Kesehatan Tubuh
Junctional Escape Rhythm: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Junctional escape rhythm adalah gangguan irama jantung yang terjadi karena adanya detak jantung tidak normal yang dimulai pada bagian jantung yang berbeda daripada biasanya. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya gangguan pada nodus sinus yang mengirimkan sinyal listrik untuk memicu detak jantung. Mari kenali penyebab, gejala, serta pengobatan junctional escape rhythm selengkapnya dalam artikel di bawah ini.
Apa itu Junctional Escape Rhythm?
Junctional escape rhythm adalah salah satu jenis aritmia (gangguan irama jantung) yang ditandai dengan dimulainya detak jantung di tempat yang jauh dari jalur listrik jantung pada umumnya. Sebagai informasi, sistem konduksi jantung jantung biasanya dimulai di nodus sinus atau sinoatrial (nodus SA) di atrium kanan jantung lalu turun ke ventrikel jantung.
Namun, pada kondisi junctional escape rhythm, detak jantung dimulai dari nodus atrioventrikular (nodus AV), yaitu di bawah dan belakang atrium kanan jantung. Kondisi ini kerap terjadi akibat adanya gangguan atau kelainan pada nodus sinoatrial.
Secara umum, junctional escape rhythm merupakan salah satu jenis junctional rhythm yang ditandai dengan frekuensi detak jantung sekitar 40–60 denyut per menit (beats per minute atau bpm). Di samping junctional escape rhythm terdapat beberapa jenis junctional rhythm lainnya, yaitu:
-
Bradycardia junctional: Ditandai dengan detak jantung kurang dari 40 bpm.
-
Accelerated junctional rhythm: Ditandai dengan detak jantung di antara 60–100 bpm.
-
Junctional tachycardia: Ditandai dengan detak jantung lebih dari 100 bpm.
Penyebab Junctional Escape Rhythm
Penyebab utama junctional escape rhythm adalah terblokirnya nodus SA yang berfungsi mengirimkan sinyal listrik dan mengatur irama jantung yang utama dan alami. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari gangguan kesehatan atau perawatan medis tertentu hingga efek samping obat-obatan. Berikut penjelasan selengkapnya.
Kondisi medis yang bisa menyebabkan terjadinya junctional escape rhythm:
-
Efek samping terapi radiasi di area dada.
-
Penyakit Lyme.
-
Cedera atau trauma di area dada.
-
Hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah).
Jenis obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping berupa junctional escape rhythm:
-
Beta-blocker.
-
Calcium channel blocker.
-
Clonidine.
-
Cimetidine.
-
Lithium.
-
Opioid.
-
Amitriptyline.
-
Cannabinoids.
-
Digoxin.
Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami junctional escape rhythm adalah sebagai berikut:
-
Anak-anak.
-
Lansia berusia di atas 65 tahun.
-
Menderita sick sinus syndrome.
-
Atlet olahraga.
Gejala Junctional Escape Rhythm
Gejala pada junctional escape rhythm berbeda-beda, tergantung dari apa yang menjadi penyebabnya. Gejala ini biasanya juga timbul pada kondisi tertentu, misalnya saat melakukan aktivitas fisik. Beberapa gejala tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Perubahan detak jantung.
-
Pusing dan nyeri kepala.
-
Sangat kelelahan.
-
Sensasi tidak nyaman dan nyeri pada dada.
-
Bengkak pada kaki.
-
Pingsan.
Diagnosis Junctional Escape Rhythm
Dalam menegakkan diagnosis junctional escape rhythm, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan pasien, serta jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu), pemeriksaan dada menggunakan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung pasien, dan lain-lain.
Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis junctional escape rhythm adalah:
-
Tes darah.
Pengobatan Junctional Escape Rhythm
Pengobatan junctional escape rhythm umumnya dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Pada kasus yang tergolong ringan, terlebih jika tidak menimbulkan gejala tertentu, junctional escape rhythm mungkin tidak perlu mendapatkan tindakan medis tertentu. Namun, apabila menimbulkan gejala yang mengganggu, dokter dapat menangani junctional escape rhythm melalui beberapa metode berikut ini:
-
Perubahan gaya hidup, termasuk berhenti merokok, menghindari konsumsi alkohol secara berlebihan, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, serta rutin berolahraga.
-
Penggunaan obat-obatan, seperti atropine.
-
Ablasi kateter, prosedur medis untuk membuat jaringan parut, dengan tujuan menghentikan atau mengganggu sinyal listrik abnormal pada jantung.
-
Pemasangan alat pacu jantung eksternal untuk sementara.
-
Tindakan operasi, untuk memasang alat pacu jantung permanen.
Perlu diingat, penyebab dan gejala yang dijelaskan di atas tidak dapat memastikan bahwa seseorang benar-benar menderita junctional escape rhythm. Sebab, hal tersebut juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, setiap tahapan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien terkait dengan kondisi ini mungkin berbeda-beda, tergantung pada fasilitas medis yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Apabila direkomendasikan oleh dokter, Anda juga bisa memesan Paket Skrining Jantung sebagai upaya deteksi dini berbagai gangguan pada jantung. Praktis, pemesanan paket tersebut dapat dilakukan secara online melalui fitur dalam aplikasi MySiloam.
Sumber
Cleveland Clinic. Junctional Escape Rhythm. Diakses pada 2024 | Healthline. What Is Junctional Escape Rhythm?. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Junctional Rhythm. Diakses pada 2024
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






