Kesehatan Tubuh
Jangan Panik Saat Alami Keseleo! Atasi dengan Cara Ini

Table of Contents
Keseleo adalah kondisi ketika ligamen mengalami cedera. Kondisi ini biasanya berdampak pada area tubuh yang aktif bergerak, misalnya pergelangan kaki. Meski keseleo adalah kondisi yang umum terjadi, beberapa kasus tetap memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan kondisi dan mendapatkan penanganan lebih tepat. Mari ketahui informasi lengkap seputar gejala, penyebab, hingga cara mengatasi keseleo melalui ulasan berikut ini.
Apa itu Keseleo (Terkilir)?
Keseleo atau terkilir adalah cedera pada ligamen yang umum terjadi karena aktivitas fisik seperti olahraga. Ligamen sendiri merupakan jaringan ikat penghubung antartulang. Perlu diketahui, ligamen, otot, dan tendon sama-sama berfungsi untuk mendukung pergerakan dengan menjaga kestabilan sendi.
Pada kondisi keseleo atau dalam bahasa medis disebut sprain, ligamen mengalami peregangan berlebihan atau robek sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, memar, serta menyebabkan pergerakan tubuh, khususnya pada bagian yang terdampak menjadi terbatas. Perlu diketahui bahwa sprain berbeda dengan strain. Strain merupakan cedera yang terjadi pada otot dan tendon.
Meski paling sering terjadi pada pergelangan kaki, keseleo juga bisa terjadi pada tangan, lutut, atau jari. Cedera akibat keseleo pun bisa bersifat ringan hingga serius, tergantung dari seberapa besar pengaruh cedera terhadap kerusakan ligamen.
Penyebab Keseleo
Penyebab utama keseleo adalah peregangan pada ligamen secara berlebihan. Adapun beberapa aktivitas yang berisiko menyebabkan keseleo adalah sebagai berikut:
-
Gerakan berputar pada saat berolahraga, misalnya olahraga atletik.
-
Berjalan, berlari, atau olahraga di jalur jalan yang tidak rata.
-
Menerapkan teknik yang salah dalam berolahraga.
-
Berdiri atau duduk pada posisi yang tidak tepat.
-
Mengangkat beban berat.
-
Terpeleset atau terjatuh.
-
Kecelakaan.
-
Melakukan gerakan berulang dalam waktu yang lama.
-
Kaki tidak sengaja terinjak.
-
Menggunakan tangan sebagai tumpuan saat jatuh.
-
Melakukan pendaratan pada posisi yang kurang tepat saat terjatuh.
Faktor Risiko Keseleo
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami keseleo adalah sebagai berikut:
-
Memiliki ukuran tubuh yang tidak proporsional.
-
Memiliki berat badan berlebih (obesitas).
-
Kurang aktif berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.
-
Salah teknik saat menggunakan alat olahraga.
-
Kelelahan.
-
Tidak melakukan peregangan otot atau pemanasan sebelum olahraga.
-
Faktor lingkungan, misalnya jalan di permukaan licin.
-
Melakukan aktivitas atau berolahraga saat kondisi tubuh sedang tidak baik.
Gejala Keseleo
Gejala keseleo bisa berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahannya. Secara umum, beberapa gejala keseleo pada bagian tubuh yang terdampak adalah sebagai berikut:
-
Pembengkakan.
-
Memar.
-
Nyeri.
-
Mati rasa.
-
Terasa hangat saat disentuh.
-
Kemerahan.
-
Penurunan kemampuan gerak.
Pada kondisi yang ringan, biasanya keseleo tidak terlalu menimbulkan rasa nyeri maupun memar. Namun, jika kondisinya cukup parah, biasanya penderita bisa mendengarkan adanya bunyi seperti robekan pada persendian saat terjadinya cedera. Segera kunjungi dokter apabila keseleo tak kunjung sembuh setelah 5–7 hari, terutama jika disertai dengan salah satu dari gejala-gejala berikut:
-
Memar dan nyeri hebat, terutama saat disentuh atau digerakkan.
-
Demam, karena dapat menandakan adanya infeksi.
-
Kesemutan dan mati rasa pada bagian tubuh yang keseleo.
-
Perubahan bentuk fisik pada area yang cedera, misalnya bengkok atau patah.
Diagnosis Keseleo
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis terkait gejala yang dirasakan serta aktivitas yang tengah dijalani oleh pasien. Kemudian, dilakukan juga pemeriksaan fisik dengan menggerakan bagian tubuh yang mengalami keluhan.
Biasanya, dokter sudah dapat menegakkan diagnosis melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik saja. Namun jika diperlakukan, dokter pun dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Foto rontgen, untuk mendeteksi patah tulang atau dislokasi (bergeser atau terlepasnya sendi dari posisi normalnya).
-
Pemeriksaan CT scan atau MRI untuk melihat kerusakan otot, tendon, ligamen, atau struktur lainnya yang mengalami cedera secara lebih jelas.
-
Pemeriksaan USG, untuk memeriksa kondisi ligamen atau otot serta menilai tingkat keparahannya.
Jika dalam waktu 6 minggu setelah pemeriksaan terdapat rasa nyeri atau gejala lainnya akibat keseleo tak kunjung mereda dan justru mengalami perburukan, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan kembali. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi adanya robekan tambahan atau retakan yang belum terdeteksi sebelumnya.
Cara Mengatasi Keseleo
Beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi keseleo adalah sebagai berikut.
A. Pengobatan Mandiri dengan Metode RICE
RICE adalah empat langkah mudah yang digunakan untuk meredakan gejala keseleo. Berikut penjelasan selengkapnya:
-
Rest, menghindari aktivitas dan mengistirahatkan bagian tubuh yang keseleo setidaknya selama 48 jam.
-
Ice, mengompres area yang keseleo dengan es selama 15–20 menit.
-
Compression, melilit bagian yang keseleo menggunakan perban elastis untuk meredakan pembengkakan.
-
Elevation, memosisikan bagian yang cedera lebih tinggi dari tubuh saat duduk atau berbaring.
Selain menerapkan metode RICE, cara lain yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan keseleo adalah sebagai berikut:
-
Menghindari mandi atau kompres bagian yang keseleo dengan air panas pada fase akut (dalam 0–48 jam pertama setelah keseleo) karena dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan memperberat pembengkakan.
-
Hindari konsumsi alkohol karena dapat memperparah pembengkakan.
-
Hindari memijat bagian yang keseleo karena dapat memperparah pembengkakan dan meningkatkan risiko terjadinya sindrom kompartemen.
-
Batasi aktivitas fisik sementara waktu.
B. Perawatan Medis
Jika kondisi keseleo cukup parah, maka penderita perlu segera mendapatkan perawatan medis. Selain memberikan obat pereda nyeri, biasanya dokter akan memberikan alat penyangga untuk mengurangi pergerakan pada bagian tubuh yang keseleo dan menstabilkan struktur jaringan pada area tersebut.
Namun, bila keseleo teramat parah, misalnya ligamen terputus, sehingga menyebabkan kondisi sendi tidak stabil, maka dokter dapat merekomendasikan prosedur operasi. Kemudian, dokter akan melakukan fisioterapi (terapi fisik) setelah gejala mereda untuk membantu memulihkan kestabilan dan kekuatan sendi.
Cara Mencegah Keseleo
Cara mencegah keseleo adalah dengan menghindari faktor-faktor risiko yang sudah disebutkan di atas. Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain:
-
Melakukan pemanasan atau peregangan otot sebelum berolahraga.
-
Rutin berolahraga.
-
Pastikan untuk berhati-hati dalam setiap langkah, terutama ketika sedang berada di lingkungan yang jalanannya tidak rata, licin, atau tidak stabil.
-
Menggunakan peralatan olahraga dengan tepat.
-
Menggunakan alas kaki yang nyaman dan hindari penggunaan sepatu hak tinggi jika tidak diperlukan.
-
Hindari berdiri atau duduk terlalu lama.
Penting untuk diketahui bahwa gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili kondisi keseleo. Artinya, sejumlah gejala tersebut juga dapat mengindikasikan kondisi medis yang lain. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat jika Anda mengalami pembengkakan disertai rasa nyeri di bagian tubuh tertentu.
Sebagai informasi, perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar. Hal ini dikarenakan fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Pesepeda
Lainnya
22 Service/Item
Rp5.000.000
TERPOPULER
Skrining Pelari
Lainnya
20 Service/Item
Rp5.200.000
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
SPINE - Skrining Kesehatan Tulang Belakang (Lumbal)
2 Service/Item
Rp1.099.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
Fisioterapi & Chest Therapy (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp1.072.000







