Sub-Spesialisasi dari Neurologi
Epilepsi dan Neurofisiologi Klinis
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis neurologi dengan subspesialis epilepsi dan neurofisiologi berfokus pada penanganan epilepsi dengan menggunakan ilmu neurofisiologi.
Epilepsi adalah gangguan neurologis (sistem saraf) yang memicu timbulnya kejang berulang. Gejala ini timbul karena tidak normalnya aktivitas listrik di dalam otak. Sedangkan neurofisiologi adalah merupakan bidang keilmuan yang mempelajari tentang fungsi dari sistem saraf.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan dalam menilai fungsi sistem saraf adalah teknik elektrofisiologi, yaitu teknik untuk memantau aktivitas listrik di otak, saraf tepi, dan otot. Selain itu, pemeriksaan klinis seperti elektroensefalogram (EEG) dan elektromiografi (EMG) juga berperan penting dalam penilaian fungsi sistem saraf.
Pemahaman tentang epilepsi semakin mendalam sejak abad ke-19. Lalu, di awal abad ke-20, pengembangan obat-obatan antikejang, seperti fenobarbital, membuat kondisi epilepsi yang dialami pasien dapat dikelola dengan lebih baik. Selain itu, pemeriksaan elektrofisiologi seperti EEG dan EMG memungkinkan para ahli melakukan analisis yang lebih baik tentang aktivitas saraf dalam tubuh manusia.
Keunggulan Subspesialisasi
Untuk menjadi seorang dokter spesialis neurologi dengan subspesialis epilepsi dan neurofisiologi, seorang dokter spesialis neurologi perlu mengambil pendidikan lanjutan. Durasi rata-rata yang dibutuhkan untuk pendidikan subspesialis adalah 2 tahun, akan tetapi durasi tersebut bisa berbeda-beda karena setiap universitas atau institusi memiliki peraturan dan metode pendidikan tersendiri. Setelah lulus, dokter akan mendapatkan gelar Sp.N, Subsp.NNET (K).
Dalam masa pendidikannya, dokter dengan subspesialis ini mempelajari tentang cara evaluasi, penegakan diagnosis, dan pembuatan rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien epilepsi. Tujuan utama pengobatan adalah mengembalikan fungsi sistem saraf menjadi normal, agar pasien tidak lagi mengalami kejang.
Selain itu, dokter spesialis neurologi dengan subspesialis epilepsi dan neurofisiologi juga memiliki kemampuan dalam menginterpretasikan hasil pemeriksaan fungsi sistem saraf, seperti EEG, EMG, polisomnogram, dan tes-tes lainnya.
Dalam menjalankan perannya, dokter dengan subspesialis ini akan menjalin kerja sama dengan dokter spesialis lainnya, seperti dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis anak, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dan dokter-dokter spesialis lainnya yang masih berkaitan dengan penanganan penyakit epilepsi.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis neurologi dengan subspesialis epilepsi dan neurofisiologi, yaitu:
-
Epilepsi.
-
Status Epileptikus.
-
Epilepsi Lobus Temporal.
-
Kejang.
-
Kejang Lobus Frontal.
-
Kejang Tonik Klonik.
-
Kejang Mioklonik.
-
Kejang Fokal.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis neurologi dengan subspesialis epilepsi dan neurofisiologi, yaitu:
-
Obat Antikonvulsan.
-
Elektroensefalografi (EEG).
-
Elektromiografi (EMG).
-
Studi Konduksi Saraf.
Gejala & Penyakit
Penanganan / Prosedur Spesialistik
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lilian Triana Limoa, M.Kes, SpN (K)
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Subspesialis Epilepsi dan Neurofisiologi Klinis
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Senin, 18 Mei 2026




