan darah. Pasien perlu memberi tahu dokter mengenai obat-obatan, termasuk suplemen dan obat herbal, yang sedang dikonsumsi.
Informasi mengenai alergi yang dimiliki juga penting untuk disampaikan. Selain itu, dokter akan memberikan instruksi khusus mengenai kapan harus berhenti makan dan minum sebelum operasi untuk mencegah risiko muntah dan aspirasi paru selama anestesi.
Ketika prosedur dimulai, pasien akan diberikan anestesi agar tidak merasakan nyeri. Selanjutnya, dokter akan membuat sayatan kecil dengan pisau bedah untuk mencapai varikokel, kemudian memotong serta menutup ujung pembuluh darah agar aliran darah dialihkan ke pembuluh sehat lainnya. Terakhir, sayatan ditutup dengan jahitan.
Lama waktu varikokelektomi bergantung pada teknik yang digunakan tenaga medis. Umumnya:
-
Varikokelektomi mikroskopik memakan waktu antara 1 hingga 3 jam.
-
Varikokelektomi laparoskopi berlangsung sekitar 30 hingga 40 menit.
-
Jika dilakukan pada kedua sisi (bilateral), baik dengan teknik laparoskopi maupun mikroskopik, durasinya akan menjadi dua kali lebih lama.
Setelah prosedur selesai dilakukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan analisis semen lanjutan yang biasanya dilakukan sekitar 4 bulan kemudian. Spermatogenesis umumnya membutuhkan waktu sekitar 74 hari, sehingga efek nyata pada kualitas sperma akan terlihat secara klinis dalam waktu 3 hingga 4 bulan.
Risiko Efek Samping dan Komplikasi Varikokelektomi
Secara umum, varikokelektomi adalah prosedur yang aman. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, operasi varikokel memiliki risiko cedera dan komplikasi, seperti:
-
Perdarahan.
-
Infeksi di area sekitar operasi.
-
Munculnya nyeri testis baru atau nyeri yang semakin berat.
-
Mati rasa pada skrotum akibat kerusakan saraf.
-
Penurunan produksi hormon testosteron karena cedera pada testis.
-
Penumpukan cairan di sekitar testis.
-
Terbentuknya jaringan parut pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan masalah infertilitas baru atau memperberat masalah infertilitas yang sudah ada.
Itulah penjelasan mengenai varikokelektomi yang perlu diketahui. Prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mengatasi kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.
Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, seperti infertilitas dan nyeri pada testis, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Sumber
Scientific Reports. Assessing the efficacy of varicocelectomy, antioxidants, FSH treatment, and lifestyle modifications on sperm DNA fragmentation: a systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Varicocelectomy. Diakses pada 2025 | WebMD. What Is a Varicocelectomy?. Diakses pada 2025 | Verywell Health. What to Know About a Varicocelectomy. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







