Sub-Spesialisasi dari Kardiologi (Jantung)

Aritmia

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis aritmia bertugas mengelola gangguan irama jantung atau yang dikenal sebagai aritmia.  

 

Dokter subspesialis ini bertanggung jawab dalam membantu penegakan diagnosis pada pasien dengan gangguan irama jantung, seperti denyut jantung yang terlalu cepat (tachycardia), terlalu lambat (bradycardia), atau yang tidak teratur.  

 

Fibrilasi atrium menjadi salah satu kondisi medis yang paling umum ditangani oleh subspesialis ini. Fibrilasi atrium adalah ketidakmampuan atrium (bagian atas jantung) untuk berdetak secara terkoordinasi, yang dapat meningkatkan risiko bekuan darah dan stroke.  

 

Teknik elektrokardiogram (EKG) yang dapat mendeteksi kondisi fibrilasi atrium ditemukan pertama kali oleh Willem Einthoven pada pada tahun 1906. Kemudian pada tahun 1909, dua dokter asal Austria, Carl Julius Rothberger dan Heinrich Winterberg, berhasil merumuskan hubungan langsung antara aritmia dengan fibrilasi atrium. 

 

Sir Thomas Lewis, yang dianggap sebagai bapak elektrokardiografi modern, berhasil mempelajari karakteristik elektrofisiologi fibrilasi atrium dan berkontribusi pada pemahaman yang melibatkan pergerakan sirkuit impuls listrik. 

 

Johns Hopkins University menjadi salah satu universitas paling awal yang berkontribusi dalam pengembangan bidang aritmia dan elektrofisiologi, yang kemudian diikuti oleh Massachusetts General Hospital, Mayo Clinic, dan Cleveland Clinic. 

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Subspesialis ini telah mengikuti pendidikan dan pelatihan intensif dalam bidang aritmia, termasuk elektrofisiologi jantung. Pendidikan ini biasanya berlangsung selama 1–3 tahun, tergantung dari pilihan universitas atau institusi yang menyediakan pendidikan bidang aritmia. 

 

Pendidikan ini dapat ditempuh setelah lulus pendidikan dokter umum selama kurang lebih 6 tahun dan dilanjutkan dengan pendidikan dokter spesialis jantung pembuluh darah selama sekitar 4–5 tahun dan akan mendapatkan gelar Sp. JP, Subsp. Ar. (K). 

 

Saat mengikuti pendidikan dan pelatihan ini, seorang dokter akan dilatih secara khusus tentang mekanisme aritmia dan penggunaan teknik diagnosis dan terapeutik yang relevan dalam menangani pasien dengan gangguan aritmia. 

 

Dokter subspesialis ini memiliki beragam keunggulan, seperti merencanakan prosedur medis dan meresepkan obat-obatan yang terkait dengan gangguan aritmia. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis aritmia mampu memahami bagaimana impuls listrik bekerja dalam jantung, sehingga dapat mengidentifikasi sumber aritmia dan jalur perjalanan impuls listrik yang salah.  

 

Jika pasien membutuhkan prosedur operasi atau pembedahan, dokter dengan subspesialis ini akan membantu dokter ahli bedah dengan memberikan analisa dan interpretasi mendalam, sehingga ahli bedah dapat menjalankan prosedur operasi atau pembedahan secara tepat dan akurat.  

 

Dokter subspesialis ini juga terlibat dalam pengelolaan gaya hidup pasien dalam jangka panjang, dengan memberikan panduan terkait gaya hidup sehat yang dapat membantu mengatasi aritmia, seperti mengurangi stres, menjalankan diet, dan berhenti merokok. Hal ini dilakukan guna membantu pasien mencapai potensi maksimal dalam menjalani kehidupan.  

 

Penyakit dan Prosedur Medis 

 

Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis aritmia, yaitu: 

 

  • Palpitasi.

  • Bradikardia.

  • Takikardia.

  • Ventrikel fibrilasi.

  • Atrial fibrilasi.

  • Atrioventrikular (AV) blok.

  • Irama junctional.

  • Blok cabang berkas kiri.

 

Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis aritmia, yaitu:

 

  • Monitor holter.

  • Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

  • Alat pacu jantung permanen.

  • Ablasi untuk takikardia supraventrikular (SVT).

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
dr-doni-friadi-spjp-k-fiha

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Doni Friadi, SpJP (K), FIHA

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Aritmia


Siloam Heart Hospital

Tersedia :

Kamis, 21 Mei 2026

dr-evan-jim-gunawan-spjp-k-ep

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Evan Jim Gunawan, SpPD, SpJP (K)

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Aritmia


Siloam Heart Hospital

Tersedia :

Selasa, 19 Mei 2026

dr-rizky-aulia-fanani-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rizky Aulia Fanani, SpJP, Subsp. Ar. (K)

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Aritmia


Siloam Heart Hospital

Tersedia :

Selasa, 19 Mei 2026

message

coeSpecialistV2