Sub-Spesialisasi dari Urologi

Andrologi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter urologi dengan subspesialis andrologi adalah dokter yang fokus menangani masalah pada sistem reproduksi pria.

 

Tugas utama subspesialis ini adalah menangani masalah yang berkaitan dengan sistem saluran kemih pria ditambah dengan sistem reproduksi pria, termasuk testis, penis, prostat, hingga gangguan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan seksual pria.

 

Adapun beberapa masalah yang biasanya ditangani oleh dokter urologi dengan subspesialis andrologi adalah gangguan prostat, masalah kesuburan, disfungsi ereksi, gangguan penis dan testis, serta gangguan sistem urogenital, seperti penyakit kandung kemih.

 

Awal sejarah andrologi modern sebagai ilmu klinis terjadi pada pertengahan tahun 1900. Istilah “andrologi” pertama kali diusulkan pada tahun 1951. Kala itu, beberapa ilmuwan dalam bidang urologi, endokrinologi, dan dermatologi memiliki minat yang sama untuk memperdalam sistem reproduksi pria.

 

Pada tahun 1978, Jurnal Andrologi Internasional terbit dan menjadi jurnal resmi Akademi Andrologi Eropa pada tahun 1992. Kemudian di tahun 1980, American Society of Andrology mengeluarkan “Journal of Andrology”.

 

Pada tahun 2012, kedua jurnal tersebut digabung menjadi satu bernama “Andrology” dan menjadi jurnal utama di bidang andrologi hingga saat ini.

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Untuk menjadi subspesialis andrologi, dokter spesialis urologi perlu menempuh pendidikan kedokteran umum selama 6 tahun yang kemudian dilanjutkan dengan pendidikan spesialis urologi selama sekitar 4 tahun. Setelah itu, dokter spesialis urologi akan melanjutkan pendidikan subspesialis andrologi selama sekitar 2–3 tahun untuk mendalami ilmu-ilmu yang berkaitan dengan masalah sistem saluran kemih dan reproduksi pria dan mendapatkan gelar Sp. U, Subsp. And.

 

Sistem saluran kemih serta reproduksi pria dan wanita memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Itulah sebabnya, penanganan masalah urologi, reproduksi, maupun kesuburan pada wanita dan pria perlu dibedakan. Dalam hal ini, dibutuhkan peran seorang dokter urologi dengan subspesialis andrologi.

 

Dalam kesehariannya, dokter dengan subspesialis ini memberikan diagnosis serta perawatan terhadap masalah kesehatan reproduksi pria. Dokter ahli ini dapat melakukan pemeriksaan fisik, memberikan saran perubahan gaya hidup, dan meresepkan obat untuk mengatasi masalah pasien.

 

Selain memberikan diagnosis dan perawatan, dokter urologi dengan subspesialis andrologi juga bisa melakukan prosedur bedah yang dibutuhkan untuk mengatasi gangguan prostat, gangguan penis dan testis, serta masalah reproduksi maupun urologi lainnya.

 

Keahlian subspesialis ini juga mencakup banyak aspek, meliputi fisiologi, biokimia, endokrinologi, imunologi, genetika, pembedahan, histopatologi, seksologi terkait kesuburan, serta pengobatan infeksi menular seksual.

 

Penyakit dan Tindakan Medis

 

Beberapa penyakit yang biasanya ditangani oleh dokter urologi dengan subspesialis andrologi adalah sebagai berikut:

 

  • Disfungsi ereksi.

  • Ejakulasi dini.

  • Varikokel.

  • Andropause.

  • Obstruksi saluran ejakulasi.

  • Azoospermia.

  • Infertilitas pria.

  • Libido rendah.

 

Sejumlah tindakan medis yang dapat dilakukan oleh subspesialis ini, di antaranya:

 

  • VarikokeIektomi.

  • Vasektomi.

  • Tes ereksi nokturnal.

  • Analisis sperma.

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
Dokter Tidak Ditemukan

message

coeSpecialistV2