Robotic Nephrectomy, Prosedur Pengangkatan Ginjal yang Minim Luka
Kesehatan Tubuh

Robotic Nephrectomy, Prosedur Pengangkatan Ginjal yang Minim Luka

02 Juli 2025 5 menit waktu baca
Robotic Nephrectomy

Robotic nephrectomy adalah prosedur pengangkatan ginjal menggunakan bantuan sistem bedah robotik. Teknologi robotik ini memungkinkan gerakan yang lebih presisi dan stabil. Proses ini biasanya menghasilkan pemulihan yang lebih cepat dibandingkan bedah konvensional.

 

Prosedur ini biasanya diterapkan pada kasus tertentu, seperti kanker ginjal atau kerusakan ginjal berat. Robotic nephrectomy dapat bersifat parsial maupun total, tergantung pada kondisi pasien. Dengan risiko komplikasi yang lebih rendah, metode ini semakin populer dan banyak dipilih. Simak informasi selengkapnya mengenai robotic nephrectomy di bawah ini.

 

Apa Itu Robotic Nephrectomy?

 

Robotic nephrectomy adalah prosedur pembedahan invasif minimal yang digunakan untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal (nefrektomi) dengan bantuan teknologi robotik. Metode canggih ini dapat digunakan untuk menangani beragam masalah berat pada ginjal, seperti kanker ginjal, gagal ginjal, kerusakan ginjal yang berat, atau infeksi ginjal kronis.

 

Prosedur nefrektomi sendiri terbagi menjadi dua berdasarkan bagian ginjal yang diangkat, berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Nefrektomi parsial: Hanya bagian ginjal yang rusak yang diangkat dan mempertahankan sebanyak mungkin jaringan ginjal yang sehat.

  • Nefrektomi radikal: Mengangkat seluruh ginjal serta lemak di sekitarnya, kelenjar adrenal, dan terkadang kelenjar getah bening di dekatnya.

 

Keunggulan Robotic Nephrectomy

 

Teknologi bedah robotik memungkinkan tingkat presisi yang lebih tinggi, terutama dalam menangani prosedur rumit atau area yang sulit dijangkau oleh tangan manusia. Metode ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

 

  • Dokter mengendalikan robot melalui meja konsol, mengoperasikan kamera dan instrumen dengan ketelitian tinggi.

  • Sistem dilengkapi kamera khusus tiga dimensi (3D) high definition (HD) yang dapat memperbesar tampilan hingga 10 kali lipat, memberikan visual yang sangat jelas pada area operasi.

  • Sistem juga dilengkapi dengan teknologi penyaring getaran (tremor-filtration) untuk memastikan gerakan tetap stabil dan sangat presisi.

  • Instrumen robotik berukuran kecil dan sangat fleksibel, dirancang untuk meniru pergerakan tangan manusia dengan akurat.

 

Manfaat Robotic Nephrectomy

 

Secara umum, beberapa manfaat yang bisa diperboleh pasien dengan menjalani robotic nephrectomy adalah sebagai berikut:

 

  • Hasil bedah lebih konsisten dan akurat.

  • Sayatan kecil sehingga pemulihan lebih cepat.

  • Risiko infeksi dan komplikasi lebih rendah.

  • Minim risiko operasi ulang (re-do surgery).

  • Menurunkan angka readmission.

  • Mengurangi lama rawat inap.

  • Biaya perawatan lebih efisien.

  • Pengalaman pasien lebih nyaman dan optimal.

 

Sebelum Robotic Nephrectomy

 

Sebelum menjalani prosedur, pasien perlu memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter mungkin akan meminta pasien menghentikan konsumsi beberapa jenis obat, misalnya obat pengencer darah, seperti aspirin dan warfarin. Obat-obatan tersebut perlu dihentikan beberapa hari sebelum operasi. Jika tidak, hal ini bisa meningkatkan risiko perdarahan. 

 

Pasien juga biasanya akan diminta untuk berpuasa beberapa waktu sebelum operasi untuk mencegah timbulnya efek samping akibat prosedur anestesi. Apabila pasien mengonsumsi obat rutin misalnya seperti obat penurun tekanan darah, dokter biasanya masih memperbolehkan obat tersebut untuk tetap dikonsumsi sebelum operasi.

