Kesehatan Tubuh
Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Table of Contents
Bursitis adalah salah satu faktor yang sering kali menyebabkan lutut terasa nyeri saat ditekuk atau diluruskan. Bursitis terjadi karena peradangan pada bursa, yaitu pelumas dan bantalan di sekitar sendi.
Tak hanya lutut, bursitis juga umum terjadi pada bahu, siku, dan pinggul. Kondisi ini bisa dipicu oleh gerakan atau tekanan berulang pada sendi. Baca ulasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan bursitis.
Apa itu Bursitis?
Bursitis adalah peradangan pada pelumas dan bantalan di sekitar sendi, atau disebut bursa. Bursa merupakan komponen tubuh yang berfungsi mengurangi gesekan antara tulang dan tendon ketika Anda bergerak.
Peradangan pada bursitis menyebabkan sendi mengalami pembengkakan, terasa nyeri saat disentuh, dan sulit digerakkan atau ditekuk. Bursitis adalah kondisi yang umum terjadi pada bagian tubuh yang sering melakukan gerakan berulang, seperti bahu, siku, pinggul, lutut, tumit, dan pangkal jempol kaki.
Kondisi ini dapat dialami oleh semua kalangan usia dan jenis kelamin. Meski begitu, seseorang memiliki risiko bursitis lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Terlebih pada orang yang aktif bekerja dengan gerakan berulang, seperti pelukis.
Penyebab Bursitis
Secara umum penyebab bursitis adalah adanya gerakan secara berulang sehingga memberikan tekanan di sekitar sendi. Berikut merupakan tiga kondisi yang sering menyebabkan bursitis:
Gerakan Berulang Pada Sendi
Gerakan berulang pada sendi menjadi penyebab paling umum dari bursitis. Gerakan berulang dapat memberikan tekanan pada sendi, akibatnya sendi mengalami peradangan. Contohnya yaitu ketika Anda berlutut atau bersandar pada siku terlalu lama atau melempar bola terus-menerus.
Cedera Sendi
Cedera sendi merupakan salah satu penyebab bursitis yang dipicu oleh tekanan berat pada sendi, seperti memikul benda berat, membentur benda padat, atau kecelakaan yang mengakibatkan trauma sendi dan tulang yang mengenai bursa.
Infeksi atau Penyakit Tertentu
Beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan bursitis adalah lupus, diabetes, penyakit tiroid, dan radang sendi.
Faktor Risiko Bursitis
Selain tiga penyebab utama bursitis di atas, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bursitis, antara lain:
- Usia, semakin bertambahnya usia maka risiko seseorang terkena bursitis semakin tinggi.
- Memiliki riwayat penyakit seperti asam urat dan diabetes.
- Menggeluti hobi atau aktivitas yang memerlukan gerakan-gerakan berulang, seperti bermain musik.
- Berat badan berlebih atau obesitas.
- Kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
- Terbiasa duduk membungkuk sehingga memengaruhi postur tubuh.
Gejala Bursitis
Gejala umum dari bursitis adalah munculnya rasa nyeri dan kemerahan pada area sendi yang meradang. Rasa nyeri tersebut akan bertambah parah saat dipakai untuk bergerak. Apabila bursitis telah mencapai tingkat kronis, beberapa gejala yang mungkin terjadi di antaranya pembengkakan dan nyeri saat ditekan. Akibatnya, penderita bursitis kronis rentan mengalami kerusakan otot dan terbatasnya pergerakan pada area sendi tersebut.
Berdasarkan lokasi peradangan yang lebih spesifik, bursitis terbagi menjadi tiga jenis yaitu:
- Bursitis trochanterica, menyebabkan nyeri pada pinggul saat berbaring.
- Bursitis retrocalcaneal, menyebabkan kesulitan saat berjalan atau berlari.
- Bursitis prepatellar dan olecranon, menyebabkan kesulitan ketika menekuk kaki atau lengan.
