Brucellosis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Brucellosis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
brucellosis adalah

Brucellosis adalah salah satu jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Brucella. Kondisi ini ditandai dengan gejala demam, nyeri sendi, serta kelelahan yang dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan. Ingin memahami lebih jauh tentang brucellosis? Anda bisa menyimak ulasan di bawah ini sampai tuntas.

 

Apa itu Brucellosis?

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa brucellosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Brucella. Kondisi ini merupakan penyakit zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Brucellosis tidak menyebar dari manusia ke manusia. Namun, pada beberapa kasus, infeksi ini bisa ditularkan oleh ibu hamil atau ibu menyusui kepada anaknya.

 

Brucellosis adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat berpindah dari satu organ ke organ lainnya melalui aliran darah atau pembuluh getah bening. Hal ini bisa membuat infeksi semakin meluas ke bagian tubuh lain.

 

Penyebab Brucellosis

 

Bakteri Brucella yang menyebabkan terjadinya brucellosis paling sering ditularkan dari berbagai jenis hewan, seperti babi, domba, kambing, rusa, unta, bison, dan anjing pemburu. Berikut adalah beberapa jenis bakteri Brucella:

 

  • Brucella melitensis (ditemukan pada domba dan kambing).

  • Brucella canis (ditemukan pada anjing).

  • Brucella suis (ditemukan pada babi).

  • Brucella abortus (ditemukan pada hewan ternak sapi)

 

Adapun beberapa tindakan atau perilaku yang bisa membuat seseorang berisiko tertular brucellosis adalah sebagai berikut:

 

  • Menghirup udara yang telah terkontaminasi bakteri Brucella.

  • Mengonsumsi makanan atau bahan makanan yang masih mentah maupun setengah matang, misalnya keju, susu, dan daging yang diperoleh dari hewan yang terinfeksi bakteri Brucella.

  • Sengaja ataupun tidak sengaja menyentuh cairan tubuh, darah, atau sperma hewan yang terinfeksi bakteri Brucella. Pasalnya, bakteri bisa masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang lecet maupun selaput mukosa tubuh, seperti dinding mulut.

 

Di samping itu, pada kasus yang sangat jarang terjadi, brucellosis juga dapat ditularkan dari ibu menyusui kepada anaknya atau melalui hubungan seks, transfusi darah, dan transplantasi organ. Namun, brucellosis sangat jarang ditularkan dari manusia ke manusia.

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang tertular brucellosis adalah sebagai berikut:

 

  • Bepergian ke wilayah yang memiliki banyak kasus brucellosis.

  • Memiliki sistem imun tubuh lemah.

  • Memiliki pekerjaan sebagai peternak, petani, atau dokter hewan.

 

Gejala Brucellosis

 

Seseorang akan terinfeksi ketika bakteri Brucella masuk ke dalam tubuh, biasanya melalui mata, selaput lendir, kulit, saluran pernapasan, atau saluran pencernaan lalu bertahan hidup di dalam sel tubuh. Setelah bakteri masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi, gejala akan muncul dalam hitungan hari atau bulan. Adapun beberapa gejala brucellosis adalah:

 

  • Demam dan menggigil.

  • Batuk-batuk.

  • Kelelahan.

  • Nyeri pada perut.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri pada punggung.

  • Nyeri otot dan sendi.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Berat badan menurun.

  • Anoreksia (gangguan makan). 

  • Berkeringat di malam hari.

  • Badan lemas.

  • Muntah. 

  • Diare.

  • Keguguran. 

 

Gejala dapat hilang dalam waktu beberapa minggu atau bulan, namun juga rentan kambuh. Bahkan, pada beberapa orang, gejala brucellosis bisa berlangsung dalam jangka waktu yang panjang hingga bertahun-tahun atau kronis. Gejala kronis pada penderita brucellosis adalah sebagai berikut: 

 

  • Demam berulang.

  • Radang sendi.

  • Pembengkakan pada buah zakar.

  • Mudah lelah.

  • Depresi.

  • Hati dan limpa membengkak.

 

Diagnosis Brucellosis

 

Dalam proses diagnosis brucellosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk memahami gejala dan riwayat kesehatan pasien, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Guna mengonfirmasi diagnosis brucellosis, beberapa tes penunjang yang dibutuhkan, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan darah, seperti darah lengkap, penanda inflamasi, enzim hati, serologi, dan kultur darah.

  • Rontgen.

  • CT scan dan MRI.

  • Ekokardiografi.

  • Pemeriksaan cairan otak (cairan serebrospinal).

 

Pengobatan Brucellosis

 

Pengobatan untuk brucellosis bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah kambuhnya penyakit, dan menghindari komplikasi. Dokter akan memberikan obat antibiotik yang harus diminum setidaknya selama 6 minggu. Namun, gejalanya mungkin tidak akan hilang sepenuhnya dalam beberapa bulan. Jenis antibiotik yang biasanya diberikan untuk mengatasi brucellosis adalah:

 

  • Aminoglycoside.

  • Streptomycin.

  • Ciprofloxacin.

  • Chloramphenicol.

  • Tetracycline.

  • Sulfamethoxazole.

Di samping itu, pengobatan simptomatik dengan obat antipiretik juga akan diberikan untuk mengatasi demam dan obat analgesik (antinyeri) juga mungkin diberikan jika pasien mengalami nyeri di bagian tubuhnya.

 

Komplikasi Brucellosis

 

Komplikasi jarang terjadi jika pasien ditangani tepat waktu, meski kekambuhan infeksi kambuh terjadi. Dikarenakan kondisi ini dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, maka komplikasinya pun bisa berdampak ke hampir seluruh sistem tubuh, termasuk sistem reproduksi, sistem saraf pusat, dan hati. Bila berlangsung dalam jangka panjang dan tidak diobati, beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat brucellosis adalah:

 

  • Endokarditis (infeksi pada lapisan dalam dinding jantung).

  • Artritis (radang sendi).

  • Infeksi dan pembengkakan di limpa serta hati.

  • Infeksi dan peradangan di saluran kelamin serta testis pada pria (epididymo-orchitis).

  • Ensefalitis (radang otak).

  • Cacat lahir atau keguguran.

 

Pencegahan Brucellosis

 

Brucellosis adalah kondisi yang bisa dicegah dengan menghindari faktor risiko yang dapat meningkatkan risikonya, salah satunya masak daging hingga matang secara sempurna. Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah brucellosis:

 

  • Hindari mengonsumsi produk olahan susu yang tidak melewati proses pasteurisasi.

  • Mengenakan sarung tangan karet, pakaian pelindung, kacamata pelindung, atau alat pelindung lain saat akan berinteraksi dengan hewan.

  • Memastikan hewan ternak atau peliharaan menerima vaksinasi.

 

Itulah penjelasan seputar brucellosis yang perlu diwaspadai bila Anda sering berinteraksi dengan hewan, terutama kambing, domba, anjing, atau babi. Apabila Anda merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan self check in, hingga memantau hasil pemeriksaan. 

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail