Keratokonus Sering Ditandai dengan Mata Silinder yang Memburuk! Waspadai Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Keratokonus Sering Ditandai dengan Mata Silinder yang Memburuk! Waspadai Gejalanya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
keratokonus adalah

 

Keratokonus adalah kondisi ketika kornea berubah bentuk, yang sebelumnya berbentuk bulat menonjol keluar seperti kubah, menjadi berbentuk seperti kerucut. Hal ini dapat menyebabkan penglihatan menjadi kurang tajam. Kondisi ini biasanya terdeteksi selama masa remaja atau di usia 20-an dan 30-an, namun bisa juga dimulai dari masa kanak-kanak. Sebenarnya, apa penyebab keratokonus? Bagaimana cara mengobatinya? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Keratokonus?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, keratokonus adalah kondisi ketika kornea yang seharusnya berbentuk bulat menonjol keluar seperti kubah berubah menjadi berbentuk kerucut. Sebagai informasi, kornea adalah bagian tengah berwarna bening atau transparan pada permukaan depan mata. Bagian ini berfungsi untuk melindungi mata dan memfokuskan cahaya ke retina agar dapat melihat dengan jelas. 

 

Kornea yang telah berubah bentuk menjadi kerucut dapat menyebabkan gangguan penglihatan karena:

 

  • Saat kornea berubah bentuk menjadi kerucut, bentuk permukaan mata juga akan melengkung dan menjadi ireguler. Kondisi ini disebut juga sebagai astigmatisme (mata silinder) ireguler.

  • Saat bagian depan kornea menajam, penglihatan akan menjadi lebih dekat (nearsighted/rabun jauh/miopi).

 

Penyebab Keratokonus

 

Pada sebagian besar kasus keratokonus, penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diketahui bisa diturunkan dalam keluarga atau lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu. Selain itu, kebiasaan mengucek mata terlalu kencang dalam jangka waktu lama juga dapat merusak kornea. Kebiasaan ini juga dapat mempercepat perkembangan keratokonus pada seseorang yang sudah mengalaminya.

Adapun beberapa kondisi medis yang diduga berkaitan dengan keratokonus adalah sebagai berikut:

 

 

Dalam sebagian besar kasus, seseorang bisa saja tidak mengalami cedera mata atau penyakit apapun lainnya yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko terjadinya keratokonus.

 

Gejala Keratokonus

 

Gejala keratokonus bisa berubah seiring dengan perkembangan penyakit. Gejala umum keratokonus adalah sebagai berikut:

 

  • Penglihatan kabur atau terdistorsi yang menyebabkan garis lurus mungkin terlihat melengkung atau bengkok dan tidak dapat melihat bentuk objek dengan benar.

  • Peningkatan kepekaan (sensitivitas) terhadap cahaya.

  • Melihat lingkaran cahaya (fenomena optis halo) di sekitar cahaya terang.

  • Sering mengganti peresepan ukuran kacamata.

  • Penglihatan tiba-tiba memburuk atau kabur yang dapat menyebabkan masalah saat mengemudi.

  • Penglihatan ganda ketika melihat dengan satu mata.

 

Diagnosis Keratokonus

 

Dokter akan memulai proses penegakan diagnosis keratokonus dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya. Kemudian, dokter akan memeriksa mata secara menyeluruh. Lalu, untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya akan meminta pasien untuk menjalani salah satu atau beberapa tes penunjang berikut ini:

 

  • Tes ketajaman penglihatan, bisa dilakukan dengan menggunakan Snellen chart atau menggunakan instrumen phoropter.

  • Pemeriksaan slit lamp.

  • Keratometri, tes untuk mengukur bentuk kornea dan astigmatisme.

  • Pemetaan kornea, tes untuk mengukur kelengkungan permukaan mata dan menghasilkan peta kornea.

 

Pengobatan Keratokonus

 

Pengobatan keratokonus akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi. Namun, secara umum, metode pengobatan untuk keratokonus meliputi penggunaan lensa, pemberian terapi, dan operasi. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Lensa. Beberapa jenis lensa yang biasanya digunakan untuk mengatasi keratokonus adalah sebagai berikut:

    • Kacamata atau softlens. Kacamata atau lensa kontak lunak dapat membantu mengoreksi penglihatan kabur atau terdistorsi pada keratokonus tahap awal. Namun, saat keratokonus bertambah parah, kacamata mungkin tidak bisa lagi mengoreksi penglihatan karena semakin beratnya astigmatisme ireguler. Kondisi ini pada nantinya mungkin akan memerlukan penggunaan jenis lensa kontak keras.

    • Lensa kontak keras (hard contact lens). Jenis lensa ini sering kali menjadi langkah selanjutnya dalam menangani keratokonus yang semakin parah.

    • Lensa piggyback. Jika lensa yang kaku terasa tidak nyaman dipakai, dokter spesialis mata mungkin akan menyarankan untuk menumpuk lensa kontak keras di atas lensa kontak lunak.

    • Lensa hibrida. Lensa kontak ini memiliki bagian tengah yang kaku dengan cincin yang lebih lembut di bagian luarnya untuk menambah kenyamanan.

    • Lensa sklera. Lensa ini berguna untuk mengatasi gangguan penglihatan akibat perubahan bentuk kornea yang sangat tidak teratur pada keratokonus tingkat lanjut. Lensa sklera menempel pada bagian putih mata (sklera) dan melengkung di atas kornea tanpa menyentuhnya.

  • Terapi nonoperasi. Pilihan terapi nonoperasi untuk keratokonus adalah corneal cross-linking. Terapi ini dilakukan dengan membasahi kornea menggunakan tetes mata riboflavin (vitamin B2). Kemudian, mata akan dipaparkan ke sinar ultraviolet. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk memperkuat ikatan antara serat kolagen kornea dan protein di sekitarnya sehingga dapat membantu menjaga bentuk kornea agar tidak semakin curam.

  • Operasi. Tindakan operasi mungkin dibutuhkan jika telah terbentuk jaringan parut pada kornea, terdapat penipisan kornea yang ekstrem, penglihatan yang tetap buruk walau sudah menggunakan resep ukuran lensa terkuat, atau pasien tidak mampu untuk memakai jenis lensa kontak apa pun. Pilihan metode operasi untuk mengatasi keratokonus adalah:

    • Intrastromal corneal ring segments (ICRS): Metode operasi ini dapat membantu meratakan kornea sehingga bisa meningkatkan kemampuan penglihatan dan membuat lensa kontak terpasang lebih pas. Prosedur ini dapat dilakukan bersamaan dengan corneal cross-linking.

    • Transplantasi kornea: Pada pasien yang memiliki jaringan parut di kornea atau penipisan kornea yang ekstrem, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur transplantasi kornea.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran penanganan dari dokter. Penyebab dan gejala yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik hanya merepresentasikan keratokonus, melainkan penyebab dan gejala ini bisa saja terdapat pada kondisi medis lainnya.

 

Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Mata di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Johns Hopkins Medicine. Keratoconus. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Keratoconus. Diakses pada 2024. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Keratoconus. Diakses pada 2024 | Health Direct. Keratoconus. Diakses pada 2024 | WebMD. What Is Keratoconus?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail