Sub-Spesialisasi dari Penyakit Dalam
Penyakit Tropik Infeksi
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi merupakan dokter yang mempelajari penyakit infeksi menular dan penyakit umum di negara tropis.
Dokter penyakit infeksi dan tropik bertugas untuk menangani berbagai penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi juga dapat memberikan obat dan vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyakit infeksi menular.
Beberapa contoh penyakit infeksi yang ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi adalah malaria, tuberkulosis, demam berdarah dengue, HIV, chikungunya, toksoplasmosis, filariasis, dan rabies.
Penyakit tropik infeksi mulai muncul pada abad ke-19. Pada zaman tersebut, dokter yang bertugas merawat tentara pertama kali menemukan penyakit menular di Eropa yang beriklim sedang.
Pada tahun 1899, Sir Patrick Manson, seorang dokter berkebangsaan Skotlandia, mendirikan London School of Hygiene and Tropical Medicine yang berfokus pada keilmuan penyakit tropis. dr. Mason juga menemukan bahwa parasit penyebab filariasis dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penemuan tersebut menjadi titik awal perkembangan keilmuan penyakit tropik infeksi.
Keunggulan Subspesialisasi
Untuk menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi, dokter spesialis penyakit dalam perlu menempuh program pendidikan lanjutan selama kurang lebih 2–3 tahun. Di Indonesia, dokter penyakit infeksi dan tropik memiliki gelar Sp.PD-KPTI.
Subspesialis ini dilatih untuk mendiagnosis, mengelola, serta mengendalikan penyakit infeksi yang dapat menular pada suatu komunitas. Karena itu, dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi perlu memahami mikrobiologi serta penerapannya dalam pengobatan penyakit tropik infeksi.
Pada dasarnya, dokter penyakit dan infeksi tropik memiliki keahlian khusus dalam melakukan berbagai prosedur medis seperti pengambilan sampel darah, urine, feses, dan cairan tubuh, pemeriksaan PCR, hingga pengendalian resistensi antibiotik guna menegakkan diagnosis serta menangani kondisi pasien secara keseluruhan.
Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi juga dapat bekerja sama dengan ahli kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi menular, seperti melalui tindakan isolasi dan karantina.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi adalah:
-
Malaria.
-
Tifus.
-
Disentri basiler.
-
Demam berdarah dengue (DBD).
-
Infeksi TORCH.
-
Rabies.
-
Kaki gajah.
-
Tetanus.
Beberapa prosedur medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis penyakit tropik infeksi, yaitu:
-
Pemeriksaan darah.
-
Pemeriksaan antibodi.
-
Pemeriksaan kultur bakteri.
-
Urinalisis.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Joyce Bratanata, SpPD-KPTI
Penyakit Dalam
Subspesialis Penyakit Tropik Infeksi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Selasa, 19 Mei 2026




