Sub-Spesialisasi dari Orthopaedi dan Traumatologi
Bahu dan Siku
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis orthopaedi bahu dan siku berfokus menangani penyakit muskuloskeletal (otot, rangka, dan jaringan penunjangnya) pada bahu dan siku.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari, dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis orthopaedi bahu dan siku akan menegakkan diagnosis dan merencanakan pengobatan untuk penyakit-penyakit muskuloskeletal pada bahu dan siku. Beberapa di antaranya adalah patah tulang, pergeseran sendi, robekan ligamen, dan kondisi peradangan seperti arthritis.
Pada pertengahan hingga akhir abad ke-20, bidang orthopaedi dan traumatologi mengalami kemajuan. Fokus penanganan ke area tubuh menjadi lebih spesifik, termasuk keilmuan tentang bahu dan siku.
Kemajuan teknologi seperti pemeriksaan MRI dan tindakan artroskopi juga menjadi terobosan untuk proses penegakan diagnosis dan pengobatan penyakit sistem muskuloskeletal, termasuk penyakit bahu dan siku.
Seiring berjalannya waktu, pendidikan dan pelatihan lanjutan yang berfokus pada area bahu dan siku mulai bermunculan. Di awal abad ke-21, sejumlah institusi dan universitas mulai menyelenggarakan berbagai pendidikan dan pelatihan lanjutan, termasuk program subspesialisasi orthopaedi bahu dan siku.
Keunggulan Subspesialisasi
Untuk memfokuskan diri dalam bidang subspesialis orthopaedi bahu dan siku, seorang dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi perlu mengambil pendidikan lanjutan selama 2 tahun. Namun, durasi tersebut bisa berbeda-beda karena setiap universitas atau institusi memiliki peraturan dan metode pendidikan tersendiri. Setelah lulus, dokter akan mendapat gelar Sp.OT, Subsp.OBS.
Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis orthopaedi bahu dan siku memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menegakkan diagnosis penyakit bahu dan siku. Proses penegakan diagnosis dapat melibatkan dokter spesialis lainnya, yaitu dokter spesialis radiologi. Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan adalah CT scan, MRI, atau x-ray.
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan merencanakan pengobatan untuk penyakit tersebut, sesuai dengan keilmuan bahu dan siku yang telah dipelajari sebelumnya. Salah satu pengobatan yang dilakukan dokter dengan subspesialis ini adalah artroskopi. Disebut sebagai bedah invasif minimal, teknik artroskopi ini memungkinkan proses operasi yang lebih cepat, juga meminimalkan rasa sakit atau nyeri yang dirasakan oleh pasien.
Belum selesai sampai di situ, dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis orthopaedi bahu dan siku ini juga berperan serta dalam proses pemulihan atau rehabilitasi fisik pascaoperasi. Dalam perencanaan pemulihan, dokter dengan subspesialis ini biasanya bekerja sama dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi serta ahli fisioterapi.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis orthopaedi bahu dan siku, yaitu:
-
Bahu Lepas.
-
Dislokasi Bahu.
-
Fraktur Siku Tangan.
-
Robekan Rotator Cuff.
-
Tendonitis Rotator Cuff.
-
Peradangan pada Bursa Bahu.
-
Bursitis pada Siku Tangan.
-
Bahu Beku.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis orthopaedi bahu dan siku, yaitu:
-
Bedah Artroskopik Pundak untuk Repair/Perbaikan Rotator Cuff.
-
Pembedahan Ganti Siku.
-
Artroplasti Bahu.
-
Artroskopi Siku.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ida Ayu Ratna Dewi Arrisna Artha, SpOT (K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Bahu dan Siku
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Kamis, 21 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua




