Kesehatan Tubuh
Mengenal Salah Urat (Strain) dan Bedanya dengan Nyeri Otot

Table of Contents
Salah urat adalah cedera yang dapat dialami seseorang saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat. Gejala salah urat biasanya berupa rasa nyeri hingga pembengkakan di area yang terdampak. Tak sedikit orang yang mengira salah urat sebagai nyeri otot. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaan dan cara penanganan yang tepat, mari simak penjelasan berikut ini.
Apa itu Salah Urat (Strain)?
Strain atau salah urat adalah cedera atau ketegangan pada tendon. Ketegangan tersebut biasanya terjadi karena penggunaan tendon yang berlebihan. Lokasi atau bagian tubuh yang paling sering mengalami salah urat adalah otot hamstring dan punggung bawah.
Tendon sendiri merupakan bagian dari otot yang memiliki tekstur lebih keras dan berfungsi menghubungkan otot ke tulang. Tendon terletak di hampir setiap persendian, misalnya di pergelangan kaki (tendon Achilles) yang berfungsi untuk menghubungkan otot betis dan tulang telapak kaki.
Penyebab Salah Urat
Tubuh kita bergerak dan bekerja setiap harinya sehingga risiko nyeri otot ataupun salah urat sudah menjadi hal yang umum. Beberapa hal yang menjadi penyebab salah urat adalah sebagai berikut:
-
Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.
-
Jatuh atau terpeleset.
-
Melakukan gerakan berulang dan berkepanjangan.
-
Mengangkat benda berat.
-
Duduk atau berdiri dalam keadaan tidak nyaman.
Setiap orang berisiko mengalami cedera, baik itu pada otot maupun tendon. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, di antaranya:
-
Menggunakan peralatan yang tidak tepat saat berolahraga.
-
Tidak melakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga. Pemanasan sebelum olahraga dapat membantu meregangkan otot dan mempermudah gerakan. Sedangkan, pendinginan bermanfaat membantu otot tidak kencang dan kaku setelah berolahraga.
-
Kelelahan. Saat sedang lelah, tubuh lebih rentan mengalami cedera, karenanya cobalah beristirahat sesekali untuk mengembalikan energi tubuh.
-
Faktor lingkungan, seperti permukaan yang licin.
Perbedaan Salah Urat dan Nyeri Otot
Perbedaan salah urat dan nyeri otot terletak pada penyebabnya. Umumnya, penyebab salah urat adalah cedera atau kecelakaan dalam aktivitas sehari-hari, seperti keseleo atau terkilir. Keluhan yang kerap muncul adalah nyeri pada sendi yang berlangsung lama.
Sementara itu, nyeri otot biasanya disebabkan oleh kesalahan posisi tidur atau peregangan otot secara berlebihan ketika berolahraga. Keluhan yang paling sering dirasakan adalah rasa kaku atau kram di area yang terdampak. Perbedaan nyeri otot dan salah urat juga bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:
-
Perhatikan sumber nyeri. Apabila nyeri terjadi karena adanya benturan saat olahraga, kemungkinan besar rasa nyeri berasal dari otot karena otot memiliki permukaan yang lebih luas dan rentan terhadap benturan. Di sisi lain, jika cedera disebabkan oleh keseleo, kemungkinan besar nyeri berasal dari bagian urat dalam ligamen. Selain itu, olahraga secara berlebihan juga bisa menyebabkan salah urat.
-
Perhatikan karakteristik rasa nyeri. Karakteristik nyeri akibat salah urat adalah sensasi tertusuk disertai bengkak dan kemerahan pada area nyeri, serta sulit digerakkan. Sementara, nyeri pada otot biasanya terasa kaku atau kram, bisa juga terasa berat ketika melakukan aktivitas tertentu tanpa disertai bengkak atau kemerahan.
Gejala Salah Urat
Beberapa gejala yang sering muncul ketika seseorang mengalami salah urat adalah sebagai berikut:
-
Rasa nyeri pada sendi yang terdampak.
-
Ketegangan dan kelemahan otot.
-
Pembengkakan.
-
Peradangan.
-
Penurunan fleksibilitas.
-
Kesulitan menggerakkan sendi secara penuh.
Diagnosis Salah Urat
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan meminta pasien menjalani X-ray dengan menyampingkan penyebab atau gejala lainnya. Apabila X-ray belum cukup efektif untuk melihat kondisi pasien, dokter akan merekomendasikan pasien melakukan MRI. Prosedur ini akan membantu dokter melihat kondisi cedera secara lebih detail.
Cara Mengobati Salah Urat
Apabila mengalami gejala salah urat yang ringan, dokter biasanya menyarankan pasien melakukan perawatan mandiri di rumah atau dikenal sebagai metode RICE, seperti:
-
Rest. Sebisa mungkin hindari melakukan aktivitas berlebihan ketika sedang mengalami cedera agar gejala tidak semakin parah.
-
Ice. Mengompres bagian yang terasa nyeri dengan es batu yang terbungkus dengan kain atau lap bersih. Lakukan cara ini selama 20 menit dan ulangi hingga gejala mereda.
-
Compression. Cara ini dilakukan dengan membungkus sendi yang cedera menggunakan perban khusus, namun pastikan tidak terlalu kencang karena berisiko menghambat aliran darah.
-
Elevation. Posisikan sendi yang terkena cedera di permukaan yang lebih tinggi. Apabila cedera terjadi di pergelangan kaki, maka letakkan kaki lebih tinggi dengan menumpuk beberapa bantal sebagai penyangganya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan.
Pada kondisi yang lebih parah, dokter mungkin akan melakukan prosedur operasi sebagai pengobatan salah urat untuk memperbaiki ligamen, tendon, atau otot yang rusak atau robek. Segera kunjungi dokter bila terdapat gejala-gejala berikut ini:
-
Kesulitan berjalan atau berdiri tanpa rasa nyeri.
-
Ketidakmampuan menggerakkan sendi.
-
Mati rasa atau kesemutan di sekitar sendi yang terdampak.
Penting untuk diketahui bahwa informasi yang tertera pada artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter. Oleh karenanya, jika memiliki keluhan yang merujuk pada kondisi salah urat, segera kunjungi Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dan akurat.
Sebagai informasi, perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







