Katarak dan Bedah Refraksi

Sub-Spesialisasi dari Oftalmologi

Katarak dan Bedah Refraksi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis katarak dan bedah refraksi berfokus untuk mendiagnosis dan merencanakan terapi penyakit mata, terutama katarak dan gangguan refraksi.  

 

Dokter dengan subspesialis ini bertugas untuk merawat dan mengobati pasien-pasien dengan penyakit katarak dan gangguan refraksi pada mata. Tujuan utama terapi yang dilakukan oleh dokter dengan subspesialis ini adalah membantu pasien untuk kembali memiliki penglihatan yang optimal, sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih leluasa.  

 

Sebagai informasi, penyakit katarak adalah kondisi ketika lensa mata keruh atau berawan, yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur atau tidak jelas. Sementara gangguan refraksi adalah kondisi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak bisa terfokus kepada bagian mata yang seharusnya. Beberapa gangguan refraksi yang cukup dikenal adalah mata minus atau miopi, mata plus atau hipermetropi, mata tua atau presbiopi, serta mata silinder atau astigmatisme.  

 

Pada tahun 1949, seorang dokter spesialis mata bernama Sir Harold Ridley melakukan pembedahan katarak untuk pertama kalinya, dan berhasil menanamkan lensa buatan di dalam mata. Momentum ini menjadi langkah penting dalam pengembangan prosedur terapi bedah katarak di saat ini. 

 

Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1990-an, penggunaan teknologi laser dalam pembedahan mata, terutama laser-assisted in situ keratomileusis (LASIK), menjadi semakin populer. LASIK menjadi solusi untuk masalah gangguan refraksi. 

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Untuk memfokuskan diri dalam bidang katarak dan bedah refraksi, seorang dokter spesialis ilmu kesehatan mata perlu mengambil pendidikan subspesialis selama 2 tahun. Namun, durasi tersebut bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung peraturan dan metode pendidikan dari institusi atau universitas masing-masing.  

 

Dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis katarak dan bedah refraksi (Sp.M, Subsp.KBR) memilki keterampilan dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi pasien dengan masalah penglihatan. Dengan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, dokter akan mampu menegakkan diagnosis penyakit yang dialami oleh pasien. 

 

Setelah penegakkan diagnosis, dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis katarak dan bedah refraksi akan merencanakan terapi yang tepat. Salah satu terapi penyakit katarak adalah pembedahan untuk mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular (IOL) yang umumnya terbuat dari bahan sintetis.   

 

Dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis katarak dan bedah refraksi juga terlatih menggunakan teknologi modern, seperti teknik laser atau yang sering disebut FLACS (Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery), yang bertujuan untuk meningkatkan presisi dan meminimalkan risiko saat operasi katarak.  

 

Sementara itu, dalam menangani gangguan refraksi seperti miopi, hipermetropi, atau astigmatisme, dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis katarak dan bedah refraksi akan menggunakan metode LASIK atau prosedur medis lainnya yang disesuaikan dengan kondisi pasien.  

 

Sebelum melakukan prosedur medis, dokter dengan subspesialis ini akan mengevaluasi kondisi pasien terlebih dahulu. Apabila ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan pasien tidak dianjurkan melakukan operasi (kontraindikasi), gangguan refraksi akan ditangani dengan kacamata atau lensa kontak.    

 

Setelah bedah LASIK atau prosedur medis lainnya, dokter dengan subspesialis ini pun akan melakukan pemantauan pasien selama proses pemulihan. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil tindakan yang dilakukan akan optimal, dan menghindari kemungkinan adanya komplikasi setelah prosedur. 

 

Penyakit dan Prosedur Medis 

 

Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis katarak dan bedah refraksi, yaitu: 

 

  • Rabun Jauh.

  • Rabun Dekat.

  • Astigmatisme.

  • Presbiopia.

  • Mata Malas.

  • Katarak.

  • Afakia.

  • Ulkus Kornea.

 

Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis katarak dan bedah refraksi, yaitu:

 

  • Bedah LASIK.

  • Bedah Katarak.

  • Tes Visus Mata.

  • Bedah Mata Keratektomi Fotorefraktif.

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
dr-ariesanti-tri-handayani-spm-k

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Ariesanti Tri Handayani,SpM(K), FIACLE

Oftalmologi (Mata)

Subspesialis Katarak dan Bedah Refraksi


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Sabtu, 16 Mei 2026

message

coeSpecialistV2