Diagnosis Bursitis
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien. Apabila dibutuhkan pendukung diagnosis, dokter biasanya akan melakukan beberapa tes penunjang, seperti:
- X-ray: Bertujuan untuk mengeliminasi diagnosis lain yang berkaitan dengan bursitis, seperti patah tulang.
- MRI atau USG: Bertujuan mendeteksi pembengkakan pada bursa.
- Tes darah: Bertujuan mengetahui apakah ada infeksi
- Tes cairan dalam bursa: Bertujuan memastikan apakah cairan tersebut ikut berdampak.
Pengobatan Bursitis
Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dijalani oleh pasien bursitis, antara lain:
Fisioterapi
Fisioterapi adalah pengobatan yang dilakukan untuk memperkuat otot-otot di sekitar bursa dan persendian. Melakukan fisioterapi dengan terapi fisik dapat membantu mencegah kambuhnya bursitis.
Beberapa terapi fisik yang mungkin akan dilakukan oleh pasien bursitis adalah sebagai berikut:
- Perbaikan postur tubuh dan cara berjalan.
- Melatih berbagai cara untuk menghindari cedera.
- Terapi air.
- Terapi jaringan lunak.
- Program latihan fisik sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Pemberian Obat-obatan
Mengingat penderita bursitis umumnya mengalami nyeri pada sendi, dokter biasanya akan merekomendasikan obat pereda rasa nyeri, seperti golongan obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID).
Dokter juga akan meresepkan antibiotik apabila peradangan pada bursa terjadi karena infeksi. Bahkan, dokter mungkin akan menyuntikkan kortikosteroid pada bursa jika gejala tak kunjung membaik.
Alat Bantu
Tak jarang penderita bursitis mengalami susah gerak. Kondisi ini tergantung pada letak terjadinya bursitis. Misalnya, jika bursitis terjadi di area kaki maka penderita akan sulit berjalan. Begitu juga jika bursitis terjadi di siku tangan, maka tangan akan sulit digerakkan.
Karena itu, tongkat jalan, kruk, bidai, dan lainnya akan sangat membantu mengurangi tekanan pada area terjadinya bursitis. -
Apabila bursitis terjadi pada siku atau tangan, Anda akan disarankan menggunakan arm sling untuk menyangga tangan sementara waktu hingga kondisi membaik.
Operasi
Jika sudah dalam kondisi parah, maka pengobatan yang akan direkomendasikan kepada pasien bursitis adalah operasi. Operasi menjadi pilihan terakhir apabila kondisi pasien tak kunjung membaik bahkan setelah menjalani perawatan bursitis selama 6 bulan hingga satu tahun.
Pencegahan Bursitis
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah bursitis adalah sebagai berikut:
- Hindari melakukan gerakan berulang-ulang dalam waktu lama.
- Lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga.
- Istirahat yang cukup.
- Kenali batas toleransi tubuh terhadap aktivitas tertentu, jangan memaksakan diri melakukan aktivitas yang terlalu berat melebihi kemampuan.
- Melakukan pemeriksaan rutin, terutama jika memiliki kondisi tertentu seperti diabetes, penyakit autoimun, atau asam urat.
Meski bukan termasuk kondisi serius, bursitis tetap harus ditangani dengan tepat agar kondisi Anda bisa pulih kembali dan mencegah penyakit ini kambuh lagi.
Percayakan penanganan gangguan kesehatan tulang, sendi, dan jaringan ikat kepada Siloam Hospitals Mampang. Rumah sakit dengan pusat unggulan ortopedi ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pemeriksaan, seperti X-ray, CT Scan, USG, dan MRI serta tenaga medis profesional yang siap memberikan diagnosis, perawatan, dan rehabilitasi terbaik.
Untuk membuat janji temu di Siloam Hospitals Mampang, Anda dapat menggunakan fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam atau dengan menghubungi call center kami di 1-500-181. Jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







