Kesehatan Tubuh
Ketahui Mitos dan Fakta Seputar Down Syndrome

Table of Contents
- Mitos: Down syndrome adalah penyakit langka
- Mitos: Anak dengan down syndrome hanya bisa masuk ke sekolah khusus
- Mitos: Anak kecil dan orang dewasa yang mengidap down syndrome memiliki perilaku yang sama
- Mitos: Anak yang mengidap penyakit down syndrome sering terkena penyakit
- Mitos: Down syndrome tidak bisa memiliki keturunan
Minimnya informasi tentang penyakit down syndrome membuat ada banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat. Apa sajakah mitos-mitos yang berkaitan dengan penyakit down syndrome? Kemudian manakah yang merupakan fakta down syndrome? Mari simak beberapa informasi mengenai down syndrome di bawah ini.
Sindroma down atau down syndrome adalah kondisi keterbelakangan fisik dan mental akibat perkembangan kromosom 21 yang tidak normal (dikenal dengan istilah trisomi 21). Down syndrome adalah penyakit yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1866 oleh Dr. John Langdon Down melalui publikasi tulisannya di Inggris.
Ia menerangkan sejumlah anak-anak dengan gambaran umum yang sama namun berbeda dengan anak-anak normal lainnya. Karena memiliki ciri-ciri badan yang relatif pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid, penyandang down syndrome sering juga disebut dengan mongolisme.
Penderita down syndrome juga kerap disamakan dengan autisme. Oleh karena itu, melihat apa itu down syndrome secara lebih luas kita harus dapat memastikan agar tidak mendapatkan informasi yang salah. Ketahuilah fakta down syndrome dari sumber terpercaya kita dapat membedakan antara mitos dan yang sebenarnya.
Mitos: Down syndrome adalah penyakit langka
Fakta: Kelainan ini sama sekali tidak langka dan termasuk cukup sering terjadi. Di Amerika Serikat sendiri, setidaknya satu dari 691 bayi terlahir dengan kondisi down syndrome dan rasio ini setara dengan 6.000 bayi yang lahir dalam waktu satu tahun. Di Indonesia kurang lebih 1 dari 1.000 bayi mengalami kelainan kromosom ini.
Mitos: Anak dengan down syndrome hanya bisa masuk ke sekolah khusus
Fakta: Fakta down syndrome selanjutnya adalah selain memiliki tampilan fisik yang khas, pengidap down syndrome mempunyai karakteristik yang berbeda dari individu lain, seperti soal kemampuan intelektual misalnya. Mereka tetap bisa mengikuti kurikulum biasa seperti anak lainnya.
Di dalam perkembangan pendidikannya, murid dengan kelainan ini akan diikutsertakan di kelas tambahan spesifik seperti mata pelajaran inti, olahraga, kelas pengembangan diri, kelas pengembangan sosial dan lain-lain. Bahkan beberapa anak dengan down syndrome yang dapat lebih cepat menyerap informasi baru.
Mitos: Anak kecil dan orang dewasa yang mengidap down syndrome memiliki perilaku yang sama
Fakta: Orang dewasa yang mengidap down syndrome berbeda dengan anak kecil dan tidak seharusnya diperlakukan seperti anak kecil. Mereka juga mengalami tahap perkembangan secara individual layaknya orang biasa. Oleh karena itu, hal ini kerap luput dari pengetahuan mengenai fakta down syndrome.
Hanya saja perkembangan kemampuan bicara pada anak down syndrome terhambat karena kemampuan saraf dan motoriknya tidak berkembang dengan sempurna untuk berbicara. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan lain agar anak dengan down syndrome mampu berkomunikasi sebelum mereka benar-benar bisa berbicara.
Mitos: Anak yang mengidap penyakit down syndrome sering terkena penyakit
Fakta: Pada dasarnya, meskipun risiko beberapa kondisi medis jauh lebih rentan seperti kelainan fungsi jantung, pernapasan dan masalah pendengaran, tetapi asalkan penyandang down syndrome diperlakukan layaknya orang biasa, harapan hidupnya akan cenderung sama dengan orang biasa.
Penderita down syndrome juga kerap dianggap sebagai mereka yang memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Padahal realitanya, ada banyak penderita down syndrome yang berprestasi dan bahkan memiliki kemampuan yang hebat dan belum tentu bisa dilakukan oleh manusia normal.
Mitos: Down syndrome tidak bisa memiliki keturunan
Fakta: Fakta down syndrome terakhir ialah pria dan wanita dengan down syndrome cenderung memiliki tingkat kesuburan yang berkurang. Meski tingkat keberhasilan untuk memiliki anak yang termasuk sulit, namun mereka tetap bisa memiliki anak.
Ketahuilah fakta down syndrome dari sumber yang terpercaya. Anak dengan down syndrome bukanlah aib maupun berbahaya. Mereka juga manusia biasa yang membutuhkan kasih sayang, kehidupan sosial, serta hak dan kemampuan untuk berperilaku seperti orang lain pada umumnya.
Jika Anda memerlukan informasi lengkap mengenai mitos dan fakta down syndrome, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan informasi terpercaya dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang akan memeriksa kondisi penyandang down syndrome secara langsung dan memberikan saran kepada Anda.
Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000






