Bahu Terkilir - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Bahu Terkilir - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 April 2025 4 menit waktu baca
bahu terkilir

Bahu terkilir termasuk jenis cedera yang cukup umum terjadi. Kondisi ini terjadi ketika ligamen yang berada di sendi bahu mengalami robekan atau meregang terlalu jauh. Bahu terkilir mungkin dapat ditangani dengan perawatan mandiri di rumah, namun bisa juga memerlukan penanganan medis. Ingin tahu lebih lanjut mengenai gejala dan penanganan bahu terkilir? Mari simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.

 

Apa itu Bahu Terkilir?

 

Bahu terkilir (shoulder sprain) adalah cedera yang terjadi ketika ligamen di sendi bahu meregang terlalu jauh atau robek. Bahu merupakan sendi kompleks yang terdiri dari tulang lengan atas (humerus), tulang belikat (skapula), dan tulang selangka (klavikula), yang saling terhubung sehingga memungkinkan lengan untuk bergerak.

 

Ligamen merupakan jaringan penghubung tulang dan otot pada sendi bahu dan mencegah pergerakan bahu keluar dari rentang gerak alaminya. Ligamen juga memastikan sendi tetap stabil. Bahu terkilir terjadi ketika ligamen meregang atau bergerak terlalu jauh.

 

Penyebab Bahu Terkilir

 

Pada dasarnya, segala hal yang dapat memaksa bahu untuk bergerak terlalu jauh dari jangkauan alaminya dapat menyebabkan bahu terkilir. Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan bahu terkilir adalah sebagai berikut:

 

  • Cedera saat olahraga, misalnya saat berenang, bermain baseball, dan jenis olahraga lain yang dominan menggunakan lengan.

  • Cedera yang disebabkan oleh regangan berulang, seperti menggerakkan bahu dalam posisi yang sama untuk bekerja atau berolahraga.

  • Terjatuh.

  • Melakukan aktivitas yang menekan bahu sepanjang tahun tanpa istirahat atau pemulihan.

  • Memulai aktivitas baru tanpa peralatan atau pelatihan yang tepat.

  • Meningkatkan intensitas latihan atau aktivitas secara tiba-tiba.



Gejala Bahu Terkilir

 

Gejala bahu terkilir biasanya langsung disadari oleh penderitanya karena bisa muncul saat itu juga. Gejala utamanya adalah rasa nyeri pada bahu disertai dengan memar atau perubahan warna pada area yang terdampak. Selain nyeri dan memar, ciri-ciri bahu terkilir di antaranya yaitu:

 

  • Ketidakstabilan bahu (merasa bahu lebih lemah dari biasanya atau seperti bergeser saat menggerakkannya).

  • Berkurangnya rentang gerak lengan.

  • Pembengkakan. 

 

Diagnosis Bahu Terkilir

 

Guna mendiagnosis shoulder sprain, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk penyebab cedera. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa rentang gerak bahu. Dokter mungkin juga menggunakan tes pencitraan untuk mengambil gambar sendi bahu dan jaringan di sekitarnya.

 

Tes pencitraan dapat membantu dokter mengidentifikasi cedera lain, seperti patah tulang (fraktur) atau dislokasi di bahu. Tes pencitraan yang digunakan di antaranya:

 

  • Sinar-X bahu.

  • USG bahu.

  • MRI scan.

Setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter akan menentukan tingkat keparahan cedera pada bahu dalam tiga tingkat. Ligamen yang terlalu meregang dengan sedikit atau tanpa robekan dikategorikan sebagai tingkat 1, ligamen yang robek sebagian termasuk tingkat 2, dan ligamen yang robek atau terpisah sepenuhnya termasuk tingkat 3.

 

Cara Mengatasi Bahu Terkilir

 

Penanganan shoulder sprain akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Namun, langkah penanganan yang umumnya dianjurkan untuk bahu terkilir adalah menggunakan metode RICE (rest, ice, compression, and elevation). Berikut uraian selengkapnya:

 

  • Rest: Menghentikan aktivitas yang menyebabkan cedera dan beristirahat. Usahakan tidak menggerakkan bahu selama masa pemulihan.

  • Ice: Mengompres bahu dengan es yang dibungkus kain atau handuk tipis selama 15 menit. Ulangi selama beberapa kali sehari.

  • Compression: Membungkus bahu yang cedera dengan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan.

  • Elevation: Memosisikan bahu lebih tinggi (di atas ketinggian jantung).



Apabila metode RICE tidak membuat gejala mereda, dokter biasanya akan memberikan langkah perawatan lain, dengan memberi resep obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Jika diperlukan, dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan penyangga sehingga masa pemulihan pasien menjadi lebih optimal.

 

Pada kasus bahu terkilir yang parah, dokter dapat melakukan tindakan pembedahan atau operasi untuk merekonstruksi ligamen bahu yang mengalami kerusakan. Operasi biasanya dibutuhkan bila terjadi fraktur (patah tulang) bahu atau dislokasi bahu.

 

Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan bahu terkilir ringan adalah 7–14 hari. Namun, pada kasus yang lebih berat, proses penyembuhannya bisa memakan waktu 2–6 bulan, tergantung pada keparahan robekan ligamen serta penanganan yang dilakukan.

 

Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili bahu terkilir. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Jadi, agar tidak salah penanganan, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Spesialis Ortopedi yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.

 

Penting pula dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan.  Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.


Jika dianjurkan oleh dokter untuk mendapatkan fisioterapi, Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilayani langsung di rumah Anda sehingga Anda tidak perlu keluar rumah. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit.

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail