Shoulder Impingement Syndrome - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Shoulder Impingement Syndrome - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

15 Oktober 2025 3 menit waktu baca
shoulder impingement syndrome adalah

Shoulder impingement syndrome adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat adanya tekanan berlebih pada rotator cuff tendon dan bursa (bantalan pada sendi) di bagian ujung humerus di sekitar bahu. Kondisi ini dapat menyebabkan sendi bahu meradang, bengkak, dan iritasi sehingga membuat penderitanya mengeluhkan nyeri bahu.

 

Mari kenali penyebab, gejala, cara mendiagnosis, serta prosedur pengobatan shoulder impingement syndrome selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Shoulder Impingement Syndrome?

 

Shoulder impingement syndrome adalah kondisi ketika bagian luar tulang belikat, yaitu akromion, bergesekan atau menjepit otot rotator cuff sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri di sekitar bahu.

 

Rotator cuff sendiri merupakan sekelompok tendon di sekitar bahu yang menghubungkan tulang lengan atas (humerus), tulang selangka (clavicula), dan tulang belikat (scapula). Tendon ini juga memungkinkan bahu untuk bergerak guna menunjang aktivitas sehari-hari.

 

Penyebab Shoulder Impingement Syndrome

 

Penyebab utama shoulder impingement adalah cedera pada rotator cuff di sekitar bahu. Selain itu, sejumlah kondisi yang dapat memicu terjadinya shoulder impingement adalah sebagai berikut.

 

  • Tendon di sekitar bahu membengkak atau robek akibat cedera, aktivitas berulang, atau kerusakan tendon (aus) karena pertambahan usia.

  • Peradangan pada bursa (bursitis).

  • Kelainan bentuk atau struktur akromion yang tidak rata.

  • Munculnya taji tulang (bone spur) atau osteofit di sekitar akromion sehingga dapat menimbulkan tekanan berlebih pada rotator cuff.

 

Gejala Shoulder Impingement Syndrome

 

Adapun sejumlah gejala umum yang kerap dialami oleh penderita shoulder impingement syndrome adalah sebagai berikut.

 

  • Nyeri saat mengangkat lengan ke atas kepala.

  • Nyeri pada bagian depan bahu.

  • Rasa nyeri yang dapat menjalar dari bagian depan bahu ke samping lengan.

  • Nyeri saat berbaring pada sisi bahu yang terdampak.

  • Kesulitan untuk menggerakan bahu.

  • Bahu terasa pegal pada malam hari.

  • Bahu terasa lemah dan kaku.

 

Jika terjadi dalam jangka waktu lama, cedera rotator cuff dapat menimbulkan gejala yang lebih serius, seperti kesulitan untuk mengangkat lengan akibat adanya robekan pada tendon di sekitar bahu.

 

Diagnosis Shoulder Impingement Syndrome

 

Untuk mengetahui penyebab yang mendasari shoulder impingement syndrome, dokter dapat melakukan wawancara medis dengan pasien (anamnesis) guna mengetahui keluhan, rutinitas sehari-hari, dan riwayat kesehatan pasien.

 

Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan dengan cara mengangkat dan merentangkan lengan pasien guna mengetahui kekuatan dan mobilitas lengan atau bahu pasien. Selain itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengonfirmasi diagnosis shoulder impingement syndrome adalah sebagai berikut.

 

 

Pengobatan Shoulder Impingement Syndrome

 

Pada dasarnya, pengobatan shoulder impingement syndrome bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri serta mengembalikan fungsi normal bahu. Adapun sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk menangani shoulder impingement syndrome adalah sebagai berikut.

 

1. Perawatan Mandiri

 

Bila gejala yang dialami tergolong ringan, shoulder impingement syndrome dapat ditangani dengan melakukan perawatan mandiri, seperti mengistirahatkan bahu, melakukan peregangan secara rutin, mandi air hangat, serta meletakkan kompres dingin pada bahu. 

 

Perawatan ini dilakukan untuk meminimalkan rasa nyeri serta mengurangi pembengkakan pada tendon di sekitar bahu.

 

2. Fisioterapi

 

Fisioterapi adalah terapi rehabilitasi yang dilakukan dengan cara melatih dan menggerakkan bagian tubuh pasien yang mengalami cedera. Terapi ini dapat membantu mengembalikan kemampuan fisik serta meminimalkan rasa nyeri pada bahu yang kerap dialami oleh penderita shoulder impingement syndrome.

 

3. Pemberian Obat-obatan

 

Untuk mengurangi rasa nyeri, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu pada pasien shoulder impingement syndrome, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, aspirin, atau naproxen.

  • Injeksi kortikosteroid apabila shoulder impingement syndrome menimbulkan rasa nyeri yang lebih parah.

 

4. Tindakan Pembedahan

 

Dalam kasus yang tergolong serius, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani tindakan pembedahan, terutama jika pengobatan lainnya tidak bisa meredakan gejala shoulder impingement syndrome.

 

Salah satu tindakan operasi yang umum dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah subacromial decompression atau arthroscopic shoulder decompression. Prosedur ini dilakukan dengan cara menghilangkan sebagian akromion agar dapat memberikan ruang yang cukup untuk rotator cuff.

 

Jika Anda mengeluhkan gejala shoulder impingement syndrome seperti ulasan di atas, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat dari dokter spesialis ortopedi kami.

 

Siloam Hospitals Mampang merupakan pusat unggulan ortopedi yang dilengkapi dengan tim ahli ortopedi berpengalaman dan fasilitas medis mutakhir sehingga dapat menangani gangguan tulang, sendi dan jaringan ikat secara komprehensif.

 

Manfaatkan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk mencari informasi jadwal praktik dokter spesialis ortopedi, booking, hingga melihat hasil pemeriksaan. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail