Kesehatan Tubuh
Shoulder Impingement Syndrome - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Shoulder impingement syndrome adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat adanya tekanan berlebih pada rotator cuff tendon dan bursa (bantalan pada sendi) di bagian ujung humerus di sekitar bahu. Kondisi ini dapat menyebabkan sendi bahu meradang, bengkak, dan iritasi sehingga membuat penderitanya mengeluhkan nyeri bahu.
Mari kenali penyebab, gejala, cara mendiagnosis, serta prosedur pengobatan shoulder impingement syndrome selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Shoulder Impingement Syndrome?
Shoulder impingement syndrome adalah kondisi ketika bagian luar tulang belikat, yaitu akromion, bergesekan atau menjepit otot rotator cuff sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri di sekitar bahu.
Rotator cuff sendiri merupakan sekelompok tendon di sekitar bahu yang menghubungkan tulang lengan atas (humerus), tulang selangka (clavicula), dan tulang belikat (scapula). Tendon ini juga memungkinkan bahu untuk bergerak guna menunjang aktivitas sehari-hari.
Penyebab Shoulder Impingement Syndrome
Penyebab utama shoulder impingement adalah cedera pada rotator cuff di sekitar bahu. Selain itu, sejumlah kondisi yang dapat memicu terjadinya shoulder impingement adalah sebagai berikut.
-
Tendon di sekitar bahu membengkak atau robek akibat cedera, aktivitas berulang, atau kerusakan tendon (aus) karena pertambahan usia.
-
Peradangan pada bursa (bursitis).
-
Kelainan bentuk atau struktur akromion yang tidak rata.
-
Munculnya taji tulang (bone spur) atau osteofit di sekitar akromion sehingga dapat menimbulkan tekanan berlebih pada rotator cuff.
Gejala Shoulder Impingement Syndrome
Adapun sejumlah gejala umum yang kerap dialami oleh penderita shoulder impingement syndrome adalah sebagai berikut.
-
Nyeri saat mengangkat lengan ke atas kepala.
-
Nyeri pada bagian depan bahu.
-
Rasa nyeri yang dapat menjalar dari bagian depan bahu ke samping lengan.
-
Nyeri saat berbaring pada sisi bahu yang terdampak.
-
Kesulitan untuk menggerakan bahu.
-
Bahu terasa pegal pada malam hari.
-
Bahu terasa lemah dan kaku.
Jika terjadi dalam jangka waktu lama, cedera rotator cuff dapat menimbulkan gejala yang lebih serius, seperti kesulitan untuk mengangkat lengan akibat adanya robekan pada tendon di sekitar bahu.
Diagnosis Shoulder Impingement Syndrome
Untuk mengetahui penyebab yang mendasari shoulder impingement syndrome, dokter dapat melakukan wawancara medis dengan pasien (anamnesis) guna mengetahui keluhan, rutinitas sehari-hari, dan riwayat kesehatan pasien.
Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan dengan cara mengangkat dan merentangkan lengan pasien guna mengetahui kekuatan dan mobilitas lengan atau bahu pasien. Selain itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengonfirmasi diagnosis shoulder impingement syndrome adalah sebagai berikut.
-
Foto rontgen untuk memeriksa cedera pada rotator cuff dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti arthritis (radang sendi).
-
USG bahu.
Pengobatan Shoulder Impingement Syndrome
Pada dasarnya, pengobatan shoulder impingement syndrome bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri serta mengembalikan fungsi normal bahu. Adapun sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk menangani shoulder impingement syndrome adalah sebagai berikut.
1. Perawatan Mandiri
Bila gejala yang dialami tergolong ringan, shoulder impingement syndrome dapat ditangani dengan melakukan perawatan mandiri, seperti mengistirahatkan bahu, melakukan peregangan secara rutin, mandi air hangat, serta meletakkan kompres dingin pada bahu.
Perawatan ini dilakukan untuk meminimalkan rasa nyeri serta mengurangi pembengkakan pada tendon di sekitar bahu.
2. Fisioterapi
Fisioterapi adalah terapi rehabilitasi yang dilakukan dengan cara melatih dan menggerakkan bagian tubuh pasien yang mengalami cedera. Terapi ini dapat membantu mengembalikan kemampuan fisik serta meminimalkan rasa nyeri pada bahu yang kerap dialami oleh penderita shoulder impingement syndrome.
3. Pemberian Obat-obatan
Untuk mengurangi rasa nyeri, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu pada pasien shoulder impingement syndrome, di antaranya sebagai berikut.
-
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, aspirin, atau naproxen.
-
Injeksi kortikosteroid apabila shoulder impingement syndrome menimbulkan rasa nyeri yang lebih parah.
4. Tindakan Pembedahan
Dalam kasus yang tergolong serius, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani tindakan pembedahan, terutama jika pengobatan lainnya tidak bisa meredakan gejala shoulder impingement syndrome.
Salah satu tindakan operasi yang umum dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah subacromial decompression atau arthroscopic shoulder decompression. Prosedur ini dilakukan dengan cara menghilangkan sebagian akromion agar dapat memberikan ruang yang cukup untuk rotator cuff.
Jika Anda mengeluhkan gejala shoulder impingement syndrome seperti ulasan di atas, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat dari dokter spesialis ortopedi kami.
Siloam Hospitals Mampang merupakan pusat unggulan ortopedi yang dilengkapi dengan tim ahli ortopedi berpengalaman dan fasilitas medis mutakhir sehingga dapat menangani gangguan tulang, sendi dan jaringan ikat secara komprehensif.
Manfaatkan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk mencari informasi jadwal praktik dokter spesialis ortopedi, booking, hingga melihat hasil pemeriksaan. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