 

Prosedur Robotic Nephrectomy 

 

Selama prosedur, pasien akan diberikan anestesi umum agar tidak sadar selama prosedur berlangsung. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil di bagian perut untuk memasukkan instrumen bedah dari lengan robot dan kamera khusus.

 

Selanjutnya, rongga perut akan diisi dengan gas karbon dioksida untuk menciptakan ruang agar dokter dapat mengakses jaringan ginjal yang terkena kanker. Kemudian, dokter akan mengangkat sebagian atau seluruh ginjal beserta kelenjar adrenalnya. Setelah tumor diangkat, bagian ginjal yang tersisa akan dijahit, instrumen diangkat, dan rongga perut dikempiskan kembali.

 

Setelah Robotic Nephrectomy

 

Setelah prosedur selesai, pasien akan menjalani rawat inap beberapa hari di rumah sakit untuk dilakukan pemantauan dan penanganan nyeri pascaoperasi. Karena prosedur ini bersifat minimal invasif, tingkat nyeri dan lama rawat inap biasanya lebih ringan dibandingkan bedah terbuka.

 

Biasanya, pasien diperbolehkan berjalan perlahan setelah operasi untuk melancarkan aliran darah, menjaga fungsi tubuh tetap normal, serta mencegah komplikasi seperti pneumonia. Pasien biasanya diizinkan kembali bekerja 2–4 minggu setelah operasi, tergantung pada sifat pekerjaannya. Pasien juga dapat melanjutkan semua aktivitas normal kehidupan sehari-hari 2 minggu setelah operasi, kecuali angkat beban, sit-up, atau latihan jenis resistensi lainnya.

 

Risiko Efek Samping Robotic Nephrectomy

 

Bedah robotik telah diakui keamanannya, terutama prosedur ini dilakukan oleh dokter yang telah terlatih dan memiliki sertifikasi khusus di bidang ini. Namun, seperti halnya tindakan medis lainnya, prosedur ini tetap memiliki potensi risiko meskipun menggunakan teknologi mutakhir.

 

Sebuah studi telaah sistematis dari Journal of Kidney Cancer and VHL (2025) menunjukkan bahwa robotic nephrectomy untuk kanker ginjal cenderung membutuhkan waktu operasi yang lebih lama, tetapi memberikan keuntungan berupa perdarahan yang lebih sedikit dan masa rawat inap yang lebih singkat dibandingkan operasi terbuka. Namun, tingkat komplikasi secara keseluruhan sedikit lebih tinggi, terutama pada pasien dengan tumor besar (≥ 7 cm), sehingga perlu pertimbangan matang antara risiko dan manfaatnya.

 

Risiko yang mungkin terjadi umumnya serupa dengan operasi terbuka, seperti infeksi atau komplikasi lain. Meski demikian, tingkat risikonya bisa lebih rendah, tergantung pada kondisi masing-masing pasien dan jenis operasi yang dilakukan. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua pasien merupakan kandidat yang sesuai untuk bedah robotik sehingga konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum memutuskan prosedur ini.

 

Itulah penjelasan mengenai robotic nephrectomy yang penting untuk dipahami. Namun, perlu diketahui bahwa prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, robotic nephrectomy di Siloam Hospitals dikerjakan dengan Da Vinci Xi Robotic Surgery. Teknologi bedah robotik terbaru ini, dilengkapi kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, visualisasi area operasi menjadi lebih jelas dan detail. Bila ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur robotic nephrectomy dengan Da Vinci Xi Robotic Surgery, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

Sumber

Mount Sinai. Robotic Kidney Surgery Patient Instructions. Diakses pada 2025 | BAUS. Robotic-Assisted Laparoscopic (Keyhole) Removal of Part of the Kidney. Diakses pada 2025 | UGA. Robotic Nephrectomy: Removing a Kidney with Robotic Surgery. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Robotic surgery. Diakses pada 2025 | NCBI. Systematic Review of Robotic Nephrectomy for Kidney Cancer. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail